Bawaslu Ende Petakan TPS yang Masuk Kategori Rawan Pelanggaran - FloresPos Net

Bawaslu Ende Petakan TPS yang Masuk Kategori Rawan Pelanggaran

- Jurnalis

Selasa, 13 Februari 2024 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Bawaslu Kabupaten Ende, Provinsi NTT melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah kerjanya yang masuk dalam kategori rawan terjadi pelanggaran.

Berdasarkan hasil pemetaan, Bawaslu Ende menyebutkan sekitar 290 TPS yang masuk kategori rawan pelanggaran merujuk pada 7 variabel yang ditetapkan.

Anggota Bawaslu Ende Kordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H), Miftah Faridl, S.sos kepada wartawan Selasa, (13/2/2024) mengatakan dari total 983 TPS di Kabupaten Ende Bawaslu mengidentifikasi ada 290 TPS yang masuk kategori rawan terjadinya pelanggaran.

“Hasil pemetaan kerawanan TPS di Ende sebanyak  290 TPS berpotensi rawan dan dapat mengganggu atau menghambat proses kegiatan pemungutan dan penghitungan suara,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Barat Sampaikan Unek-unek kepada Pemerintah Pusat

Dikatakanya penentuan TPS masuk kategori rawan tersebut  merujuk pada 7 variabel.

Pertama, penggunaan hak pilih DPT yang tidak memenuhi syarat, DPTb, DPK, dan KPPS di luar domisili.

Kedua, keamanan riwayat kekerasan dan atau intimidasi.

Ketiga, kampanye politik uang dan atau ujaran kebencian di sekitar TPS.

Keempat, netralitas penyelenggara, ASN, TNI/Polri, Kepala Desa dan atau Perangkat Desa.

Kelima, logistik riwayat kerusakan, kekurangan,kelebihan, tertukar, dan atau keterlambatan.

Baca Juga :  BRI Ende Kembali Gelar Undian Simpedes, Berikan 24 Hadiah

Keenam, lokasi TPS sulit dijangkau, rawan bencana, dekat dengan lembaga pendidikan, dekat dengan posko rumah tim kampanye peserta pemilu dan atau lokasi khusus.

Ketujuh, jaringan listrik dan internet.

Beberapa TPS di Kecamatan Ndona, Detukeli, Kota Baru dan Wewaria masih terkendala dengan jaringan listrik dan iternet.

Miftah mengatakan terkait dengan pemetaan kerawanan tersebut Bawaslu Ende telah menginstruksikan jajaran pengawas Desa dan Kelurahan serta Panwaslu Kecamatan untuk melakukan identifikasi TPS Rawan di masing-masing Desa dan Kelurahan. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA