Warga Labolewa dan Ulupulu Larang Bangun Jembatan Menuju Waduk Lambo - FloresPos Net

Warga Labolewa dan Ulupulu Larang Bangun Jembatan Menuju Waduk Lambo

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sejumlah warga Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, dan Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, melarang pihak yang membangun jembatan pintu masuk menuju lokasi pembangunan strategis nasional Waduk Mbay-Lambo pada Selasa (6/5/2024).

Larangan sejumlah warga tersebut sebagai akibat dari tanah yang dikerjakan untuk jembatan itu hingga saat ini belum ada ganti rugi.

“Ia pak, kami kemarin ada larang PT. PSI sub kontrak dari PT Waskita Karya. Mereka datang mau kerja tapi kami larang,” kata Fredinandus Mepa, warga Labolewa membenarkan itu ketika ditemui Florespos.net di lokasi pembangunan jembatan akses menuju Waduk Mbay-Lambo, Rabu (7/5/2024) siang.

Ferdi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Waduk Mbay-Lambo. Namun mereka meminta pihak-pihak terkait segera merealisasikan ganti rugi.

Baca Juga :  Bupati Nagekeo Kukuhkan Paskibra Angkatan XIX

“Kami tidak melarang. Kami hanya minta segera bayar,” katanya.

Ferdi menegaskan, apa bila tanah pembangunan jembatan itu tidak segera di bayar maka pihaknya tidak mengijin sejengkal tanahnya untuk di bangun jembatan.

Sementara Alfonsa Wea yang tanahnya terdampak pembangunan jembatan menuju pembangunan Waduk Mbay-Lambo mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Waduk Mbay-Lambo.

Namun, dirinya hanya meminta pemerintah untuk segera bayar ganti rugi.

“Pa kami tidak sekolah. Jangan bikin bodoh kami. Apa lagi kami orang susah seperti ini. Mau kemana kami mengadu,” katanya saat di temui Florespos.net, Rabu (7/5/2024), di kediamannya di Desa Ulupulu.

Baca Juga :  Reses Terkatung-Katung, Sejumlah Anggota DPRD Manggarai Barat Kecewa Berat

Dijelaskan, bidang tanah dan rumahnya itu masuk dalam proyek strategis nasional pembangunan Waduk Mbay-Lambo.

Bahkan bidang tanah dan rumahnya telah di ukur oleh pihak terkait. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bayar kompensasinya.

“Belum ada ganti rugi tiba-tiba datang mau bangun Jembatan. Yang pasti kami tidak Terima. Lalu mau bangun Jembatan kami mau tinggal di mana. Apakah kami mau tinggal di bawa kolom Jembatan,” tanya Alfonsa.

Alfonsa menegaskan, apa bila belum ada ganti rugi pihaknya tidak akan mengijinkan sejengkal tanah untuk pembangunan jembatan tersebut. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo
Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Capai 103 Orang, 7.492 Gempa Susulan
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Membantu Masyarakat Pedalaman Ngada yang Belum Tersentuh
Di Hadapan Presiden Prabowo, Bupati Nagekeo Soroti Sukses MBG Tapi Minim Bahas Pelajar Korban Gempa
Astra Group Salurkan Bantuan Bagi Desa Gera, Panti Dhymphma dan Panti Lansia CIJ
Astra Group Salurkan 30 Paket Sembako Bagi Wartawan di Sikka
ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto
Perdana Injak Kaki di Tanah Nagekeo untuk Bantu Korban Gempa–Terima Kasih Presiden Prabowo
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Capai 103 Orang, 7.492 Gempa Susulan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:12 WITA

IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Membantu Masyarakat Pedalaman Ngada yang Belum Tersentuh

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Di Hadapan Presiden Prabowo, Bupati Nagekeo Soroti Sukses MBG Tapi Minim Bahas Pelajar Korban Gempa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:27 WITA

Astra Group Salurkan Bantuan Bagi Desa Gera, Panti Dhymphma dan Panti Lansia CIJ

Berita Terbaru