RUTENG, FLORESPOS.net – Miris betul kondisi jalan raya dalam Kota Ruteng, persisnya di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Flores, NTT, yang sudah ditumbuhi semak belukar.
Jalan raya yang pernah dihotmiks itu merupakan jalur penghubung antar kampung, yakni dari dan ke Lao atau dari dan ke Bangka Tuke.
Sejumlah wartawan mendatangi lokasi jalan itu, Rabu (19/6/2024) untuk melihat dari dekat kondisi jalan itu setelah mendapat keluhan dari masyarakat.
Pada titik tersebut badan jalan tidak terlihat lagi karena sudah ditumbuhi rerumputan yang sudah besar.
Jalan raya berumput karena dalam empat tahun terakhir tidak pernah dilalui kendaraan pasca terjadi longsoran pada titik tersebut. Titik yang longsor menganga lebar.
Tanah turun memang cukup besar sehingga meninggalkan semacam lubang menganga pada kawasan persawahan dan kebun hortikultura masyarakat tersebut.
Kondisi itu memang cukup menyulitkan dalam penanganannya. Apakah perlu dibuatkan semacam jembatan kecil atau membuat terase jalan baru pada titik tersebut agar jalur jalan bisa normal dilalui kendaraan lagi.
Seorang warga Aloysius Damat mengatakan, badan jalan putus karena bencana alam, tanah longsor sekitar 4-5 tahun lalu. Sejak waktu itu, jalan raya penghubung antar kelurahan tidak dilewati kendaraan.
“Ini murni bencana alam. Tanah yang longsor memang cukup besar,” katanya.
Pasca bencana itu, warga dan kelurahan telah melaporkan ke Pemkab Manggarai cq. BPBD untuk diketahui dan mungkin diambil tindakan yang perlu.
Tetapi tahun berganti tahun, titik bencana tidak ditangani hingga sekarang. Tidak heran, pada kawasan titik longsor itu ditumbuhi semak belukar. .
Permintaan masyarakat, tetap jalur jalan itu harus ditangani segera agar masyarakat tidak kesulitan untuk bepergian.
Dan, paling penting juga untuk memudahkan pengangkutan hasil sawah dan kebun ke rumah dan atau ke pasar setiap hari.
Warga lain, Herman Morat mengatakan, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda titik yang bermasalah itu mau ditangani. Masyarakat belum mendapat informasi untuk penanganannya.
“Sepertinya tidak ada upaya untuk menangani. Sepi saja untuk kami di sini,” katanya.
Jalur jalan ini mestinya menjadi prioritas jika ada masalah seperti sekarang ini. Jalur bisa menjadi jalur alternatif dari dan ke kota bila jalur Nasional macet atau ada persoalan.
Karena itu, Pemkab Manggarai diharapkan untuk berpikir, merencanakan, dan mengalokasikan anggaran untuk menangani jalan Lao menuju Bangka Tuke ini. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus










