Kapolri Listyo Sigit Tutup AMMTC Labuan Bajo, Sesuai Harapan Presiden - FloresPos Net

Kapolri Listyo Sigit Tutup AMMTC Labuan Bajo, Sesuai Harapan Presiden

- Jurnalis

Selasa, 22 Agustus 2023 - 19:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan kegiatan ASEAN Ministerial Meeting of Transnational Crime (AMMTC) ke-17 Tahun 2023 berjalan dengan baik dan lancar.

Kapolri Sigit mengatkan itu pada penutupan AMMTC ke-17 Tahun 2023 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (22/ 8/2023) sore.

Kata Kapolri, AMMTC ke-17 berjalan baik dan lancar. Hal itu sesuai harapan Presiden, bahwa semua harus siap menghadapi berbagai macam tantangan, termasuk kejahatan transnasional yang semakin kompleks, seperti terorisme, perdagangan manusia, kejahatan cyber dan perdagangan gelap narkotika.

Tentunya, demikian Kapolri, semua sepakat bahwa kejahatan transnasional sangat merugikan. Karena itu kita menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. Kita sepakat bahwa kerjasama dan upaya terkoordinasi adalah kunci mengatasi kejahatan transnasional sebagai musuh bersama.

Disampaikannya, di dalam kegiatan AMMTC ke-17 menghasilkan 16 dokumen berupa 4 deklarasi, di mana 3 merupakan inisiatif dari Indonesia dan 1 inisiatif Kamboja. Satu rencana kerja terkait penyelundupan manusia. Dan 5 pernyataan bersama, serta 6 pedoman teknis.

Tentunya berbagai macam deklarasi dokumen dan juga pernyataan bersama serta pedoman teknis tersebut kita harapkan kerjasama antar negara khususnya di dalam mencegah mengungkap dan menghadapi kejahatan transnasional ke depan semakin efektif dan semakin adaptif.

Baca Juga :  Ribuan Umat Berarak Jalan Kaki Mengantar Jenazah Uskup Sensi 

Pesan yang ingin disampaikan dalam pertemuan kali ini, kata Kapolri, adalah tidak boleh lagi ada pelaku yang dapat bersembunyi dari kejahatan yang telah dilakukan.

Pesan ini, kata Kapolri, dituangkan melalui 8 poin Deklarasi Labuan Bajo tentang kerjasama penegakan hukum dalam memberantas kejahatan transnasional.

Sebagai landasan untuk melakukan upaya konkret dan operasional antara lain melakukan kegiatan-kegiatan untuk lebih meningkatkan kerjasama langsung antara lembaga penegak hukum khususnya Polri seperti Polis to Polis + handling over +  joint investigation dan mutual legal Assistant.

Kemudian meningkatkan pertukaran informasi yang cepat dan aman meminta barang-barang yang terkait dengan kejahatan transnasional dan memfasilitasi pertukaran ahli dan personil dalam berbagai kegiatan kerjasama antar negara.

Kata Kapolri, beberapa inisiatif deklarasi yang saat ini kemudian disetujui tentang penguatan kerjasama dalam melindungi saksi dan korban kejahatan transnasional menjadi komitmen kita bahwa masyarakat merupakan pihak yang dirugikan dari kejahatan tersebut.

Dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkan mekanisme perlindungan korban yang efektif dalam bentuk perlindungan fisik pengobatan psikologis dan pemulihan sosial demi memulihkan hak-hak korban.

Kemudian juga deklarasi tentang pengembangan kemampuan regional terkait peringatan dini dan respon dini atau early warning dan early respon ini juga di inisiasi oleh Indonesia untuk mencegah dan menanggulangi radikalisme dan kekerasan berbasis ekstrimisme.

Baca Juga :  BPOLBF Gelar Workshop Floratama Academy 5.0

Kemudian satu deklarasi yang merupakan inisiatif Kamboja yaitu tentang Deklarasi ASEAN pemberantasan penyelundupan senjata api ini merupakan wujud komitmen ASEAN untuk pemberantasan penyelundupan senjata api melalui kerjasama dan pendekatan komprehensif mulai dari kampanye bahaya penyelundupan senjata api pertukaran informasi dan berbagai upaya lainnya.

Selain deklarasi, Polri juga telah menandatangani 6 MoU dengan negara-negara ASEAN, yaitu Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam di bidang pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional serta pengembangan kapasitas.

Polri juga melakukan dua bilateral penting dengan Malaysia dan Jepang serta pertemuan khusus dengan 4 negara, yaitu Singapura, Laos, Cina, dan Vietnam terkait kerjasama penegakan hukum pengembangan kapasitas pertukaran teknologi dan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan.

Beberapa hal tersebut tentunya menjadi awal yang baik untuk semangat kita bersama dalam hal memerangi dan memberantas transnasional crime ke depan, dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Labuan bajo yang telah memberikan dukungan, tutup Kapolri Sigit. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas
Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena
FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi
Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains
Hari Kartini di Kaki Gunung Lewotobi–‘Kebangkitan Perempuan Hebat Ile Bura’
Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:37 WITA

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas

Kamis, 23 April 2026 - 14:34 WITA

Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 23 April 2026 - 07:38 WITA

Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena

Rabu, 22 April 2026 - 20:41 WITA

Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi

Rabu, 22 April 2026 - 19:39 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains

Berita Terbaru

Opini

Kritik Itu Vitaminnya Demokrasi

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:17 WITA