Polisi Ambil Sampel Orang Tua Terduga Korban Tewas Kebakaran di Reo Manggarai - FloresPos Net

Polisi Ambil Sampel Orang Tua Terduga Korban Tewas Kebakaran di Reo Manggarai

- Jurnalis

Kamis, 30 November 2023 - 16:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Perkembangan terkini dalam proses  pengungkapan misteri kebakaran di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, adalah mengetahui deoxyribonucleic acid (DNA) dari kerangka manusia yang ditemukan dalam rumah yang tinggal puing-puing itu.

Untuk itu, Kamis (30/11/2023), kepolisian mendatangkan orang tua terduga korban meninggal dunia untuk diambil sampelnya guna dicocokkan dengan data kerangka yang ada.

Menurut Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh melalui Kasat Reskrim, AKP Hendrick Rizqi Ario Bahtera ditemui wartawan di Ruteng, penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk mengungkapkan kasus kebakaran dan temuan kerangka manusia dalam rumah.

“Prosedur penyelidikan telah dan sedang dilakukan. Sekarang ini, dalam upaya mengungkapkan identitas kerangka manusia yang ditemukan itu,” katanya.

Proses itu sekarang ini adalah mendatangkan orang tua dari terduga yang meninggal dunia dalam kebakaran itu ke RSUD Ruteng.

Maksudnya, sampelnya diambil untuk seterusnya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa laboratorium forensik Polri.

Pemeriksaan forensik itu dilakukan untuk mengetahui DNA-nya. Apakah DNA dalam kerangka itu sama dengan sampel yang diambil dari orang tuanya.

Baca Juga :  Pemungutan Suara Ulang, Komisioner KPU Manggarai: Belum Dijadwalkan

Untuk mengetahui DNA itu, demikian Kasat Risgi, tidak cepat. Membutuhkan waktu lagi karena pemeriksaan itu hanya bisa dilakukan di laboratorium forensik di Jakarta.

Dalam penyelidikan yang sedang dilakukan sekarang ini, lanjut Kasat Risqi, pihaknya juga menggali banyak informasi dan keterangan di tempat kejadian baik terkait kebakaran rumah maupun suasana rumah tangga itu sebelum malam kejadian.

“Sejauh ini, kami telah minta keterangan dari lima saksi,” katanya.

Sedikit informasi bahwa sebelum kejadian, keluarga Ismail dan Fitriani bersama dua anak kembarnya sempat makan malam bersama di rumah neneknya.

Usai makan, Ismail dan istrinya bersama seorang anaknya pulang lebih dahulu ke rumahnya. Seorang anak tetap bersama neneknya.

Kerangka yang ditemukan dalam rumah yang terbakar memang menjadi tanda tanya karena tak beridentitas. Semuanya hangus terbakar.

Hal itulah yang cukup menyulitkan. Keadaannya diperparah karena  Ismail kalau masih hidup, tidak diketahui keberadaanya hingga kini.

Baca Juga :  PNM Bersama OJK Gelar Literasi Keuangan Syariah

Sebelumnya, Kapolsek Reo, Ipda I Komang Agus Budiawan dalam informasi awalnya ke media menjelaskan, sesuai dengan keterangan di lapangan, malam itu Ismail dan Istrinya bersama seorang anaknya di rumah.

“Pas terjadi kebakaran, seorang saksi hanya melihat satu anak kandungnya di luar rumah dengan kaki luka terbakar dan kelopak mata lebam,” katanya.

Kebakaran rumah di Kampung Niu, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya, heboh karena dalam rumah yang musibah itu ditemukan kerangka manusia.

Kerangka itu menjadi misteri karena tidak diketahui identitasnya, apakah milik suami Ismail atau istrinya Fitriani, atau yang lainnya.

Menyusul musibah itu, beredar luas kabar burung bahwa ada unsur pembunuhan terjadi. Dugaannya sang suami membunuh isterinya dan lalu dibakar sekalian dengan rumahnya.

Saat kejadian dan hingga kemarin, baik suami maupun isterinya tidak terlihat di Kampung Niu. Apakah keduanya tewas dalam rumah terbakar atau telah pergi? Wallahualam. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita
20 Sekolah di Ende Ramaikan Liga Pelajar U-17 Piala Bupati Ende, Kick off 9 Juni
Guru dan Siswa SDN Wolomoni Kaget Alat Berat Serobot Gusur Lahan Sekolah untuk KDMP
Camat di Manggarai Barat Diminta Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan
Mosalaki dan Orangtua Tolak Penggunaan Lahan Sekolah SDN Wolomoni untuk KDMP
Bupati Sikka Minta PMKRI dan Kelompok Cipayung Terus Berikan Kritik Tajam dan Gagasan Konstruktif
Bupati Sikka Ajak PSMTI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Ketua DPD PAN Flores Timur: Muscab Pondasi Penting Melangkah Lebih Maju
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:20 WITA

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:35 WITA

20 Sekolah di Ende Ramaikan Liga Pelajar U-17 Piala Bupati Ende, Kick off 9 Juni

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:54 WITA

Guru dan Siswa SDN Wolomoni Kaget Alat Berat Serobot Gusur Lahan Sekolah untuk KDMP

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:38 WITA

Camat di Manggarai Barat Diminta Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:27 WITA

Bupati Sikka Minta PMKRI dan Kelompok Cipayung Terus Berikan Kritik Tajam dan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:20 WITA

Opini

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:05 WITA