Gempa Letusan Gunung Lewotobi Menurun, PVMBG Imbau Tetap Waspada Guguran Awan Panas dan Lava - FloresPos Net

Gempa Letusan Gunung Lewotobi Menurun, PVMBG Imbau Tetap Waspada Guguran Awan Panas dan Lava

- Jurnalis

Jumat, 26 Januari 2024 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Aktivitas erupsi atau gempa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama satu minggu terakhir ini mengalami penurunan.

Meski begitu, secara umum tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tetap berada di Level IV awas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat sekitar dan pengunjung tetap waspada dan awas terhadap guguran awan panas dan guguran lava dari puncak erupsi.

“Sesuai pengamatan selama sepekan ini, aktivitas bencana geologi erupsi atau gempa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki menurun,” kata Anselmus Bobyson Lamanepa, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Pululera, Kecamatan Wulanggintang kepada wartawan, Kamis (25/1/2024) petang.

Tampak Gunung Lewotobi Laki-laki diselimut awan dan kabut diambil dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Kamis (25/1/2024) petang. Foto: Wentho Eliando

Dia mengatakan, sesuai pengamatan visual dan instrumental Pos PGA di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang terhadap bencana geologi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dalam satu minggu terakhir ini menurun.

Tetap Waspada Potensi Guguran

Akan tetapi, menurut Boby Lamanepa, aktivitas gempa guguran awan panas dan guguran lava Gunung Lewotobi Laki-laki masih sangat meningkat.

Karena itu masyarakat sekitar dan pengunjung perlu terus mewaspadai potensi guguran awan panas dan guguran lava dari puncak kawah dan pusat erupsi.

Baca Juga :  Bukan Menang tapi Juara ('Dance Bola-Bola' Meriahkan Kemerdekaan RI di Kampung Waibalun)

“Masih ada potensi lebih besar guguran awan panas dan guguran lava. Kita perlu waspadai potensi guguran awan panas dan guguran lava. Karena itu tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih Level IV Awas,” katanya.

Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera pada periode pengamatan Kamis (25/1/2024), menyebutkan, sepanjang pukul 18.00-24.00 Wita, cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mendung dan hujan.

Secara visual Gunung Lewotobi Laki-laki tertutup kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah Timur Laut dan Timur.

“Gempa guguran berjumlah 20 kali dengan amplitudo: 3.7-47.3 mm berdurasi: 22-168 detik. Low Frekuensi berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 7.4 mm berduarsi: 21 detik. Tektonik Jauh berjumlah 8 kali dengan amplitudo: 11.8-47.3 mm, S-P : 22-25 detik berdurasi 68-97 detik,” kata Fransiskus Xaverius Masan, Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera dalam keterangan tertulis, Jumat (26/1/2024) pagi.

Anselmus Bobyson Lamanepa, Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera, Kecamatan Wulanggitang sedang menunjukkan periode pengamatan selama sepekan terakhir kepada wartawan, Kamis (25/1/2024) petang. Foto: Wentho Eliando

Sementara periode pengamatan Jumat (26/1/2024) pukul 00.00-06.00 Wita, Bobyson Lamanepa melaporkan, secara visual gunung diselimuti kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Baca Juga :  Kapolres Ende Periksa HP Anggota, Ada Apa Ya?

Visual CCTV: Aliran lava arah Timur Laut sejauh l.k. 4 km. Gempa guguran berjumlah 12 kali dengan amplitudo: 7.4-29.6 mm berdurasi 22-154 detik.

Low Frekuensi berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 7.4 mm berdurasi: 15 detik. Vulkanik Dangkal berjumlah 1 kali dengan amplitudo: 25.9 mm berdurasi 16 detik.

Vulkanik Dalam berjumlah 3 kali dengan amplitudo: 29.6-47.3 mm, S-P : 1.6-3.5 detik berdurasi: 18-29 detik dan Tektonik Jauh berjumlah 2 kali dengan amplitudo: 14.8-29.6 mm, S-P: 22-24 detik berdurasi: 78-84 detik.

Bobyson Lamanepa mengatakan, PVMBG Pos PGA Lewotobi Laki-laki merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer (km) dari pusat erupsi dan sektoral 6 km ke arah Timur Laut.

“Rekomendasi perubahan di daerah sektoral yang tadinya 6 km Utara dan Timur Laut sekarang hanya 6 km arah Timur Laut. Secara regional atau umum dalam radius 5 km dari pusat erupsi,” katanya.

Data Warga Terdampak

Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur Heronimus Lamawuran dalam rilisnya kepada media, Jumat (26/1/2024) melaporkan hingga Kamis (25/1/2024) pukul 18.00 Wita, warga terdampak yang mengungsi baik di posko-posko maupun rumah penduduk berjumlah 6.279 jiwa.

Heri menjelaskan 6.279 jiwa tersebut, dengan perincian 2.565 jiwa warga terdampak mengungsi tersebar pada 8 titik tenda dan 3.654 jiwa tersebar pada 32 titik desa di Kabupaten Flores Timur dan 3 titik desa di Kabupaten Sikka.

Kata Heri, warga terdampak itu, dari Kecamatan Wulanggitang, yakni Desa Nawokote, Desa Hokeng Jaya, Desa Klatonlo, dan Desa Boru. Kecamatan Ilebura, yakni Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Dulipali dan Desa Riangrita. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru