Maumerelogia 5 Hadirkan Pertunjukan Musik, Teater, Pameran Seni Rupa dan Diskusi Publik - FloresPos Net - Page 2

Maumerelogia 5 Hadirkan Pertunjukan Musik, Teater, Pameran Seni Rupa dan Diskusi Publik

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Programnya banyak karena kami ingin menjangkau publik yang inklusif di mana semua orang bisa menikmati festival ini,” kata Feni.

Feni mengatakan, Maumerelogia 5 juga membuka kesempatan bagi 5 orang seniman dari Jayapura, Madura, Surabaya, dan Jogjakarta melakukan residensi di Maumere.

Jelasnya, hasil dari residensi mereka akan dipresentasikan dalam program pertunjukan.

“Sebagai bentuk pengarsipan dan produksi pengetahuan, Tim Publikasi Maumerelogia juga berupaya melakukan proses pencatatan untuk setiap kegiatan yang terkait dengan Maumerelogia 5,” pungkasnya

Baca Juga :  Sepuluh SMP di Ende Ikut Turnamen Mini Soccer Sanvin Cup 2026

Direktur Maumerelogia 5 Eka Putra Nggalu, Kamis (15/5/2025), mengatakan, Maumerelogia ingin ditumbuhkan dengan semangat dialog kritis antar warga di ruang hidupnya sendiri.

Lanjutnya, orang bisa bicara tentang perampasan tanah, penggusuran pemukiman, pemusnahan terhadap hak-hak masyarakat adat, krisis iklim, serta perempuan dan minoritas gender bisa bicara soal hak mereka di ruang aman.

“Kami ingin melihat perubahan apa yang terjadi di Maumere dan dunia hari ini,” terangnya.

Baca Juga :  Penjabat Sekda Ngada Minta Manfaatkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa Online dengan Baik

Kurator Forum Gagasan Carlin Karmadina menjelaskan Maumerelogia, kultur, kota, kita, hendak membaca Maumere sebagai ruang pascakolonial.

Lanjutnya, ada tegangan-tegangan antara tradisi dan modernitas. Maumere tidak sepenuhnya kampung, tidak juga sepenuhnya kota.Tidak rural, tapi juga tidak urban sepenuhnya.

“Dengan tegangan-tegangan ini, gaung modernitas yang dirayakan di Maumere sebenarnya merupakan suatu kondisi yang tercipta dari model baru kolonialisme yang berkiblat ke barat (Eurosentrisme),” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Berita ini 180 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WITA

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Berita Terbaru