MAUMERE, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, dan ratusan elemen warga lintas agama menghadiri misa requem dan mengantar jenazah wartawan Media Indonesia, Gabriel Langga ke liang lahat di RT 011/RW 04, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (16/6/2023).
Gabriel Langga akrab disapa Angga meninggal di salah satu hotel di Surabaya, Jawa Timur, saat hendak ke Jakarta untuk mengikuti ujian tesis sebagai syarat mendapat gelar magister atau Pendidikan S2 pada jurusan Komunikasi di Universitas Budi Luhur Jakarta, pada Selasa (13/6/2023) malam.
Pantauan media ini, sebelum mengantar jenazah ke liang lahat, keluarga besar dan kerabat almarhum menggelar misa Requem dipimpin RP. Atanasius Dewantara, CS, di Rumah Duka.
Misa dihadiri pelbagai elemen warga dari pelbagai lintas agama. Hadir sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Sikka, Anggota DPRD Kabupaten Sikka, para tokoh masyarakat di antaranya, Leonardus Frediyanto Moat Lering; Markus Menando, Andreas M. Mbete, Yakobus Jano, utusan Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere, utusan Kodim Sikka, utusan Polres Sikka, utusan Rutan Maumere, utusan Pemuda Katolik Komcat Sikka, dan pelbagai elemen warga lainnya.
Hadir beberapa perwakilan agama Islam saat perayaan misa Requem di antaranya Kepala Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Muhdir. Hadir juga sejumlah perwakilan agama Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.
Pater Atanasius Dewantara, CS dalam khotbahnya antara lain mengingatkan semua elemen umat untuk senantiasa selalu siap sedia menghadapi misteri kematian dengan selalu berdoa, selalu berbuat baik dan perlu mengaku dosa agar bila Tuhan memanggil manusia kapan saja, ia sudah siap.
“Manusia perlu menyiapkan diri dengan selalu berdoa dan mengaku dosa,” kata Pater Dewantara.
Pater Dewantara juga minta elemen umat untuk mendoakan secara khusus memohon keselamatan jiwa bagi Moat Angga dan keluarga yang ditinggalkan.
Pemkab Sikka Berbelasungkawa
Sementara Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dalam sambutannya antara lain menyampaikan ucapan berbelasungkawa dari Pemerintah Kabupaten Sikka atas meninggalnya Wartawan Media Indonesia Moat Angga.
“Saya atas nama Pemkab Sikka dan keluarga menyampaikan berbelasungkawa atas meninggalnya Moat Angga,” kata Wabup Romanus.
Pantauan media ini, saat Wabup menyampaikan sambutannya, ia berderai air. Untuk beberapa saat, ia tak bisa melanjutkan pembicaraanya. Terlihat linangan air mata membasahi pipinya.
“Saya sangat dekat dengan Moat Angga. Saya merasa kehilangan atas kematiannya,” kata Wabup Romanus.
Sementara Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Sikka Edwardus Bram Kopong, dan Penasihat Aliansi Wartawan Sikka, Vicky da Gomez, dalam sambutan pada kesempatan yang sama menyampaikan sejumlah testimoni dan pengalaman perjuampaan almarhum Moat Angga selama hidup bersama dan berorganisasi yang dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan semua elemen warga, mudah bergaul, idealis, pekerja keras, dan siap melakukan aneka terobosan positif di bidang apa saja.
Terima Kasih
Perwakilan Keluarga Fabianus Toa dalam sambutannya antara lain menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya telah berpartisipasi aktif dalam upaya memperlenacar dan mempercepat proses pemulangan jenazah Moat Angga dari Surabaya ke Maumere.
Fabianus Toa secara khusus menyebut beberapa pihak yang mempercepat proses pemulangan di antaranya Yanto Wijaya, Vicky da Gomez dan Aliansi wartawan Sikka; Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Sikka; Pengurus Indonesia-Tionghoa (INTI) Sikka, dan sahabat kenalan almarhum.
“Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak,’ kata Fabianus Toa.
Sepenggal Cerita Tentang Angga
Perwakilan Aliansi Wartawan Sikka Frans Dhena pada kesempatan ini membacakan sekilas curriculum vitae dan sepenggal cerita tentang Moat Angga, demikian petikan lengkapnya.
Gabriel Langga atau yang kita kenal sebagai Angga, lahir 36 tahun lalu buah hati dari Mama Margareta Ice dan Bapak Teka.
Angga menamatkan pendidikan dasar di SDI Manunai pada tahun 2001. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP PGRI Maumere hingga tamat pada tahun 2004. Selanjutnya, Ia menempuh pendidikan menengah atas di SMA Sint Gabriel Maumere hingga tamat pada tahun 2007.
Setelah tamat SMA, Angga memutuskan untuk masuk TNI Angkatan Darat. Sayang, Ia gagal lolos tes, lantas melanjutkan kuliah pada jurusan Pendidikan Olahraga di Universitas PGRI NTT hingga tamat pada tahun 2012.
Sejak duduk di bangku SD, Angga dirawat dan dibesarkan oleh Om kandungnya, alm. Petrus Rabu bersama istri, Mama Lusia Betesia. Oleh karenanya, sebagian besar hidupnya dihabiskan di Maumere, terutama di jalan Brai dan Nangalimang.
Sejak 2014 Angga membina hidup keluarga bersama pasangannya, Henderika Heni. Keduanya resmi menikah pada September 2019 lalu. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Febronia Gisela yang akan memasuki usia 8 tahun pada 25 Juni 2023 ini dan duduk di bangku kelas 2 SDI Maumere.
Organisasi
Angga yang kami kenal, lanjut Frans Dena adalah anak muda yang sangat aktif berorganisasi. Semasa kuliah, ia pernah bergabung di Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Politik Rakyat Miskin (LMND-PRM) Kota Kupang.
Angga turut mendirikan Ikatan Mahasiswa Kota Maumere (IMAKOM) Kupang dan menjabat sebagai Ketua pertama.
Di Maumere, Angga sempat membentuk Lingkar Studi Progresif, (Lispro) Maumere yang terlibat dalam sejumlah aksi dan advokasi persoalan rakyat di Sikka.
Sekitar tahun 2014 ia bergabung di organisasi sayap Partai Nasdem, Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LM NasDem) sekaligus menjabat Ketua LM NasDem Sikka. Angga juga bergabung di Pemuda Katolik Komcab Maumere.
Selain itu, Angga aktif terlibat dalam organisasi-organisasi di bidang olahraga seperti Askab PSSI Sikka, AFKAB Sikka, hingga KJI Jiu Jitsu NTT.
Sebagai wartawan, Angga adalah bagian dari Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Sikka.
Selain organisasi-organisasi di atas Angga juga terlibat menjadi pengurus Indonesia-Tionghoa (INTI) Sikka.
Pekerjaan
Sesudah menyelesaikan kuliah, lanjut Frans, Angga langsung diterima sebagai tenaga pengajar PJOK di SMPK Virgo Fidelis Maumere dari tahun 2013 sampai 2015.
Setelah itu Angga memilih menjadi jurnalis. Ia pernah menjadi jurnalis beberapa media online lokal seperti moral-politik.com, kabarpolisi.com, hingga turut mendirikan lenterapos.com.
Sejak tahun 2020, Angga bekerja sebagai jurnalis pada Media Indonesia.
Di luar pekerjaannya sebagai jurnalis, Angga tetap menekuni profesi sebagai pendidik. Beliau adalah guru pada SMK Kasih Bunda dan staf pengajar AKPER Lela.
Riwayat Sakit hingga Meninggal
Frans Dena pada kesempatan ini juga menjelaskan secara singkat riwayat sakit Moat Angga hingga meninggal di mana tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 36, Angga tidak sadarkan diri sehingga oleh sang Istri, Heny, ia dilarikan ke RSUD dr. TC Hillers Maumere. Dokter spesialis jantung menyatakan Angga mengalami serangan jantung. Tanggal 4 Mei Angga diperbolehkan pulang.
Ia kembali beraktivitas seperti biasa. Pada minggi 11 Juni, Angga berangkat ke Surabaya menggunakan kapal laut. Ia hendak ke Jakarta untuk mengikuti ujian tesis sebagai syarat mendapat gelar magister. Sejak 2022 lalu, Angga menempuh pendidikan S2 pada jurusan Komunikasi di Universitas Budi Luhur Jakarta.
Angga menginap di salah satu hotel di Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta yang rencananya akan ditempuh dengan menggunakan kereta api. Sejak selasa (13/06/2023) malam, sang istri, Heny dan anak Gisela kesulitan menghubungi Angga.
Angga ditemukan meninggal pada Rabu, 14 Juni 2023 sekitar pukul 23.30 WIB. Beruntung ada kenalannya warga Sikka, kakak Yanto Wijaya yang menemukan Angga telah terbujur kaku di dalam kamar.
Keduanya, sebelumnya telah membuat janji bertemu, namun sampai waktunya, Angga tidak merespon panggilan telpon, dan mengingat riwayat sakitnya, kakak Yanto langsung mencarinya ke hotel tempat menginap. Kakak Yanto juga lah yang mengurus jenazahnya hingga kepulangannya ke Maumere.
“Selamat Jalan Saudaraku, selamat jalan Sahabat. Sampai Bertemu di Keabadian,” kata Frans.*
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










