MAUMERE, FLORESPOS.net-Ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang menjalani terapi di Panti Santa Dymphna Maumere merayakan pesta Transfigurasi Tuhan atau pesta Penampakan Tuhan di Panti Santa Dymphna Maumere, pada Minggu (6/8/2023).
Para ODGJ mengaku selama mereka menjalani pendampingan selalu mengalami kebaikan Tuhan melalui tangan pelayanan yang tulus dari Pemimpin Panti Suster Lucia, CIJ, para pegawai, para perawat, para psikolog dan karyawan yang selalu setia melayani dengan hati dalam suka dan duka.
Disaksikan media, dalam perayaan ekaristi Pesta Penampakan Tuhan yang berlangsung di Aula Panti Santa Dymphna, misa dipimpin RP. Stefanus Tangi, O.Carm atau yang akrab disapa Romo Even.
Romo Even dalam khotbahnya yang merujukan pada bacaan Injil Matius bab 17 ayat 1-9 tentang Yesus Dimuliakan di Atas Gunung antara lain mengingatkan semua yang hadir untuk berani dan tulus mengalami setiap pengalaman salib dan penderitaan, dan bukannya hanya berharap pada pengalaman di Gunung Tinggi.
“Tuhan raja mahatinggi dan kita semua adalah anak-anak raja. Meski demikian, kita bukan anak raja duniawi. Dalam konteks ini, kita harus berani dan tulus menerima pengalaman penderitaan dan salib. Semua yang berat dalam hidup ini kita mesti terima dengan tulus hati,” katanya.
Romo Even menggarisbawabi bahwa sebagai pengikut Kristus, kita mesti selalu mendengarkan Dia baik dalam suka, maupun duka.
“Sebagai pengikuti Kristus, kita mesti mendengarkan Dia. Semoga dengan pengalaman penampakan Tuhan kita termotivasi untuk mampu mendengarkan bisikan Tuhan dan menyimpannya dalam hati. Dengan pengalaman penampakan Tuhan di atas Gunung, kita mesti termotivasi untuk selalu memiliki semangat baru dalam keseharian hidup kita,” katanya.
Tuhan Bekerja Dalam Diri Suster dan Pegawai
Beberapa penghuni panti yang mengalami penyembuhan di antaranya Paul mengaku ia dan warga binaan Santa Dymphna lainnya selalu mengalami kehadiran Tuhan melalui pelayanan yang tulus Pendiri/Pemimpin Panti Sr. Lucia, CIJ; para suster CIJ, para pegawai, perawat, psikolog dan karyawan yang selalu melayani ODGJ dengan tulus hati, tanpa kenal lelah.
“Tuhan bekerja dalam diri Suster Pemimpin Panti, para pegawai, para perawat, psikolog dan karyawan sehingga kami bertahan hidup, bahkan ada yang mengalami penyembuhan. Tuhan sungguh bekerja dalam diri Sr. Lucia, CIJ pemimpin kami dan para pegawai, para perawat, dan psikilog,” kata Paul.
Pengakuan serupa disampaikan beberapa warga binaan panti yang sedang dalam proses penyembuhan.
“Kami selalu mengalami Tuhan hadir dalam keseharian hidup kami melalui pelayanan tulus Suster Lucia,CIJ, para tenaga kesehatan yang bekerja siang malam di panti, dan melalui pegawai dan karyawan yang total mengabdi di Panti ini,” kata Maria salah seorang warga binaan panti.
Bergembira Ria
Pantauan media ini, perayaan pesta penampakan Tuhan di Panti Santa Dymphna berlangsung dalam suasana gembira ria. Kor ditanggung oleh pegawai dan petugas kesehatan yang bekerja di panti ini.
Dirigen dipercayakan kepada Stefanus Mado Badin dan organis Gabriel Univilson. Petugas liturgis lainnya: Emanuel Jawa (bacaan 1), Fransiskus Arifin Betok (Bacaan II), dan Hendrikus Palang (pemazmur).
