MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menitipkan dua nasihat Injil untuk memaknai perayaan Ekaristi 4 momen penting yakni 150 Tahun Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus (BKH) Dunia, 95 Tahun Kongregasi Frater BHK Masuk Indonesia, 65 Tahuan usia SMPK Frater, dan 18 Tahun Usia SMAK Frateran Maumere, yakni agar tetaplah menjadi murid Yesus yang setia dengan hati yang terbuka pada setiap sabda kasihNya, dan bertolaklah ke tempat yang dalam.
Dua nasihat injili ini disampaikan Uskup Edwaldus dalam homili saat perayaan ekaristi untuk memaknai empat momen bersejarah di atas, di Lapangan Futsal SMPK Frater Maumere, Senin (14/8/2023).
Ada pun tema momen berahmat ini yakni “Satu hati, satu semangat dan satu misi, bertolak ke tempat yang dalam”.
Uskup Edwaldus saat memimpin misa didampingi belasan imam konsebrantes di antaranya Pastor Paroki Katedral Santo Yoseph Maumere RD. Yohanes Sata Ndopo, Praeses Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret RD. Hilde Tanga, RP. Fredy Sebo, SVD; RP. Remy Hambur, CJD; RD. Datus Duu; RD. Wily Boy; RP. Marsel Vande Raring, SVD; RD. Felix Dari; RD. Agus Pitang, dan beberapa pastor lainnya.
Inilah selengkapnya dua nasihat Injil yang disampaikan Uskup Edwaldus yang terinspirasi dari dua bacaan yakni Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi bab 2 ayat 1-11, dan Injil Lukas bab 5 ayat 1-11.
Pertama, tetaplah menjadi murid Yesus yang setia dengan hati yang terbuka pada setiap sabda kasihNya. Kita telah melangkah dalam waktu yang tidak singkat, dan kita juga bisa jatuh dalam godaan berpuas diri dan bisa melupakan berkat Tuhan yang menyertai kita.
Prestasi dunia, tidak boleh membuat kita terlena, tetapi kita harus terus menerus mencintai panggilan hidup ini, dan pada puncaknya kita memasrahkan diri dalam berkat ekaristi kudus dalam cinta Yesus yang abadi.
Tetaplah menjadi anggota kongregasi yang menghayati semangat kaul kebiaraan, sembari mengisi hari-hari hidup dengan pengampunan dan pengurbanan diri sebagai abdi setia Tuhan.
Kedua, bertolaklah ke tempat yang dalam, dan baharuilah seluruh komitmen pelayanan dalam bimbingan Allah Roh Kudus, sebagaimana Paulus membaharui dirinya dan membuka hatinya pada keberanian ilahi untuk mewartakan Yesus yang tersalib dan bangkit dalam kasih Allah.
Kita memang harus selalu membaharui diri kita, biara kita dan seluruh karya pelayanan kita, agar kita tidak terjebak dalam pekerjaan dan rutinitas yang monoton ketika kita tidak melibatkan Tuhan dan kita tidak membuka matshati kita pada seruan cinta Allah. 150 tahun, adalah saat berahmat, yang lebih dari angka matematis, ketika rahmat Tuhan tidak bisa diukur oleh lamanya waktu, tetapi hanya dimaknai oleh hati yang senantiasa bersyukur. Kasih Tuhan abadi, dan pada kasihNyalah, ada satu hati satu semangat dan satu misi.
“Semoga Tuhan memberkati karya para frater Bunda Hati Kudus, merahmati setiap jerih lelah pada aneka medan bakti serta menyucikan setiap penyerahan diri kongregasi dan semua anggotanya. Amin,” kata Uskup Edwaldus.
Syukuri Rahmat Tuhan
Uskup Edwaldus dalam homilinya juga menggarisbawahi bahwa hidup kita akan beroleh makna bila kita membawa kasih Tuhan dalam seluruh perkara hidup ini, sembari mempersembahkan totalitas hidup sebagai abdi Tuhan, sebagaimana Kongregasi Bunda Hati Kudus mempersembahkan syukur untuk perayaan akbar ini.
