RUTENG, FLORESPOS.net – Hingga Mei 2023 ini, sudah sebanyak 551 warga Manggarai, NTT, yang terserang diare. Kendati tidak berakibat korban jiwa, diare tetap harus diwaspadai.
Dihubungi wartawan, Senin (12/6/2023), Kadis Kesehatan Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan mengatakan, sesuai dengan data bulanan yang direkap dari semua puskesmas, sejak Januari sampai dengan Mei, tercatat 551 orang terserang diare.
“Jumlah ini memang tidak sebanyak periode yang sama tahun lalu. Tetapi, kita semua tetap harus menjaga diri agar terhindar dari diare itu,” katanya.
Data diare per bulan, demikian Kadis Hermopan, bervariasi. Rinciannya, Januari 110 orang, Februari, 107 orang, Maret, 134 orang, April, 73 orang;
Lalu, Mei sebanyak 127 orang dan bulan Juni diprediksi akan meningkat. Pada awal pekan ini sudah ada banyak informasi serangan diare baik dalam maupun luar kota.
Menurutnya, yang terserang diare itu bisa ditangani secara baik. Penanganannya sudah berstandar pada semua puskesmas di Manggarai. Karena itu, yang serangan ringan bisa ditangani secara baik.
Dikatakan, diare itu bisa menyerang siapa saja bila mengonsumsi makanan atau minuman atau menggunakan peralatan yang tercemar bakteri. Airnya misalnya tidak dimasak sebelum diminum.
Maka yang dilakukan untuk mencegahnya adalah menjaga diri dengan memperhatikan kebersihan makanan, minuman, dan peralatan yang digunakan. Dan, tidak membuang air besar di sebarang tempat.
Kalau mengalami kondisi yang agak parah, maka penderita harus dibawa ke sarana dan fasilitas kesehatan yang terdekat agar bisa ditangani secara baik dan benar.
Menurutnya, penting sekali masyarakat itu untuk mengolah makanan dan minuman rumah tangga dengan baik, menangani sampah rumah tangga dengan benar;
Tidak lupa mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan dan minum dan juga tidak membuang air besar sembarangan.
Sebelumnya, warga kota, Ny. Emilia Wela mengatakan, informasi yang beredar sekarang banyak warga kota terserang diare dan muntaber. Keadaan itu cukup mencemaskan karena yang terserang terbanyak adalah anak-anak.
“Kita dengar informasi seperti itu. Saya berharap petugas kesehatan lebih siaga menghadapi situasi seperti ini,” katanya. *
Pernulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










