ENDE, FLORESPOS.net-Salah satu hal yang menarik dari upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke -78 tingkat Kabupaten Ende di lapangan Pancasila adalah aksi dari pasukan pengibar bendera.
Paskibra yang bertugas pada saat upacara itu adalah gabungan dari TNI, Polri dan siswa – siswi SMA di Kabupaten Ende. Mereka diseleksi melalui berbagai tes baik fisik maupun inteligensi kemudian terpilih bertugas dalam pasukan 8, pasukan 17 dan pasukan 45.
Dari puluhan personel paskibra itu, sang pembawa baki jadi sorotan. Ia harus naik dan turun tangga podium utama tanpa melihat anak tangga dan tetap fokus menuntaskan tugasnya. Tidak ada kesalahan saat menjalankan tugasnya.
Sang pembawa baki saat upacara bendera, Kamis (17/8/2023) pagi di lapangan Pancasila adalah Angelina Yam Ame Lobo, siswi SMAK Syuradikara kelas XI kelahiran 7 Agustus 2006 lalu.
Gadis yang akrab disapa Angie ini adalah campuran Nggela Kabupaten Ende dan Mataloko Kabupaten Ngada, Provinsi NTT.
Kepada Florespos.net usai upacara bendera, Angie mengatakan ia dipilih sebagai pembawa baki melalui proses dan seleksi yang sangat ketat. Sebelum mendapatkan kepercayaan sebagai paskibra dan pembawa baki, ia harus melewati tes parade, wawasan kebangsaan, inteligensi umum, PBB dan samapta.
Melalui tes itu dan proses latihan Angie akhirnya dipilih sebagai pembawa baki pada upacara di pagi hari.
“Kami ikut tes dan saya pilih sebagai pembawa baki di pagi hari,” katanya.
Awalnya Angie cukup ragu dengan tugas itu karena harus fokus saat turun naik tangga menuju podium utama di lapangan Pancasila sambil membawa baki.
Namun, katanya melalui latihan yang cukup lama ia menerima tugas itu. Baginya itu adalah tanggung jawab sebagai seorang anak bangsa.
“Saat nama saya disebut sebagai pembawa baki saya ragu karena harus bertugas lebih ekstra. Setelah latihan dan saya terima sebagai tanggung jawab,” katanya.
Saat bertugas di lapangan Pancasila di hadapan Bupati Ende dan Forkopimda serta ribuan peserta ia sudah merasa terbiasa. Ia tidak gugup dan fokus pada tugasnya sehingga tidak ada kesalahan yang dibuatnya.
Gadis berdarah Ende-Ngada yang bercita -cita jadi Polwan ini juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar bertanggungjawab jika diberikan kepercayaan.
“Kita harus berlatih keras, disiplin jika diberikan tanggung jawab dan kepercayaan. Melalui latihan dan disiplin maka tugas itu akan dilalui dengan baik,” katanya.*
Penulis:Willy Aran/Editor:Anton Harus