“Apapun jumlah angka matematis hidup ini, dan segala prestasi yang terukir, sebagai murid Yesus yang penuh iman, kita mempersembahkannya kembali ke hati Allah yang rahim dan berbelaskasih, dan kita percaya bahwa kita hanyalah abdi, alat di tangan Tuhan untuk terus mengukir sejarah keselamatan melalui karya kita,” kata Uskup.
Menurut Uskup Edwaldus, Paulus dan Petrus menjadi teladan hidup kemuridan Yesus, ketika dalam semangat Bertolaklah ke tempat yang dalam, kita harus senantiasa memurnikan dan mengolah pengalaman hidup iman kita, agar kita pantas menjadi rasul kerahiman cinta Allah bagi sesama yang kita jumpai dan kita layani.
Semangat bermisi yang dimiliki oleh Rasul Paulus, lanjut Uskup Edwaldus, tidak terbentuk begitu saja, tetapi melalui sebuah proses panjang, panggilan awal, proses pemurnian dan pengolahan seluruh budi jiwa raga hingga menggapai identitas utuh seorang murid Yesus yang setia dan militan.
Apa yang dituliskan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, lanjut Uskup merupakan sebuah surat yang keluar dari pengalaman hidupnya, dan ia berharap agar hidup persekutuan selalu diolah dan dimurnikan, agar perselisihan dan pertentangan karena perbedaan, dibaharui oleh sikap pengampunan penuh cinta.
“Tidak mudah memang membangun jemaat, dengan jumlah pelayan pastoral terbatas, dan harus menjangkau semua daerah yang jauh, namun Paulus dengan bimbingan Roh Kudus, membimbing umatnya dengan surat-surat pastoralnya. Titus dan Timotius pun selalu menjadi sahabat berpastoral di daerah di mana Paulus membentuk jemaat dan membimbing dalam semangat kasih,” katanya.
Menurut Uskup, ketika kita pada hari ini merayakan berkat Tuhan bagi Kongregasi Frater-Frater Bunda Hati Kudus pada usianya yang ke-150 tahun, maka kita terpanggil untuk mensyukuri rahmat Tuhan yang telah bekerja dalam seluruh perjuangan hídup kongregasi ini.
“Ada rahmat dan tanggung jawab yang telah terpatri dalam usia 150 tahun ini, dan ada persembahan bakti diri kongregasi Frater-frater Bunda Hati Kudus di Indonesia selama 95 tahun. Bagi kita masyarakat Sikka, juga mempersembahkan syukur 65 tahun lembaga SMPK Frater dan 18 tahun SMAK Frater. Pada perayaan penuh syukur ini, kita diajak untuk memurnikan pengalaman hidup kita dan dua pertanyaan penting ini dapat membantu kita mengalami hidup penuh kelimpahan dalam pengabdian penuh cinta,” katanya.
Profisiat
Sementara dalam sambutannya, Uskup Edwaldus menyampaikan profisiat dan apresiasi untuk Kongregasi Frater BHK yang sudah berusia 150 tahun di dunia, 95 tahun di Indonesia, dan 65 tahun usia SMPK Frater Maumere, dan 18 Tahun usia SMAK Frateran Maumere.
“Saya menyampaikan profisiat dan apresiasi kepada Kongregasi Frater BHK atas usia 150 Tahun di dunia, usia 95 tahun di Indonesia, dan atas usia 65 tahun SMPK Frater Maumere,dan 18 Tahun usia SMAK Frateran Maumere,” kata Uskup Edwaldus.
Ucapan profisiat dan apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dalam sambutannya pada momen yang sama.
Pemotongan Kue Ultah
Pada momen acara puncak saat resepsi syukuran juga dimaknai dengan pemotongan kue ulang tahun (Ultah) 150 Tahun Kongregasi Frater BHK di Dunia, dan 95 Tahun Kongregasi BHK masuk Indonesia Kue dipotong oleh Ketua Perwakilan Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Maumere Fr. Damianus, BHK didampingi Ketua Panitia Fr. Sebastianus BHK; Wakil Ketua Fr. Oswald BHK, Fr. Iren BHK, Yang Mulia Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Terima Kasih
Ketua Panitia yang juga Kasek SMPK Frateran Maumere, Fr. M. Sebastianus, BHK, S.Ag, M.M dalam sambutannya antara lain menjelaskan rangkaian acara untuk memaknai 4 momen penting, khususnya 150 Tahun usia Kongregasi Frater BHK Dunia di antaranya retret yang melibatkan semua guru SMPK Frater Maumere, SMAK Frateran Maumere, dan para frater BHK; kegiatan karnaval, olahraga, dan perayaan ekaristi puncak pada Senin (14/8/2023).
Fr. Sebastinus menyampaikan terima kasih kepada YM Uskup Maumere, Bupati Sikka dan semua pihak yang menghadiri undangan serta semua pihak, terutama panitia yang menyukseskan empat penting yakni usia usia 150 Tahun Kongregasi Frater BHK di dunia, usia 95 tahun Kongregasi BHK masuk Indonesia, usia 65 tahun SMPK Frater Maumere,dan 18 Tahun usia SMAK Frateran Maumere.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada YM Uskup Maumere, Bapak Bupati Sikka dan semua pihak yang terlibat,” kata Fr. Sebastianus.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Mardi Wiyata Su Perwakilan Maumere, Fr. M. Damianus, BHK dalam sambutannya pada kesempatan yang sama.
Meriah
Pantauan media ini, perayaan ekaristi 150 tahun Kongregasi Frater BHK di dunia, 95 Tahun Frater BHK masuk Indonesia, 65 tahun usia SMPK Frater Maumere, dan 18 tahun SMAK Frateran Maumere berlangsung sangat meriah.
Kemeriahan ditandai dengan kemasan acara liturgis yang dibawakan para guru SMPK dan SMAK Frateran Maumere yang dipimpin Guru Blasius Moa, S.Pd.
Lagu-lagu dalam perayaan liturgis ini berasal dari lagu-lagu gereja dari pelbagai kabupaten di Indonesia, di antaranya lagu daerah Kabupaten Sikka, Manggarai Raya/Keuskupan Ruteng, lagu daerah Kabupaten Ende, Ngada, Timor, lagu Bahasa Indonesia dan beberapa lagu daerah lainnya.
Kemeriahan empat momen berahmat di atas juga terlihat dari kemasan acara yang dibawakan para siswa dalam acara syukuran.
Dalam acara yang dipandu/master of ceremony (MC) Andin dan Adit, Risma-Ami, sejumlah siswa mengisi jalannya acara syukuran berupa tarian Witek Wua Ta’a, puisi, fashionshow, menyanyi yang dibawakan beberapa penyanyi Angel Leyn dan Helda Banabera, Musikalisasi puisi: Elegi Bunda Hati Kudus oleh Andini Spater Mof,
Persembahan dari frater-frater kongregasi BHK, Tarian Kreasi Nong Mari Nong dari Spater Mof, Vocal grup Smater (Halleluia), Tari Kreasi Smater (Jata Kapa, duet dari Spater, Helda Banabera dan Angel Leyn: Rewrite The Stars).
Tari Kreasi dari SMATER “Tabi Utan”; Solo Vocal dari Spater (Misel: ‘’Walau ku tak dapat melihat’’), Smater Band (Three Litle Bird,Petotang), Akustik Ansamble Spater, Jai Bersama, Dolo-Dolo Bersama, Gawi Bersama, Goyang Kiri-Kanan, dan aneka lagu lainnya.
Sekilas Sejarah Kongregasi Frater BHK
Sementara Wakil Ketua Panitia yang juga Kasek SMAK Frateran Maumere, Fr. Oswald, BHK dalam kata pengantar saat pembukaan perayaan ekaristi dan keterangan tertulis Panitia antara lain menjelaskan secara sekilas sejarah Konregasi Frater BHK di dunia dan sejarah Frater BHK di Indonesia.
