Dua Orang Muda Kajong Manggarai Belajar Kepemimpinan Desa di Jepang - FloresPos Net

Dua Orang Muda Kajong Manggarai Belajar Kepemimpinan Desa di Jepang

- Jurnalis

Senin, 18 Desember 2023 - 13:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Memiliki jaringan kerja sama baik dalam dan luar negeri, Pastor Paroki Kajong, Kabupaten Manggarai, Keuskupan Ruteng, NTT, dua pemuda dan pemudi parokinya bisa menjadi partisipan untuk belajar  kepemimpinan desa di Jepang.

Kesempatan emas belajar di luar negeri itu didapat umat Paroki Kajong, Yohanes Ali dan Angela Sari Biu.

Dua orang muda itu tak tanggung-tanggung berada di Jepang selama 9 bulan.

Dihubungi wartawan, Senin (18/12/2023), Pastor Paroki Kajong, Rm. Bernard Palus Pr, mengatakan, mengirim orang dari kampung untuk belajar di luar negeri sudah dilakukannya sejak tahun 2017 saat menjadi pastor paroki di pedalaman Matim.

“Orang yang potensial kita kirim untuk belajar. Butuh banyak jejaring memang untuk bisa lakukan ini dan itu untuk bangun umat, bangun paroki,” katanya.

Dirinya bisa mengirim umatnya keluar negeri, ke lembaga Asian Rural Institute (ARI) di Jepang berkat Sr. Ino di Tokyo dari Kongregasi Hati Kudus Yesus RSCJ.

Baca Juga :  ASEAN-Korea Selatan Tingkatkan Kerja Sama Perangi Kejahatan

Dua partisipan itu sudah menyelesaikan kegiatan belajar  kepemimpinan di negeri Sakura Jepang dan telah kembali ke Manggarai.

Dikatakan, apa yang dilakukan ini merupakan upaya untuk membuka wawasan dan mengubah cari berpikir (mindset) orang muda dalam hal apa saja supaya bisa berinovasi.

Banyak pengalaman, studi tingkat tinggi bidang pertanian atau peternakan, tetapi setelah selesai, tidak mencintai dunia tani dan ternak.

Yang dicarinya kerja kantoran. Padahal, sudah tahu kerja di kantoran sulit dan tidak mudah.

Ketika kerja di kantoran tidak didapat, bisa menimbulkan banyak soal atau menjadi sumber kegelisahan dalam masyarakat dan gereja.

“Apa yang dilakukan ini kiranya bisa menjadi secuil harapan bagi generasi muda. Dua orang yang ikut kegiatan di Jepang ini, kiranya bisa banyak berbuat nantinya di paroki dan masyarakat,” katanya.

Menurut seorang peserta, Angela Sari Biu, belajar kepemimpinan desa itu merupakan kerja lembaga Asian Rural Institute. Lembaga ini   merupakan lembaga belajar untuk pemimpin pedesaan untuk Asia dan Afrika.

Baca Juga :  Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026

“Kurikulum belajarnya adalah melakukan pemimpin pelayan dan makan-hidup (foodlife),” katanya.

Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan seperti masalah lingkungan, pertanian organik, ketahanan pangan, pengolahan pangan; masalah gender, berbagai masalah sosial, lingkungan dan pembangunan.

Peserta tidak hanya belajar dalam lingkungan kampus, juga melakukan trip ke berbagai tempat di Jepang untuk perbandingan dan belajar langsung dari masyarakat Jepang tentang berbagai issu.

Peserta juga belajar memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan hidup khususnya di bidang pertanian agar tidak merusak alam.

Peserta lain, Yohanes Ali mengatakan, harapan dari kegiatan belajar ini adalah setelah selesai, semua peserta bisa menjadi pemimpin pelayan yang bisa membangun wilayah pedesaan.

“Bangun desa yang mengutamakan kebutuhan masyarakat dan menjadi agen perubahan tanpa merusak alam dan tetap menghargai budaya lokal,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru