Wabup Weng Akui Persoalan Ternak di Kota Super Premium Labuan Bajo - FloresPos Net

Wabup Weng Akui Persoalan Ternak di Kota Super Premium Labuan Bajo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) Yulianus Weng akui persoalan Labuan Bajo salah satunya ternak berkeliaran, walau ibu kota Mabar tersebut (Labuan Bajo) kota super premium karena pariwisata.

Wabup Weng mengatakan itu menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama ini. Ia dimintai tanggapan karena selalu ditemukannya sapi berkeliaran di Labuan Bajo, termasuk bau busuk kotoran dari balik kandang-kandang babi dan kambing setempat.

Masih ditemukannya ternak yang berkeliaran bebas di Labuan Bajo sampai sekarang, sapi khususnya, kata Wabup Weng, itu adalah fakta.

Menurut Wabup Weng, terkait penertiban dan pengawasan ternak sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Mabar terbaru. Kelak hal-hal teknisnya akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Mabar.

Dalam penyusunan Perbup tersebut, lanjut Wabup Weng, harus melibatkan masyarakat di desa/kelurahan, Pemerintah Desa/Kelurahan, RT-RW (Rukun Tetangga-Rukun Warga) di seluruh Mabar, karena mereka yang tahu kondisi lapangan.

“Mungkin Ketua RT-RW yang akan diundang ke Labuan Bajo terkait ini hanya perwakilan saja. Berat diundang semua,” kata Wabup Weng.

Baca Juga :  Pater Pian Lado: Umat Paroki Onekore Berikan Kado Terindah untuk 150 Tahun SVD

Dalam Perda/Perbup tentang penertipan dan keamanan ternak tersebut, di antaranya terkait sanksi/denda bagi yang melanggar. Juga menyangkut pembuatan/letak tempat/lokasi kandang hewan/ternak berapa jarak dari pemukiman atau jarak dari rumah tetangga.

Soalnya yang ini juga riskan, karena berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan, antara lain terkait bau busuk kotoran binatang piaraan, seperti babi, kambing, sapi dan lain-lain, ujar Wabup Weng.

Atas hal-hal tersebut, maka itu pentingnya melibatkan RT-RW dalam pembuatan draf Perbup tersebut. Terkait ini, masukan- masukan dari mereka penting, karena mereka yang tahu kondisi lapangan.

Nanti kalau masyarakat mau buat kandang ternak mungkin perlu diketahui oleh Ketua RT setempat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mungkin tetangga menolak pembuatan kandang dimaksud karena takut bau busuk dan lain-lain, tetapi perasaan untuk disampaikan langsung kepada pemilik kandang ternak yang bersangkutan, maka Ketua RT yang sampaikan itu atas dasar aturan, ungkap Wabup Weng.

Baca Juga :  Listrik Padam Berkali-Kali, Ini Kata Manager ULP PLN Labuan Bajo

Bukan cuma itu, menyangkut Perbup ini juga terkait ribut gaduh musik. Itu semua diatur. Ditengarai bunyi musik di masyarakat juga volumenya besar-besar, mengganggu ketenangan lingkungan, meski itu oknum.

“Bunyi musik di masyarakat itu kan empat penjuru mata angin, walau itu oknum,” ujar Wabup Weng yang eks Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai tersebut.

Secara terpisah Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mabar, Abidin, juga senada. Bahwa di kota Labuan Bajo bayak ternak berkeliaran, sapi khususnya.

Ini erat kaitan dengan mental/perilaku oknum pemilik ternak. Mau piara hewan tetapi tidak memikirkan pakan dan lainnya. Sehingga lepas liar saja. Orang lain korban gegara ternak yang berkeliaran bebas itu, katanya.

Pantauan media ini akhir-akhir ini, salah satu titik dalam kota super premium Labuan Bajo yang banyak ditemui kotoran ternak (sapi) yakni area parkir kendaraan di kompleks Kantor Bupati Mabar. *

Penulis: Andre Durung I Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training
Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:13 WITA

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:21 WITA

Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta

Berita Terbaru

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA