Miris, Jalan Raya Dalam Kota Ruteng Ditumbuhi Semak Belukar - FloresPos Net

Miris, Jalan Raya  Dalam Kota Ruteng Ditumbuhi Semak Belukar

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lama tak dilewati kendaraan pasca terjadi longsoran, jalan raya dalam Kota Ruteng ini ditumbuhi semak belukar.

Lama tak dilewati kendaraan pasca terjadi longsoran, jalan raya dalam Kota Ruteng ini ditumbuhi semak belukar.

RUTENG, FLORESPOS.net – Miris betul kondisi jalan raya dalam Kota Ruteng, persisnya di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Flores, NTT, yang sudah ditumbuhi semak belukar.

Jalan raya yang pernah dihotmiks itu merupakan jalur penghubung antar kampung, yakni dari dan ke Lao atau dari dan ke Bangka Tuke.

Sejumlah wartawan mendatangi lokasi jalan itu, Rabu (19/6/2024) untuk melihat dari dekat kondisi jalan itu setelah mendapat keluhan dari masyarakat.

Pada titik tersebut badan jalan tidak terlihat lagi karena sudah ditumbuhi rerumputan yang sudah besar.

Jalan raya berumput karena dalam empat tahun terakhir tidak pernah dilalui kendaraan pasca terjadi longsoran pada titik tersebut. Titik yang longsor menganga lebar.

Tanah turun memang cukup besar sehingga meninggalkan semacam lubang menganga pada kawasan persawahan dan kebun hortikultura masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Miris, Pipa Air Perumda Tirta Komodo Ruteng, Manggarai Sengaja Dirusak

Kondisi itu memang cukup menyulitkan dalam penanganannya. Apakah perlu dibuatkan semacam jembatan kecil atau membuat terase jalan baru pada titik tersebut agar jalur jalan bisa normal dilalui kendaraan lagi.

Seorang warga Aloysius Damat mengatakan, badan jalan putus karena bencana alam, tanah longsor sekitar 4-5 tahun lalu. Sejak waktu itu, jalan raya penghubung antar kelurahan tidak dilewati kendaraan.

“Ini murni bencana alam. Tanah yang longsor memang cukup besar,” katanya.

Pasca bencana itu, warga dan kelurahan telah melaporkan ke Pemkab Manggarai cq. BPBD untuk diketahui dan mungkin diambil tindakan yang perlu.

Tetapi tahun berganti tahun, titik bencana tidak ditangani hingga sekarang. Tidak heran, pada kawasan titik longsor itu ditumbuhi semak belukar. .

Permintaan masyarakat, tetap jalur jalan itu harus ditangani segera agar masyarakat tidak kesulitan untuk bepergian.

Baca Juga :  Polisi Belum Berikan Tanggapan Terhadap Tuntutan PMKRI di Mapolres Nagekeo

Dan, paling penting juga untuk memudahkan pengangkutan hasil sawah dan kebun ke rumah dan atau ke pasar setiap hari.

Warga lain, Herman Morat mengatakan, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda titik yang bermasalah itu mau ditangani. Masyarakat belum mendapat informasi untuk penanganannya.

“Sepertinya tidak ada upaya untuk menangani. Sepi saja untuk kami di sini,” katanya.

Jalur jalan ini mestinya menjadi prioritas jika ada masalah seperti sekarang ini. Jalur bisa menjadi jalur alternatif dari dan ke kota bila jalur Nasional macet atau ada persoalan.

Karena itu, Pemkab Manggarai diharapkan untuk berpikir, merencanakan, dan mengalokasikan anggaran untuk menangani jalan Lao menuju Bangka Tuke ini. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus 

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA