SMPN 1 Wae Rii, Temukan Adanya Masalah Sosial Anak Akibat Ditinggal Orang Tua - FloresPos Net

SMPN 1 Wae Rii, Temukan Adanya  Masalah Sosial Anak Akibat Ditinggal Orang Tua

- Jurnalis

Rabu, 14 Juni 2023 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Masalah sosial anak baik berupa kenakalan atau motivasi belajar turun tidak terlepas dari kondisi keluarga. Ditemukan fakta bahwa aneka masalah terjadi akibat ditinggal orang tua.

Dalam laporannya di hadapan Wabup Heri Ngabut dan Kadis Pendidikan Frans Gero dalam kunjungan pemantauan ujian naik kelas di SMPN 1 Wae Rii di Timung, Manggarai, NTT, Selasa (13/6/2023), Kaseknya Alexander YB. Alitrabis mengatakan, dalam banyak kejadian anak-anak di sekolah ditemukan fakta-fakta.

“Kita telusuri mengapa anak itu nakal atau motivasi belajarnya turun atau bahkan hilang. Kita temukan sejumlah soal,” katanya.

Dikatakan, dalam penelusuran didapat fakta bahwa anak-anak  itu ada yang ditinggal ayahnya yang merantau. Sehari-hari anaknya hanya dengan mamanya.

Lalu, ada juga anak yang ditinggal mamanya apakah merantau atau hal lainnya. Setiap hari sang anak hanya dengan ayahnya.

Baca Juga :  Kesehatan Romo Beny Terus Menurun Pasca Operasi Jantung

Atau bahkan ada anak yang ditinggal kedua orang tuanya. Anak-anak itu hanya diurus keluarga lainnya.

Menurutnya, apa yang terjadi sudah pasti berpengaruh secara psikologis anak baik berupa kenakalan-kenakalan maupun semangat belajar yang tidak sesuai dengan harapan.

Sekolah, demikian Kasek Alitrabis, berupaya menangani dan membina secara baik sesuai dengan protap yang ada. Dalam perkembangan, ada yang bisa berubah. Tetapi, ada yang sulit dan bahkan tidak bisa.

Yang sulit itu, demikian Kasek Alitrabis, umumnya  anak sudah berumur di atas 16 tahun. Anak-anak itu sulit menerima pembinaan yang diberikan.

Kasek Alitrabis menjelaskan, dalam situasi apapun anak, pembinaan dan bimbingan terus dilakukan. Konseling diberlakukan pada anak-anak itu agar bisa berubah dan paling penting bisa bersekolah dengan baik.

Baca Juga :  Dana 4 Miliar Rupiah Dibagi-bagi Oleh Banggar, PPK Harus Berani Tolak  Paket Pekerjaan 

Ketika itu, Wabup Heri Ngabut tidak merespons khusus soal masalah sosial pada anak-anak sekolah itu. Tetapi, Wabup Heri meminta perhatian sekolah terkait beasiswa.

“Beasiswa tolong diperhatikan betul. Utamakan anak orang yang betul-betul tidak mampu, anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu,” katanya.

Dengan adanya beasiswa itu, orang tua tidak berpikir lagi biaya sekolah. Harapannya, hal itu memotivasi anak untuk bersekolah.

Hal yang  sama juga dengan Kadis Pendidikan Frans Gero tidak merespon khusus. Kadis Gero hanya meminta sekolah untuk memberikan sertifikat kepada siapa saja anak-anak yang berprestasi tanpa pilih kasih.

“Prestasinya apa saja, kita beri dukungan berupa sertifikat. Saya selalu siap untuk teken tanda tangan,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere
Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang
Kebakaran Lahan Kebun, Api Hampir Merambah Masuk ke Areal Bandara Frans Seda Maumere
Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera
Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat
Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi
Istri Bupati Sikka Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Disabilitas Alma Maumere
PT MSJ dan PT SMS Salurkan Bantuan ke 22 Titik, Ringankan Beban Korban Gempa Nagekeo
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WITA

Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere

Selasa, 8 September 2026 - 20:23 WITA

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 September 2026 - 20:09 WITA

Kebakaran Lahan Kebun, Api Hampir Merambah Masuk ke Areal Bandara Frans Seda Maumere

Selasa, 8 September 2026 - 17:49 WITA

Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:23 WITA