Mencemaskan, Harga Beras di Manggarai Sudah Tembus Rp 16.000 - FloresPos Net

Mencemaskan, Harga Beras di Manggarai Sudah Tembus Rp 16.000

- Jurnalis

Jumat, 6 Oktober 2023 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Harga beras terus naik dan kian mencemaskan masyarakat Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Di Pasar Inpres Ruteng, harga beras sudah menembus angka Rp 16.000 per kilogram (kg).

Pantauan Florespos.net, Jumat (6/10/2023), naiknya harga beras sudah terjadi beberapa pekan terakhir ini.

Beberapa pekan lalu, masih ditemukan harga beras Rp 13.000 untuk kualitas biasa saja sampai dengan Rp 14.000 ribu per kg untuk jenis Membramo.

Tetapi kini, harga beras naik menjadi Rp 15.000 per kg untuk yang jenis biasa saja dan jenis Membramo telah menyentuh angka Rp 16.000 per kg.

Seorang penjual beras, Doris Herman mengatakan, harga naik pengaruh stok yang terus menerus menipis.

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Semburkan Lava Pijar

Stok turun karena pasokkan beras baik dari petani lokal maupun dari pulau tidak banyak seperti biasanya.

“Pedagang sebetulnya tak mau harga naik. Karena kalau harga naik, maka yang beli tidak sebanyak biasanya,” katanya.

Dia mengatakan, pasokkan beras terganggu karena sekarang ini bukan musim panen.

Sawah Lembor yang menjadi andalan, kata dia, tidak lagi memasok beras karena tidak musimnya.

Malah kondisinya buruk, pada musim kemarau tidak ditanami karena lagi ada perbaikan jaringan irigasi sekarang ini.

Yang sama dengan pasokkan beras dari wilayah Satar Mese, jumlahnya tidak seberapa dibandingkan kebutuhan yang tinggi di Kota Ruteng dan sekitarnya.

Baca Juga :  PMKRI Ende Desak Kapolri, Kapolda NTT dan Kejati NTT Usut Dugaan Mafia dan Praktik Korupsi di Nagekeo

Kondisi seperti ini, kata Dony, bisa berlangsung hingga akhir tahun. Maka harapannya ada pasokan beras dari luar pulau untuk mengisi kekurangan dan bahkan kekosongan stok nantinya.

Seorang warga kota, Goris Baru mengatakan, masyarakat kian khawatir dengan harga beras yang ada.

Masyarakat sudah pasti kesulitan dan bahkan tidak bisa membeli beras lagi.

“Kita harap pemerintah harus ambil sikap sudah. Lakukan operasi pasar agar harga tidak naik terus,” katanya.

Sejauh ini, kesannya pemerintah tidak perduli dengan membiarkan harga beras terjun bebas di pasaran hingga sudah tembus Rp 16.000 per kg. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional
Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal
Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat
Pesan Rektor Uniflor ke Mahasiswa Baru, Kami Tidak Harap Kalian Lebih dari Empat Tahun
Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB
Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef
Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:33 WITA

Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional

Jumat, 4 September 2026 - 11:05 WITA

Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal

Jumat, 4 September 2026 - 10:16 WITA

Pasca Gempa Flores, SDK Reo 3 Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Orang Tua Murid Di Bawah Tenda Tanggap Darurat

Jumat, 4 September 2026 - 09:54 WITA

Pesan Rektor Uniflor ke Mahasiswa Baru, Kami Tidak Harap Kalian Lebih dari Empat Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:33 WITA