ENDE, FLORESPOS.net-Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Ende, Provinsi NTT melalui UPTD Latihan Kerja memberikan pelatihan komptensi dasar kepada 176 peserta.
Kegiatan pelatihan itu telah dibuka oleh Kepala Dinas Transnaker Ende, Oktavianus Rua Putra di Aula LLK Ende, Senin (20/5/2024) siang.
Pelatihan berbasis kompetensi dasar tersebut bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada peserta untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di Ende.
Kepala Dinas Transnaker Ende, Oktavianus Rua Putra mengatakan pelatihan seperti ini adalah bagian dari indikator Transnaker Ende untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang saat ini belum memiliki pekerjaan.
“Tujuannya agar peserta memiliki keterampilan sesuai dengan kejuruan yang dipilih dan menjadi wirausaha baru di masyarakat,” katanya.
Kadis Transnaker Ende mengatakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi dasar tersebut didanai oleh APBN melalui BLK Lombok Timur.
Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini mendaftar sendiri melalui aplikasi Kementerian dan mengikuti seleksi sejak dua bulan lalu.
Pelatihan kompetensi dasar tersebut memiliki sembilan kelas atau kejuruan yaitu tata boga, bangunan, industri kreatif, teknik informatika dan komunikasi, Garmen Apparel, teknik otomotif, tata kecantikan, teknik elektro dan teknik pengelasan.
Waktu pelatihan bervariasi tergantung dari kelas atau kejuaraan masing- masing. Paling cepat 18 hari dan paling lama 43 hari.
Oktavianus menargetkan setelah kegiatan pelatihan ini akan diberikan pendampingan lanjutan agar peserta dapat mengembangkan kompetensi yang dimiliki.
“Kita berharap ada pendampingan lanjutan yang kita bisa dapat melalui APBD untuk modal usaha. Tujuannya agar berkelanjutan,” katanya.
Leonarda Novia Mithe, peserta pelatihan mengatakan dirinya senang bisa masuk sebagai peserta pelatihan. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk memperkuat keterampilannya di bidang komputer.
“Saya pilih pelatihan operator komputer. Kesempatan ini saya belajar untuk menambah ilmu yang akan jadi bekal untuk bekerja dan membuka usaha,” katanya. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando










