BAJAWA, FLORESPOS.net-Festival Wolobobo di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diakui di tingkat Nasional dan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Festival Wolobobo telah masuk Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Festival Wolobobo Ngada 2024 merupakan kegiatan ketiga. Dalam tiga kali pelaksanaan, Festival Wolobobo diakui di tingkat Nasional dan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, M. O. Botha Djawa kepada wartawan di Taman Kartini Bajawa, Kamis (25/7/2024).
Dalam Konferensi Pers itu, Kadis Pariwisata Botha Djawa bersama Dr.Mohammad Amin, M.Sn, MA selaku Direktur Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf, Bupati Ngada Andreas Paru serta Rosalin Petrina Kristianti selaku Kapokja Wilayah Bali, Nusra, Maluku, Papua, Direktorat Event Daerah Kemenparekraf.
Botha Djawa menjelaskan, KEN merupakan event pilihan sehingga melalui kurasi yang cukup ketat dan Festival Wolobobo Ngada mendapat kepercayaan selama tiga tahun berturut-turut dalam KEN.
“Setiap tahun diusulkan mulai dari bulan Oktober dan terkurasi sampai bulan Februari melalui proses yang cukup ketat sehingga Ngada masuk 110 event Nasional,” katanya.
Festival Wolobobo Ngada, jelas Botha Djawa saat ini sedang diajukan untuk mengikuti Meksiko City Award yang beranggotakan 120.000 kuota di seluruh dunia. “Dan masuk dalam 88 peserta pada tahun 2023 lalu,” katanya.
Direktur Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf Dr. Mohammad Amin, M.Sn, MA pada kesempatan itu mengatakan baru pertama kali datang ke Kabupaten Ngada. Dia sangat terkesan dengan persiapan hingga pelaksanaan Festival Wolobobo Ngada.
Kemenparekraf memiliki produk unggulan yang disebut dengan Kharisma Event Nusantara yang mana menyeleksi sejumlah daerah yang memasukkan proposal dan terkurasi 110 yang terbaik.
“Festival Wolobobo Ngada telah diakui menjadi salah satu event terbaik di Indonesia sehingga dibantu oleh Kementerian,” kata Dr. Mohammad Amin.
Kata Dr. Mohammad Amin, Festival Wolobobo diawali dengan tracking. Program yang spesifik dan khas dari festival tersebut dapat juga disampaikan pada festival lainnya di tempat lain. Dalam sebuah acara atau Festival perlu ada diversifikasi program yang khas.
Dr. Mohammad Amin sangat tertarik dengan tema yang diangkat yang merupakan sebuah konsistensi dari awal yakni Bambu, Kopi dan Tenun.
Katanya lagi, tema yang spesifik ini dijelaskan, merupakan kesempatan untuk menyampaikan pesan bahwa kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif sangat erat kaitannya dengan potensi seperti kopi, bambu dan tenun. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










