RUTENG, FLORESPOS.net-Perkembangan terkini dalam proses pengungkapan misteri kebakaran di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, adalah mengetahui deoxyribonucleic acid (DNA) dari kerangka manusia yang ditemukan dalam rumah yang tinggal puing-puing itu.
Untuk itu, Kamis (30/11/2023), kepolisian mendatangkan orang tua terduga korban meninggal dunia untuk diambil sampelnya guna dicocokkan dengan data kerangka yang ada.
Menurut Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh melalui Kasat Reskrim, AKP Hendrick Rizqi Ario Bahtera ditemui wartawan di Ruteng, penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk mengungkapkan kasus kebakaran dan temuan kerangka manusia dalam rumah.
“Prosedur penyelidikan telah dan sedang dilakukan. Sekarang ini, dalam upaya mengungkapkan identitas kerangka manusia yang ditemukan itu,” katanya.
Proses itu sekarang ini adalah mendatangkan orang tua dari terduga yang meninggal dunia dalam kebakaran itu ke RSUD Ruteng.
Maksudnya, sampelnya diambil untuk seterusnya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa laboratorium forensik Polri.
Pemeriksaan forensik itu dilakukan untuk mengetahui DNA-nya. Apakah DNA dalam kerangka itu sama dengan sampel yang diambil dari orang tuanya.
Untuk mengetahui DNA itu, demikian Kasat Risgi, tidak cepat. Membutuhkan waktu lagi karena pemeriksaan itu hanya bisa dilakukan di laboratorium forensik di Jakarta.
Dalam penyelidikan yang sedang dilakukan sekarang ini, lanjut Kasat Risqi, pihaknya juga menggali banyak informasi dan keterangan di tempat kejadian baik terkait kebakaran rumah maupun suasana rumah tangga itu sebelum malam kejadian.
“Sejauh ini, kami telah minta keterangan dari lima saksi,” katanya.
Sedikit informasi bahwa sebelum kejadian, keluarga Ismail dan Fitriani bersama dua anak kembarnya sempat makan malam bersama di rumah neneknya.
Usai makan, Ismail dan istrinya bersama seorang anaknya pulang lebih dahulu ke rumahnya. Seorang anak tetap bersama neneknya.
Kerangka yang ditemukan dalam rumah yang terbakar memang menjadi tanda tanya karena tak beridentitas. Semuanya hangus terbakar.
Hal itulah yang cukup menyulitkan. Keadaannya diperparah karena Ismail kalau masih hidup, tidak diketahui keberadaanya hingga kini.
Sebelumnya, Kapolsek Reo, Ipda I Komang Agus Budiawan dalam informasi awalnya ke media menjelaskan, sesuai dengan keterangan di lapangan, malam itu Ismail dan Istrinya bersama seorang anaknya di rumah.
“Pas terjadi kebakaran, seorang saksi hanya melihat satu anak kandungnya di luar rumah dengan kaki luka terbakar dan kelopak mata lebam,” katanya.
Kebakaran rumah di Kampung Niu, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya, heboh karena dalam rumah yang musibah itu ditemukan kerangka manusia.
Kerangka itu menjadi misteri karena tidak diketahui identitasnya, apakah milik suami Ismail atau istrinya Fitriani, atau yang lainnya.
Menyusul musibah itu, beredar luas kabar burung bahwa ada unsur pembunuhan terjadi. Dugaannya sang suami membunuh isterinya dan lalu dibakar sekalian dengan rumahnya.
Saat kejadian dan hingga kemarin, baik suami maupun isterinya tidak terlihat di Kampung Niu. Apakah keduanya tewas dalam rumah terbakar atau telah pergi? Wallahualam. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










