LARANTUKA, FLORESPOS.net-Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Flores Timur tahun 2023 sudah melakukan uji petik lapangan. Uji petik lapangan langsung di lokasi inovasi diimplementasikan atau dilaksanakan.
Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah Flores Timur Tahun 2023 tingkat Kabupaten Flores Timur, Syarif Wuran, S.Si. MT, Minggu (13/8/2023) mengatakan, uji petik lapangan hanya 6 besar masing-masing kategori.
Enam besar masing-masing kategori tersebut sudah melewati penilaian proposal dan penilaian presentasi.

Adapun 6 besar kategori perangkat daerah dan kategori masyarakat yang diuji petik lapangan oleh Tim Penilai.
Inovasi Kategori Perangkat Daerah; Kris Bel dari Kelurahan Balela diusulkan Lurah Balela, Yohanes Eka Putra Lamuri, Bapeda dari Kecamatan Lewolema diusulkan oleh Elias Sayang Hala.
Seterusnya, Laskar Pemantau Jentik dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Dionisius D. Y. Mahing, KB Mobile dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Maria Yakoba Eliriani.
Lalu, Juri Gizi dari Kelurahan Ritaebang diusulkan oleh Camat Solor Barat dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Rumah dan STBM Berbasis Online dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Eduardus Viktus Kledo Larantukan.

Inovasi Kategori Masyarakat; Minuman Herbal Serei dan Bunga Telang dari Konga diusulkan oleh Totok Purwanto, Pasar Barter di Serikat Pekka Lodan Doe dari Klubagolit diusul oleh Maria Abon Boli.
Seterusnya, Kampung Creative dari Pledo diusulkan oleh Yose Finus, Madu Hutan Flores Timur dari Leraboleng diusulkan oleh Emanuel Serodi Kelen, Pemanfaatan Singkong dari Desa Tuwagoetobi diusulkan oleh Oktovianus Bali dan Pupuk Organik Cair Bio-Sari dari Desa Watotutu diusul oleh Yosef Kia Waton.
Sementara Kategori Pendidikan hanya 2 inovasi yang diuji petik Tim Penilai, yakni Teras Baca Ile Napo dari Solor diusul oleh Yohanes Dionisius Dani dan Simpul Inspirasi Kreasi Nusantara/Sinkron diusulkan oleh Agnes Da Noa.
Syarif Wuran mengatakan, pada uji petik lapangan, Tim Penilai mengecek bukti fisik/hard copy dokumen-dokumen pendukung seperti surat-surat, daya jangkau, daya ungkit, testimoni dan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan inovasi tersebut.

“Tahapan uji petik lapangan bobot penilaiannya besar karena kita harus dapatkan bukti fisik atau hard copy dokumen pendukung, testimoni dan implementasi lapangan terkait inovasi tersebut,” katanya.
Syarif Wuran mengatakan, Tim Penilai sedang merampungkan hasil uji petik lapangan. Nilai yang diperoleh dari uji petik diakumulasikan dengan nilai yang diperoleh masing-masing inovasi pada dua tahapan sebelumnya.
“Tahapan uji petik berpengaruh besar pada nilai akhir untuk mendapatkan tiga besar. Pemenang lomba, terbaik pertama, terbaik kedua, dan terbaik ketiga masing-masing kategori akan diumumkan BP4D Flores Timur sebagai penyelenggara,” tutupnya. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










