RUTENG, FLORESPOS.net-Tidak saja program, Binus University Jakarta juga menyediakan perangkat untuk perpusatakaan digital di Paroki Kajong, Kevikepan Reo, Manggarai, Keuskupan Ruteng, NTT.
Ketika resmi mengembangkan program perpustakaan digital di Paroki Kajong, Sabtu (4/11/2023), Ketua Tim Binus University, Rinda Hedwig menyerahkan lima laptop dan server. Penyerahan perangkat itu diikuti dengan pemasangan perangkat agar bisa langsung dimanfaatkan.
Menurut Pastor Paroki Kajong, Rm. Bernad Palus, apa yang terjadi merupakan bukti nyata keseriusan untuk mengembangkan perpustakaan digital di pelosok kampung, Binus University menempatkan laptop dan servernya agar perangkat tersebut bisa langsung dimanfaatkan.
“Tidak saja bicara program, juga langsung eksekusi berupa pemberian perangkat dan pemasangan sehingga bisa langsung beroperasi itu perpustakaan digital,” katanya.
Dikatakan, dalam perpustakaan digital disediakan tidak saja berbentuk buku, juga video-video.
Sesuai dengan informasi yang ada, tersedia sedikitnya sebanyak 2.500 konten yang bisa diakses untuk dibaca baik kebutuhan anak sekolah, juga tentang aneka ilmu dan pengetahuan.
Karena itu, umat, pelajar atau siapapun silakan memanfaatkan kemudahaan teknologi dalam rangka meningkatkan pengetahuan hidup dan memperluas wawasan.
Dikatakan, tahap perkenalan para siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan guru-guru dihadirkan guna mendapat informasi lengkap dari pemilik program, yakni Binus University Jakarta.
Pastor Bernad juga mengatakan, pelajar atau siapapun bisa mengakses perpustakaan digital dengan mendatangi paroki. Makin sering, makin baik agar ilmu dan pengetahuan meningkat dari waktu ke waktu.
“Ketika itu dari pihak Binus University menyampaikan apresiasi ke paroki karena merespon bagus program universitas dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di wilayah Paroki Kajong,”katanya.
Keberadaan perpustakaan digital ini kiranya menjadi peluang yang harus dimanfaatkan siapapun untuk meningkatkan kapasitas diri dan sumber daya manusianya. Paroki memberi kesempatan yang luas kepada pelajar dan umat untuk mengakses perpustakaan digital.
Paroki dan tentu Binus Univeesity sangat tidak menginginkan perpustakaan yang ada menjadi pajangan saja. Jika itu terjadi, maka sia-sia saja perjuangan mendatang orang-orang dari Binus University.
Seorang warga, Domi Janu mengatakan, masyarakat harus tahu dengan media digital karena memang diharuskan oleh perkembangan zaman ini.
“Karena itu, apa yang dilakukan Paroki dan Binus. University sangatcmembantu masyarakat agar bisa memanfaatkan teknologi digital,” katanya.
Handphone tak dipakai untuk telepon, tetapi dipakai untuk mengakses informasi pengetahuan dan malah untuk kepentingan usaha dan bisnis masyarakat. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










