Oleh: RD. Donnie Migo
Sabtu, 11 November 2023
(Peringatan Wajib Santo Martinus)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Hari ini Gereja memperingati Santo Martinus. Ia berasal dari Italia dan ayahnya seorang petinggi Romawi. Ia hidup sekitar tahun 335.
Sejak usia remaja ia telah dibina dalam dinas militer. Namun jauh sebelumnya (ketika berumur 10 tahun) ia diam-diam mengikuti pengajaran agama Kristen, kesempatan yang tidak pernah dia lupakan. Karena desakkan orangtua juga situasi perang saat itu maka ia pun menjadi seorang perwira.
Salah satu kisah yang menarik dari perjalanan imannya, pada suatu malam ia berpapasan dengan seorang pengemis yang kedinginan di dekat gerbang kota. Pengemis itu meminta sesuatu dari padanya.
Tergerak oleh belas kasih, Martinus ingin sekali memberikan sesuatu untuk menolong pengemis itu, tetapi ia tidak memiliki uang atau makanan.
Maka, ia menghunus pedangnya dan membelah mantelnya menjadi dua bagian. Sebagian untuk pengemis itu dan sebagian untuknya. Lalu ia pergi, ketika masuk kota, ia ditertawakan karena mantelnya yang aneh.
Namun pada malam itu, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dengan mengenakan mantel yang diberikannya dan mengatakan bahwa seorang calon baptis memberikan mentel itu kepadaNya.
Injil Lukas hari ini (16:9-15) menguraikan tentang kesetiaan seorang murid kepada Allah.
Secara tegas Tuhan Yesus mengkritik orang-orang Farisi yang melihat uang sebagai tuannya, sehingga mereka menjadi tidak setia kepada dan menjadi hamba uang.
Godaan ini bukan hanya bagi orang-orang Farisi, tetapi bagi kita semua, ketika kita memang butuh uang untuk menyokong hidup kita tetapi jangan sampai karena uang kita kehilangan iman dan kesetiaan kepada Allah. Sebeb kesetiaan iman kita itu menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah.
Sementara dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menekankan tentang saling menyapa sebagai tanda kasih dalam persekutuan orang beriman.
Kesetiaan dan saling mengasihi adalah sikap-sikap yang mengindikasikan bahwa kita adalah orang beriman.
Semoga dengan teladan Santo Martinus dan pesan bacaan-bacaan suci hari ini, kita dapat menjadi seorang beriman yang tergerak hati untuk menolong sesama karena kita setia pada Firman Tuhan. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










