ENDE, FLORESPOS.net-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Labuan Bajo telah melakukan operasi penindakan peredaran rokok ilegal di Ende, Kabupaten Ende, pada pekan lalu.
Operasi itu dilakukan secara mandiri oleh Bea Cukai tanpa melibatkan stakeholder terkait seperti Satpol PP dan polisi.
Pihak Bea Cukai juga mengakui operasi itu masih menyisir kios – kios kecil dan belum menyentuh pada level besar seperti agen dan distributor.
Pasca operasi tersebut rokok ilegal masih marak beredar di Ende seperti yang terlihat di kios-kios dalam kota.
Penelusuran media ini para penjual mengakui mendapatkan rokok itu dari sales yang datang menawarkan kepada mereka.
Kasat Pol PP Ende, Eman Taji, kepada florespos.net, Jumat (21/6/2024) mengatakan sudah diperintahkan oleh PJ Bupati Ende untuk menelusuri peredaran rokok ilegal di Ende.
Meski demikian Satpol PP Ende tidak langsung mengambil tindakan melakukan operasi tetapi tetap berkordinasi dengan Bea Cukai untuk melakukan operasi pasar.
“Soal rokok ilegal ini kami harus kordinasi dengan Bea Cukai. Saya sudah perintahkan Kabid Penegak Perda kordinasi dengan Bea Cukai untuk lakukan operasi pasar,” kata Eman Taji.
Kasat Pol PP menambahkan dalam kesepakatan dengan Bea Cukai pihaknya diberikan tiga tugas yaitu sosialisasi kepada masyarakat, deteksi dini dan operasi pasar.
“Kami harus kordinasi dengan mereka untuk operasi pasar karena ada MoU kami diberikan tiga tugas itu. Selain itu ada anggaran kepada kami dalam bentuk dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) maka kami memiliki kewenangan bersama Bea Cukai melakukan operasi pasar,” katanya.
Eman Taji mengatakan dalam waktu dekat Satpol PP Ende bersama Bea Cukai melakukan operasi pasar menyisir kios dan toko yang ada di Ende.
Eman Taji juga mengatakan pihaknya tidak mengetahui operasi yang dilakukan secara mandiri oleh Bea Cukai di Ende pekan lalu.
“Kami tidak tau ada operasi penindakan rokok ilegal dari Bea Cukai pekan lalu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya di media ini, data rekapan rokok ilegal hasil penindakan di Ende yang diterima florespos.net dari kantor Bea Cukai sebanyak 20 jenis rokok ilegal disita petugas Bea Cukai pada operasi tersebut.
Dari 20 jenis tersebut petugas menyita sebanyak 256 bungkus, 5.120 batang rokok ilegal dari kios- kios di Ende.
Jenis rokok tersebut antara lain Angker 18 bungkus, Power 3 bungkus, White Gold 6 bungkus, Guci Black 5 bungkus,
Suriya Gunung Ganam 3 bungkus, RC Red Bold 1 bungkus, SM Grape 10 bungkus, Gudang Djati Mid 3 bungkus dan Coffee Moccacino Filter 10 bungkus.
Ny Bold 10 bungkus, Capuccino Stik Twenty 12 bungkus, Seven 27 bungkus, Arrow 112 bungkus, Arrow Black 1 bungkus, ST 1 bungkus, Chanel 2 bungkus, Signal 1 bungkus, Trans 14 bungkus, Rocker Xtra 3 bungkus dan King Gareth 18 bungkus. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando