BAJAWA, FLORESPOS.net-Ketua Sementara DPRD Ngada, Romi Juji mengapresiasi kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2024 di Kabupaten Ngada yang memberikan perhatian khusus terhadap virus yang menyerang tanaman pisang di Kabupaten Ngada dan Flores pada umumnya.
Salah satu desa yang menjadi desa Residence KBKM tersebut adalah Desa Boba 1 di Kecamatan Golewa Selatan.
Menurutnya, hal menarik yang menjadi persoalan masyarakat di wilayah pantai selatan Kabupaten Ngada yaitu Kecamatan Golewa Selatan, Inerie dan Aimere juga kecamatan lainnya di Ngada adalah penyakit pisang.
Menurut Romy KBKM di Desa Boba 1 yang fokus terhadap masalah penyakit pisang, selain beberapa potensi dilakukan berbagai inovasi di desa lainnya yang merupakan Desa Residence KBKM di Kabupaten Ngada. Masalah penyakit tanaman pisang untuk penyelesaian persoalan tersebut menjadi perhatian peserta KBKM adalah sebuah kebanggaan.
Terobosan mahasiswa yang peduli terhadap persoalan masyarakat pada kegiatan KBKM merupakan kabar baik untuk membantu pemerintah, masyarakat terutama petani pisang.
Mahasiswa pilihan yang mengikuti KBKM beserta para mentor yang berniat menangani persoalan tanaman pisang tentunya telah ada jawaban sementara untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sitti Utami Haryanti,S.Pd,M.Hum selaku Ketua Tim Kerja Kemah Budaya Kaum Muda, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbudristek Republik Indonesia kepada Florespos.net mengatakan, penyakit pisang yang ada di Desa Boba 1 sangat memprihatinkan.
Pihaknya mengidentifikasi sejak bulan Maret 2024 dan dalam kegiatan KBKM peserta membuat aplikasi terkait penyakit pisang
Dari identifikasi yang dilakukan pihaknya ingin membuat bio pestisida untuk memulihkan tanaman pisang yang ada.
Pelaksanaannya menggunakan bahan lokal yang ada dan di Boba 1 ada bahan lokal seperti Enau maupun lontar yang akan diproses secara kimiawi menjadi bio pestisida untuk pemberantasan penyakit pisang tersebut.*
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