Syair lagu-lagu yang dibawakan dalam perayaan misa ini dari puisi karya Sr. Lucia, CIJ yang diaransemen oleh Univilson.
Univilson merupakan musisi dan pencipta lagu, baik lagu pop daerah Sikka maupun pop rohani, bahkan ada juga lagu-lagunya yang liturgis sudah disahkan dan mendapatkan sertifat dari PML Yogyakarta. Univilson berasal dari Dusun Orinmude, Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae.
Beberapa lagu yang dibawakan dalam misa ini yang syair lagunya karya Suster Lucia, CIJ di antaranya Terserap Iman, Murah Hari, dan Pijar Kasih di mana lagu terakhir ini pernah ditayangkan di Channel Youtube Panti yang dinyanyikan oleh Suster Lucia, CIJ.
Uniknya, selama perayaan misa berlangsung, khususnya saat personel kor menyanyikan lagu, spontan beberapa ODGJ memperagakan peran dirigen dari tempat duduk mereka atau berani tampil di depan ODGJ lainnya.
Beberapa ODGJ itu di antaranya Mama Geta.Sementara beberapa ODGJ lainnya, selain ikut menyanyi bersama kor, juga ada beberapa ikut mendaraskan doa yang seharusnya hanya dibawakan oleh seorang imam.
Pelbagai dinamika yang ditampilkan para ODGJ selama jalannya misa sungguh menampakan suasana gembira ria, yang memiliki makna mendalam bagaimana mereka sedang mengalami pengalaman penampakan Tuhan dalam cara yang sederhana, namun penuh makna dan bergembira ria dalam balutan persaudaraa yang tulus.
Butuh Dukungan Pemerintah dan Semua Elemen Warga
Kepala Panti Santa Dymphna yang juga Direktris Yayasan Bina Daya St. Vinsensius Cabang Sikka (YASBIDA) Maumere, Suster Lucia, CIJ kepada media ini mengemukakan bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini sedang menampung dan menghidupi 129 ODGJ dari pelbagai kabupaten di Flores dan luar Flores.
Dalam upaya memaksimalkan pendampingan, Suster Lucia meminta dukungan pemerintah, terutama Pemkab Sikka dan donatur agar terus berkontribusi memberdayakan ODGJ dan memenuhi hak-hak mereka, terutama hak untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Kami berharap agar pemerintah dan para donatur tetap mendukung usaha-usaha kemanusiaan yang kami lakukan terhadap para ODGJ yang kami tangani saat ini,” kata Suster Lucia, CIJ, S.Ag.
Suster Lucia, CIJ pada kesempatan ini mengemukakan bahwa pihak Panti dan Yayasan telah berupaya maksimal untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset dan usaha-usaha produktif untuk menghidupi penghuni panti, namun hasilnya , masih jauh dari biaya yang dibutuhkan.
Suster Lucia menyebut ada tiga kendala yang dihadapi panti.
Pertama, kekurangan dana terutama untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan upah pegawai, karyawan, perawat dan tenaga psikologi yang jumlahnya Rp400 juta per bulan.
Kedua, pada masa ini sulit mendapatkan donatur tetap yang bersedia untuk bekerja sama bagi pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental.
Ketiga, pada umumnya para penyandang disabilitas di sini berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga kontribusi dan partisipasi keluarga sangat minim.
Keempat, bantuan yang diperoleh dari Pemerintah, sifatnya tidak tetap.
“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan. Untuk kemajuan dan pelayanan yang maksimal kami selalu megharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama donatur/pencinta ODGJ,” kata Suster Lucia, seraya mengizinkan nomor kontaknya bagi siapa saja yang berhati baik untuk membantu ODGJ.
“Ini nomor handphone saya (082236970917) mungkin ada pihak yang membutuhkan informasi terkait ODGJ di panti ini,” kata Suster Lucia. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