Pertama, sejarah pertama lahirnya Kongregasi Frater BHK di Belanda, di mana 150 Tahun yang lalu, Fondasi Kongregasi Frater-frater BHK mulai dibangun dari Kota Utrecht, Negeri Belanda, [Nederland] oleh Mgr. Andreas Ignasius Schaepman, pada tanggal 13 Agustus 1873.
Pembangunan kongregasi ini, berangkat dari kepedulian Mgr. Andreas Ignasius Schaepman terhadap kaum muda. Saat itu banyak kaum muda yang tidak dapat menyenyam pendidikan.
Kemudian dalam berbagaia hasil refleksi yang mendalam, Mgr. Andreas Ignasius Schaepman mempunyai keinginan agar kesukupannya memiliki kongregasi yang menangani pendidikan atau sekolah yang ia dirikan dan dikelola oleh biarawan. Maka Nama Biarawan Kongreagasi BHK mulai dikenal sejak 13 Agustus 1873 dari Utrecth Nederland.
Kedua, sejarah Kongregasi BHK masuk ke Indonesia di mana 95 tahun yang lalu (tahun 1928) kongregasi Frater-Frater BHK mulai masuk ke Indonesia dan mendiami Kota Malang dengan misi utama membangun masyarakat Indonesia, Memerdekakan Sumber Daya Manusia melalui pembangunanpendidikan di Indonesia, khususnya membangun generasi muda, sebagai agen pelopor transformasi bangsa.
Para Frater-frater BHK mulai mendirikan Yayasan Pendidikan yang bernama Yayasan Mardi Wiyata, yang berpusat di Kota Malang, Jawa Timur.
Yayasan ini bertugas melayani dan menuntun anak-anak Indonesia, kaum muda, generasi bangsa agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Hingga saat ini, sekolah-Sekolah yang di kelolah oleh para frater-frater BHK melalui Yayasan Mardi Wiyata sebanyak 22 unit, mulai dari TK hingga SMA, dan menyebar di beberapa kota, di beberapa pulau, termasuk di Pulau Flores, Kabupaten Sikka Ini.
Ketiga, sejarah berdirinya SMPK Frater Maumere di Kabupaten Sikka di mana pada tanggal 1 Agustus 1958 didirikan oleh para Frater-frater Bunda Hati Kudus (BHK).
Sekolah ini terletak di jalan Kimang Buleng Nomor 3, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Kompleks sekolah ini dibangun diatas lahan seluas 10.000m².
Dalam satu semangat Visi SMPK Frater Maumere terus mewujudkan peserta didik yang unggul dan berkarakter sesuai profil pelajar pancasila, dalam tuntunan yang menyelamatkan, dengan berbagai metode pembelajaran berbasis digital sesuai kebutuhan belajar generasi muda nian tanah-Sikka Indonesia.
Dalam semangat hati yang “Berbelaras”, Spater Mamumere terus tampil secara lebih nyata dengan peran kemitraan yang kokoh. Berbagai prestasi baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional hingga di tingkat Internasional juga turut mewarnai perjalanan SMPK Frater Maumere hingga usia yang ke-65 tahun ini.
Kurang lebih 50 ribu alumni SMPK Frtaer Maumere yang sudah berkontribusi membangun masyarakat Indonesia dan masyarakat Dunia. Dengan berbagai latar belakang profesi.
Keempat, sejarah singkat SMAK Frateran Maumere di mana tepat pada 22 Juli 2005 SMA Katolik Frateran Maumere didirikan atas inisiatif anggota Komunitas Frater BHK Maumere atau dikenal dengan nama Komunitas Santo Yosef Maumere. Niat mendirikan sekolah ini mendapat dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Sampai saat ini SMAK Frateran Maumere terus mengibarkan bendera prestasi yang membawa nama Yayasan Mardi Wiyata sampai ke tingkat Asia dan di tingkat dunia. Segala prestasi terus diukir dan merasul sampai ke dalam lini pembangunan masyarakat Indonesia. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










