Dua Pekan Erupsi Lewotobi Laki-laki, 3.122 Warga Terdampak di 2 Posko Terserang 15 Jenis Penyakit

- Jurnalis

Senin, 15 Januari 2024 - 12:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posko Pengungsian Kantor Desa Konga, Kabupaten Flores Timur. Foto: wentho Eliando

Posko Pengungsian Kantor Desa Konga, Kabupaten Flores Timur. Foto: wentho Eliando

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama dua pekan sejak Senin (1/1/2024) hingga Minggu (14/1/2024) malam, kian menggila.

Selain membuat sedikitnya 6.550 warga terdampak mengungsi, baik di tenda-tenda/posko yang disediakan pemerintah daerah (Pemda), fasilitas umum maupun rumah warga, dampak lainnya memuncul 15 jenis penyakit.

Florespos.net mencatat, 15 jenis penyakit dimaksud, yakni Ispa (gangguan pernapasan akut), dermatitis (penyakit kulit/gatal-gatal), dyspepsia (Rasa tidak nyaman pada perut/asam lambung atau maag), gastritis (peradangan dinding lambung), mialgia (nyeri otot).

Seterusnya, hingofaringitis akut (Infeksi rongga hidung hingga tenggrokan atau faring), hipertensi (darah tinggi), influenza (pilek), chepalgia (sakit kepala).

Obs fibris (demam), diare (buang air besar encer atau berair), faringitis (radang tenggorokan), kongjuvinitas (radang mata), vulnus (luka) dan malaria.

Data yang dihimpun Florespos.net, Minggu (14/1/2024) malam, berdasarkan data sementara tertera pada papan informasi di Posko Kantor Camat Wulanggitang, disebutkan hingga Sabtu (13/1/2024) pukul 18.00 Wita, tercatat 3.122 warga di 2 Posko terserang 15 penyakit.

Baca Juga :  Dokter Clara Tegaskan Tidak Benar Manajemen RSUD TC Hillers Minta Jatah Dana Jasa Layanan Covid-19

Dirincikan, Ispa menyerang 1.518 jiwa, dermatitis 312 jiwa, dyspepsia 179 jiwa, gastritis 132 jiwa, mialgia 134 jiwa, rhingofaringitis akut 134 jiwa, hipertensi 130 jiwa.

Lalu, influenza 102 jiwa, chepalgia 92 jiwa, obs fbris 103 jiwa, diare 39 jiwa, faringitis 30 jiwa, kongjuvinitas 35 jiwa, vulnus 33 jiwa dan malaria 1 jiwa.

Limabelas jenis penyakit itu tersebar di 2 posko. Namun, tidak disebutkan 2 posko dimaksud dan dirincikan jumlah warga terdampak langsung yang mengungsi di 2 posko itu yang sudah terserang 15 jenis penyakit.

Ironis, kalau 15 jenis penyakit itu menyerang warga terdampak yang mengungsi pada 2 posko, yakni SMPN Wulanggitang di Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Posko Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Dua posko itu diketahui selama dua pekan sejak Senin (1/1/2024) hingga Minggu (14/1/2024), ditangani dan diurus oleh Pemda Flores Timur yang notabene punya anggaran (biaya tak terduga-BTT miliaran rupiah) yang cukup.

Baca Juga :  Bupati Don: Berharap Para Kades Ingat Kembali Sumpah Jabatan

Apalagi 2 posko itu juga selama dua pekan ini menjadi tempat pendataan dan penerimaan ratusan bahkan mendekati ribuan bantuan kemanusian yang datang dari berbagai pihak ketiga.

Selain itu, masih berdasarkan data yang sama disebutkan hingga Sabtu (13/1/2024) pukul 18.00 Wita, tercatat warga terdampak langsung yang mengungsi berjumlah 6.550 jiwa.

Dari 6.550 jiwa itu, 4.087 jiwa tersebar pada 31 titik pengungsian di Kabupaten Flores Timur dan 3 desa di Kabupaten Sikka.

Sementara 2.436 jiwa lainnya mengungsi di tenda baik tenda mandiri maupun tenda-tenda pada dua posko disediakan Pemda Flores Timur. Warga yang mengungsi di fasilitas umum tersebar di 1 titik berjumlah 27 jiwa. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kapolres Ende Terima Penghargaan dari Ketua Panitia Eltari Memorial Cup ke XXXIV
NTT Mart di Sikka, Wabup Harap Jadi Penggerak Utama Pemasaran Produk Lokal
Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 10:38 WITA

Kapolres Ende Terima Penghargaan dari Ketua Panitia Eltari Memorial Cup ke XXXIV

Senin, 15 Desember 2025 - 10:10 WITA

NTT Mart di Sikka, Wabup Harap Jadi Penggerak Utama Pemasaran Produk Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 08:42 WITA

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA