Warga Labolewa dan Ulupulu Larang Bangun Jembatan Menuju Waduk Lambo - FloresPos Net

Warga Labolewa dan Ulupulu Larang Bangun Jembatan Menuju Waduk Lambo

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; module: photo; 
hw-remosaic: false; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: HDR ; 
sceneMode: 2; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 69.0; 
aec_lux_index: 0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0; 
albedo:  ; 
confidence:  ; 
motionLevel: 0; 
weatherinfo: null; 
temperature: 42;

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; module: photo; hw-remosaic: false; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: HDR ; sceneMode: 2; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 69.0; aec_lux_index: 0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0; albedo: ; confidence: ; motionLevel: 0; weatherinfo: null; temperature: 42;

MBAY, FLORESPOS.net-Sejumlah warga Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, dan Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, melarang pihak yang membangun jembatan pintu masuk menuju lokasi pembangunan strategis nasional Waduk Mbay-Lambo pada Selasa (6/5/2024).

Larangan sejumlah warga tersebut sebagai akibat dari tanah yang dikerjakan untuk jembatan itu hingga saat ini belum ada ganti rugi.

“Ia pak, kami kemarin ada larang PT. PSI sub kontrak dari PT Waskita Karya. Mereka datang mau kerja tapi kami larang,” kata Fredinandus Mepa, warga Labolewa membenarkan itu ketika ditemui Florespos.net di lokasi pembangunan jembatan akses menuju Waduk Mbay-Lambo, Rabu (7/5/2024) siang.

Ferdi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Waduk Mbay-Lambo. Namun mereka meminta pihak-pihak terkait segera merealisasikan ganti rugi.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Tak Tanggung Biaya Kesehatan Korban Kecelakaan Akibat Mabuk Sopi

“Kami tidak melarang. Kami hanya minta segera bayar,” katanya.

Ferdi menegaskan, apa bila tanah pembangunan jembatan itu tidak segera di bayar maka pihaknya tidak mengijin sejengkal tanahnya untuk di bangun jembatan.

Sementara Alfonsa Wea yang tanahnya terdampak pembangunan jembatan menuju pembangunan Waduk Mbay-Lambo mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Waduk Mbay-Lambo.

Namun, dirinya hanya meminta pemerintah untuk segera bayar ganti rugi.

“Pa kami tidak sekolah. Jangan bikin bodoh kami. Apa lagi kami orang susah seperti ini. Mau kemana kami mengadu,” katanya saat di temui Florespos.net, Rabu (7/5/2024), di kediamannya di Desa Ulupulu.

Baca Juga :  Kejari Segera Melakukan Penyelidikan Dugaan Uang Hilang Rp 3 Miliar di RSUD Ende

Dijelaskan, bidang tanah dan rumahnya itu masuk dalam proyek strategis nasional pembangunan Waduk Mbay-Lambo.

Bahkan bidang tanah dan rumahnya telah di ukur oleh pihak terkait. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bayar kompensasinya.

“Belum ada ganti rugi tiba-tiba datang mau bangun Jembatan. Yang pasti kami tidak Terima. Lalu mau bangun Jembatan kami mau tinggal di mana. Apakah kami mau tinggal di bawa kolom Jembatan,” tanya Alfonsa.

Alfonsa menegaskan, apa bila belum ada ganti rugi pihaknya tidak akan mengijinkan sejengkal tanah untuk pembangunan jembatan tersebut. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Cross Way Putus, Akses ke Tiga Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG Flores Timur, Ogie Silimalar: Cek Kesehatan Gratis, Pintu Masuk Deteksi Penyakit
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:05 WITA

Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:46 WITA

WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA