Pendaftaran Ulang Siswa di NTT Masih Marak Pungutan - FloresPos Net

Pendaftaran Ulang Siswa di NTT Masih Marak Pungutan

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Tahap pendaftaran ulang Penerimaan Murid Baru tingkat SMA, SMK dan Madrasah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 akan berakhir hari ini Rabu (25/6/2025).

Para orang tua masih mengeluhkan terkait pungutan yang memberatkan saat mendaftar ulang di sekolah negeri dan keluhan tersebut terus disampaikan kepada Ombudsman Perwakilan NTT.

“Rupa-rupa item pungutan dimasukan dalam biaya pendaftaran sehingga memberatkan para orang tua,” sebut Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, Rabu (25/6/2025).

Darius memaparkan, sejumlah sekolah negeri seperti SMAN 5 Kota Kupang, SMAN 2 Kota Kupang dan SMAN 1 Fatuleu, masih memasukan beberapa item biaya batik khusus, topi, dasi, uang pembangunan dan uang 8 standar pendidikan sehingga biaya pendaftaran membengkak.

Dirinya menjelaskan, SMAN 5 Kota Kupang misalnya memungut uang pendaftaran hingga mencapai Rp 2.2 juta dengan memasukan uang sumbangan 8 standar pendidikan sebesar Rp 900 ribu.

Selain itu, tambahnya, sumbangan komite juga tidak mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 150.000 per siswa per bulannya.

Baca Juga :  Pendidikan Menengah, Murah dan Gratis di NTT Mulai Berlaku

“Hal ini juga terjadi di berbagai sekolah negeri baik yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan kepada kami,” sebutnya.

Darius menegaskan, hal ini tidak sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi NTT kepada seluruh kepala sekolah untuk melakukan rasionalisasi sumbangan komite dengan menghitung kembali jumlah guru honor yang sudah beralih ke P3K.

Selain itu. mengurangi honor tugas tambahan guru negeri yang menggunakan sumbangan komite sebagai tindak lanjut pertemuan bersama Gubernur NTT dan Ombudsman NTT beberapa waktu lalu.

“Atas ketidakpatuhan melaksanakan arahan tersebut, kami telah menghubungi sejumlah kepala sekolah yang dilaporkan untuk meminta sekolah mengkaji kembali biaya pendaftaran ulang yang dibebankan kepada orang tua,” tuturnya.

Selain itu pada Selasa (24/6/2025) malam, kata Darius, pihaknya telah menghubungi Gubernur NTT dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT agar memberi atensi khusus terhadap sejumlah sekolah yang tidak melakukan rasionalisasi pungutan komite.

Bahkan terhadap sekolah yang menambah item pungutan baru seperti uang pembangunan atau pungutan 8 standar pendidikan saat pendaftaran ulang siswa baru.

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Meletus Dahsyat Malam Ini Disertai Hujan Abu, Pasir dan Kerikil Halus

Dia pertanyakan, pembangunan tersebut mestinya menjadi tanggung jawab negara atau menggunakan sumbangan komite yang tersedia.

“Khusus pendidikan dasar 9 tahun yakni SD Negeri dan SMP Negeri yang menjadi kewenangan kabupaten atau kota yang mestinya bisa gratis, juga masih dipungut biaya pendaftaran,” terangnya.

Darius memaparkan, pungutan berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp. 1 juta dengan item biaya seragam nasional, pramuka, topi, dasi serta batik khusus.

Pungutan komite berkisar Rp 20 ribu sampai Rp.50 ribu per bulan per siswa, pungutan paguyuban kelas berkisar Rp 10 ribu hingga Rp15 ribu per siswa per bulan (SMPN 1 Soe), uang pembangunan, uang cenderamata (SMPN 1 Adonara Barat) dan pungutan tes IQ.

Ombudsman NTT meminta agar seluruh sekolah mematuhi arahan dinas pendidikan untuk tidak melakukan pungutan yang tidak perlu dalam rangka meningkatkan partisipasi pendidikan seluruh anak-anak NTT.

“Mari mewujudkan pendidikan yang inklusif bagi semua anak baik yang mampu maupun yang tidak mampu. Kita bisa melakukannya,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 1,257 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru