LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) NTT diminta aspalkan jalan dari dan menuju Lambur Desa Tiwu Nampar Kecamatan Komodo, karena sudah 20 tahun lebih jalur tersebut rusak parah.
Itu disoroti anggota DPRD Mabar, Hasanudin, pada sidang Panitia Khusus (Pansus) LKPj (Laporan keterangan pertanggungjawaban) Bupati Mabar 2024, bertempat di ruang rapat internal DPRD Mabar di Labuan Bajo, Senin (17/3/2025).
Anggota DPRD Mabar yang juga angkat hal yang sama, infrastruktur jalan belum beres di Mabar, antara lain Paskalis Yosep Sudaryo.
Dia minta Pemkab melalu instansi teknis supaya membereskan jalan-jalan lingkungan di Labuan Bajo ibu kota Mabar yang juga sampaikan sekarang masih banyak belum beres, belum diaspal, tak terkecuali di Desa Nggorang dan Desa Golo Bilas.
Yosep Spandi, anggota DPRD Mabar juga menambahkan, jalan usaha tani (JUT) di daerah itu, Mabar, diaspal atas alasan asas manfaat bagi petani dalam rangka peningkatan produksi pertanian bagi petani-petani setempat.
Sidang dipimpin Ketua Pansus LKPj DPRD Mabar, Martinus Mitar, didampingi Sekretaris Pansus Martinus Warus.
Jajaran DPRD Mabar yang hadir antara lain Silverius Sukur, Tarsy Kun, Yopi Widiyanti, dan Antonius Aron disamping Yosep Spandi, Paskalis Yosep Sudaryo, dan Hasanudin.
Sedangkan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Mabar antara lain Yosep Suhandi (Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi), Adrianus Ojo (Kadis Kesehatan), Laurensius Halu (Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan), serta Saverinus Kurniadi (Kadis Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman).
Terkait suara Hasanudin, Spandi dan Sudaryo, Kadis terkait Spandi, Halu dan Kurniadi tidak bersuara, kecuali angguk-angguk dan catat-catat buku (Kadis Spandi) dan menulis di laptop (Kadis Kurniadi). *
Editor : Andre Durung
Sumber Berita : Wentho Eliando










