GEKENG DERAN, desa kecil terletak di selatan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), belakangan ini mendadak terkenal.
Salah satu desa terpencil di kabupaten terletak di ujung timur Pulau Flores ini menjadi terkenal lantaran masyarakatnya baru saja menghasilkan sesuatu yang luar biasa—melakukan panen perdana jagung jenis hibrida di atas lahan seluas 60 hektar (Ha).
Pada panen perdana spektakuler jagung hibrida yang dikerjakan swadaya dengan ragam keterbatasan pada 16 Mei 2023 itu, dihadiri Ketua Dewan Jagung Indonesia yang juga Anggota DPD-RI, Fadel Muhamdad dan Anggota DPD-RI, Angelius Wake Kako (AWK).

Sehari penuh, Sabtu 24 Juni 2023, Florespos.net mengikuti rombongan Anton Doni Dihen Learning Center (ALC) menelusuri perjalanan sejauh 37 kilometer (km) dari Larantuka, pusat Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
ALC melakukan perjalanan untuk kunjungan dalam rangkah lebih dekat dan belajar soal pertanian khusus tanam jagung yang spektakuler di desa yang dipimpin Kepala Desa (Kades) inovatif dan visioner, Fidelis Notan Tukan itu.
Rombongan ALC terdiri dari Pendiri ALC, Anton Doni Dihen, mantan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur yang kini aktif membantu mengadvokasi masalah sosial kemasyarakatan, Theodorus M. Wungubelen, Pengelola Media Sosial Suara Flotim, Andreas Soge, dan seorang Pegiat Sosial Kemasyarakatan, Frans Wuring.
“ALC datang untuk melihat dari dekat dan belajar soal-soal pertanian di Desa Gekeng Deran terutama jagung,” ungkap Anton Doni Dihen dihadapan Kades dan sejumlah petani.
“Sungguh luar biasa. Modal semangat dan swadaya dengan berbagai keterbatasan, masyarakat Desa Gekeng Deran membuka lahan tidur seluas 60 ha, menanam dan memanen jagung. Ini bukan sesuatu yang mudah,” kata Anton Doni Dihen.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan Kades Fidelis Tukan, rombongan ALC dibawah pimpinan Anton Doni Dihen berkesempatan ke lokasi lahan jagung berjarak sekitar 2,5 km dari pusat Desa Gekeng Deran.
Jalan tani menuju lokasi lahan 60 ha ini baru dibuka dengan modal swadaya. Jalan itu cukup ekstrim. Mendaki dan terjal. Badan jalan tanah dan bebatuan besar.

Kades Fidelis Tukan mengatakan, pengembangan dan pengelolaan potensi pertanian dalam semangat revolusi pertanian berkelanjutan berbasis budaya lokal di Desa Gekeng Deran mengacu pada salah satu visi-misi desa.
“Yakni membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi desa melalui gerakan produksi, industri dan pemasaran,” katanya.
Urgensitas atau kemendasak mencapai visi-misi tersebut, kata dia, yakni membangun ketahanan pangan lokal berbasis budaya dan berkelanjutan.
Pengembangan komoditas lokal desa yang terhubung dengan akses pasar, kesempatan kerja petani produktif, kolaborasi dan penataan ekonomi masyarakat desa.
Serta kesempatan meningkatkan kemandirian dana desa melalui Pendapatan Asli Desa (PAD).* (Berlanjut).
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










