Gendang One Lingko Pe’ang: Basis Pendekatan Budaya Pengembangan Destinasi Parapuar - FloresPos Net

Gendang One Lingko Pe’ang: Basis Pendekatan Budaya Pengembangan Destinasi Parapuar

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Demi percepatan pengembangan destinasi Parapuar sebagai kawasan pariwisata terintegrasi di Labuan Bajo Flores, BPOLBF bersama Tim Ahli Reviu Master Plan Parapuar melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) reviu Master Plan Parapuar.

Acara dimaksud diadakan secara Hybrid di Ruang Rapat Utama Kantor Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/5/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses reviu Master Plan Parapuar yang telah ada, guna memperkuat beberapa konten dan desain pengembangan kawasan terutama dari segi unsur budaya.

Penguatan konten budaya Manggarai dalam pengembangan kawasan Parapuar merupakan strategi BPOLBF untuk memperkenalkan basis nilai budaya yang merupakan tonggak dalam pengembangan pariwisata. Destinasi Parapuar diharapkan dapat menjadi model dan ruang showcase dari kekayaan kearifan lokal masyarakat Manggarai Raya dan NTT pada umumnya.

Plt. Direktur Utama BPOLBF Fransiskus Saverius Teguh ketika itu menyampaikan bahwa konteks budaya akan menjadi jiwa dari kawasan Parapuar yang termanifestasi dalam desain dan rencana pengembangan kawasan.

“FGD hari ini merupakan salah satu cara BPOLBF untuk mewujudkan agar budaya kita secara optimal dan maksimal terakomodir dan menjadi jiwa dalam Master Plan dan desain pengembangan Parapuar,” ujar Frans Teguh.

Baca Juga :  Objek Sengketa Gugatan Perdata Tanah Nanga Banda Manggarai Bukan 16 Hektar

BPOLBF, menurut Frans Teguh, ingin menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan pariwisata kita punya karakter dengan visi yang jelas bahwa Parapuar dapat menjadi showcase dari berbagai keunggulan, kekayaan budaya, karakter, dan keunikan kita. Melalui showcase yang tampilkan ini diharapkan dapat mendorong wisatawan ke tempat-tempat yang termanifestasikan di Parapuar, bebernya.

Dalam FGD reviu Master Plan tersebut, BPOLBF juga mengundang Gabriel Mahal, salah satu tokoh pecinta dan pemerhati budaya Manggarai untuk memberikan insight, pandangan, dan sharing dalam pengembangan Kawasan Parapuar.

Ia menyampaikan beberapa poin penting tentang konten budaya yang harus ditampilkan di Parpauar, seperti pola perkampungan, susunan rumah menurut statusnya dalam pola perkampungan, dan orientasi pola perkampungan masyarakat Manggarai yang sarat akan makna dan kearifan lokal.

Parapuar ingin membangun kesadaran akan lingkungan dan budaya. Ketika membangun Parapuar, itu seperti membangun kampung baru. Ketika membangun kampung baru maka harus mengikuti pola kampung lama orang Manggarai dan Parapuar menyatukan itu semua dan merepresentasikan Gendang One Lingko Pe’ang. Itu adalah  jiwa dari Parapuar. Kawasan ini dapat memunculkan kembali pola perkampungan masyarakat Manggarai, jelas Gabriel Mahal.

Baca Juga :  Respon Kristo Loko Ketika Ditanya Maju Cabup atau Cawabup Ngada

Filosofi “Gendang One Lingko Pe’ang” sendiri merupakan ruang hidup orang Manggarai yang mencerminkan kedalaman nilai-nilai warisan leluhur. Ruang ini secara umum mencakup lima bagian, yaitu Kampung (Beo Bate Elor/Natas Bate Labar), Rumah Adat (Mbaru Bate Kaeng, Mbaru Gendang), Altar Persembahan (Compang Bate Takung), Kebun (Uma Bate Duat/Lingko), dan Sumber Air (Wae Bate Teku).

Lanjut Gabriel selain konten- konten budaya, yang harus juga diperhatikan adalah ritual-ritual adat yang perlu dilakukan saat pembangunan atau pengembangan itu dilakukan di Parapuar.

“Selain itu, kita juga harus memperhatikan ritual adat yang perlu dilakukann sehingga Parapuar punya spirit (semangat) dan value (nilai) yang saling terkoneksi,” bebernya.

FGD dan Sharing Session ini dihadiri oleh peserta FGD yang terdiri dari pegawai BPOLBF dan Tim Ahli Reviu Master Plan Parapuar. Tim ini terdiri dari: Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Kepariwisataan, Tenaga Ahli Teknik Sipil, Tenaga Ahli Arsitektur dan Perancangan Tapak, Tenaga Ahli Teknik Lingkungan, Geografi, Ekonomi, Budaya dan Arkeologi, Tenaga Ahli Ekonomi, Tenaga Ahli Mecanical, Electrical and Plumbing (MEP) dan Telekomunikasi, dan Tenaga Ahli Pemetaan/GIS. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal
Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah
Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains
Ombudsman Tegaskan Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
Berikan Perlindungan bagi Masyarakat Adat, Pemda Ngada Sosialisasikan Pendaftaran Tanah Ulayat
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Ketua TP Posyandu Sikka Sosialisasikan 6 SPM Bagi Kader di Magepanda
Bupati Sikka Dukung Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 5,29 Hektar di Waigete
Tenaga Ahli Mensos Dukung Program Pendidikan Bupati Sikka, Siapkan Sekolah Rakyat untuk 1.000 Anak
Berita ini 207 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:27 WITA

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WITA

Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah

Kamis, 30 April 2026 - 11:30 WITA

Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Ombudsman Tegaskan Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Kamis, 30 April 2026 - 07:07 WITA

Berikan Perlindungan bagi Masyarakat Adat, Pemda Ngada Sosialisasikan Pendaftaran Tanah Ulayat

Berita Terbaru

Camat Bajawa Stephanus FH Dore, melakukan tendangan perdana Futsal SDK Regina Pacis Bajawa Vs SDI Waturutu, di lapangan Futsal SDI Waturutu,Selasa (28/4/2026).

Nusa Bunga

Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:30 WITA