LARANTUKA, FLORESPOS.net-Aktivitas erupsi atau gempa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama satu minggu terakhir ini mengalami penurunan.
Meski begitu, secara umum tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tetap berada di Level IV awas.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat sekitar dan pengunjung tetap waspada dan awas terhadap guguran awan panas dan guguran lava dari puncak erupsi.
“Sesuai pengamatan selama sepekan ini, aktivitas bencana geologi erupsi atau gempa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki menurun,” kata Anselmus Bobyson Lamanepa, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Pululera, Kecamatan Wulanggintang kepada wartawan, Kamis (25/1/2024) petang.

Dia mengatakan, sesuai pengamatan visual dan instrumental Pos PGA di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang terhadap bencana geologi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dalam satu minggu terakhir ini menurun.
Tetap Waspada Potensi Guguran
Akan tetapi, menurut Boby Lamanepa, aktivitas gempa guguran awan panas dan guguran lava Gunung Lewotobi Laki-laki masih sangat meningkat.
Karena itu masyarakat sekitar dan pengunjung perlu terus mewaspadai potensi guguran awan panas dan guguran lava dari puncak kawah dan pusat erupsi.
“Masih ada potensi lebih besar guguran awan panas dan guguran lava. Kita perlu waspadai potensi guguran awan panas dan guguran lava. Karena itu tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih Level IV Awas,” katanya.
Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera pada periode pengamatan Kamis (25/1/2024), menyebutkan, sepanjang pukul 18.00-24.00 Wita, cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mendung dan hujan.
Secara visual Gunung Lewotobi Laki-laki tertutup kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah Timur Laut dan Timur.
“Gempa guguran berjumlah 20 kali dengan amplitudo: 3.7-47.3 mm berdurasi: 22-168 detik. Low Frekuensi berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 7.4 mm berduarsi: 21 detik. Tektonik Jauh berjumlah 8 kali dengan amplitudo: 11.8-47.3 mm, S-P : 22-25 detik berdurasi 68-97 detik,” kata Fransiskus Xaverius Masan, Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera dalam keterangan tertulis, Jumat (26/1/2024) pagi.

Sementara periode pengamatan Jumat (26/1/2024) pukul 00.00-06.00 Wita, Bobyson Lamanepa melaporkan, secara visual gunung diselimuti kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Visual CCTV: Aliran lava arah Timur Laut sejauh l.k. 4 km. Gempa guguran berjumlah 12 kali dengan amplitudo: 7.4-29.6 mm berdurasi 22-154 detik.
Low Frekuensi berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 7.4 mm berdurasi: 15 detik. Vulkanik Dangkal berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 25.9 mm berdurasi 16 detik.
Vulkanik Dalam berjumlah 3 kali dengan amplitudo: 29.6-47.3 mm, S-P : 1.6-3.5 detik berdurasi: 18-29 detik dan Tektonik Jauh berjumlah 2 kali dengan amplitudo: 14.8-29.6 mm, S-P: 22-24 detik berdurasi: 78-84 detik.
Bobyson Lamanepa mengatakan, PVMBG Pos PGA Lewotobi Laki-laki merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer (km) dari pusat erupsi dan sektoral 6 km ke arah Timur Laut.
“Rekomendasi perubahan di daerah sektoral yang tadinya 6 km Utara dan Timur Laut sekarang hanya 6 km arah Timur Laut. Secara regional atau umum dalam radius 5 km dari pusat erupsi,” katanya.
Data Warga Terdampak
Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur Heronimus Lamawuran dalam rilisnya kepada media, Jumat (26/1/2024) melaporkan hingga Kamis (25/1/2024) pukul 18.00 Wita, warga terdampak yang mengungsi baik di posko-posko maupun rumah penduduk berjumlah 6.279 jiwa.
Heri menjelaskan 6.279 jiwa tersebut, dengan perincian 2.565 jiwa warga terdampak mengungsi tersebar pada 8 titik tenda dan 3.654 jiwa tersebar pada 32 titik desa di Kabupaten Flores Timur dan 3 titik desa di Kabupaten Sikka.
Kata Heri, warga terdampak itu, dari Kecamatan Wulanggitang, yakni Desa Nawokote, Desa Hokeng Jaya, Desa Klatonlo, dan Desa Boru. Kecamatan Ilebura, yakni Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Dulipali dan Desa Riangrita. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










