Oleh: Pater Steph Tupeng Witin, SVD
Saudara, Saudari, Sahabat dan Kenakan Terkasih,
Injil hari ini menghadirkan kisah Yesus memanggil dua belas murid-Nya. Ia memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Roh jahat selalu menggoda manusia agar menjauh dari Allah.
Hedonisme, egoisme dan sekularisme adalah kuasa dunia yang hendak memutus jejaring relasi kita dengan Allah. Tuhan selalu menolong orang sakit. Ia menyembuhkan orang yang menderita.
Tuhan mengundang kita untuk berpartisipasi dalam rencana keselamatan-Nya. Kita mesti salibkan terlebih dahulu kemalasan, kesombongan, cari nikmat sendiri, egoisme, tidak peduli lingkungan. Mengasihi dan peduli kepada mereka yabg sakit, lemah, miskin, difabel, lingkungan hidup yang rusak dan alam sekitar adalah tanda konkret menghadirkan Kerajaan Allah. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat 10:7).
Di tengah deraan penyakit, kelaparan, perang, kemiskinan dan pelbagai bencana yang seolah tak ada akhir, kita dipanggil untuk menghadirkan “Kerajaan Allah” itu. Konsili Vatikan II menyerukan solidaritas bagi yang miskin dan tertindas “Bahwa manusia wajib meringankan beban kaum miskin, itupun bukan hanya dari kelebihan miliknya.
Mereka yang hadapi kebutuhan darurat, berhak untuk mengambil dari kekayaan orang-orang lain apa yang sungguh dibutuhkannya. Hendaknya kita senantiasa disemangati oleh kata-kata para Bapa Konsili, “Berilah makan kepada orang yang akan mati kelaparan sebab bila engkau tidak memberinya makan, engko membunuhnya.”
Semua orang sesuai kemampuannya sungguh membagikan dan menggunakan hartanya untuk sedapat mungkin menolong orang lain (Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, 69?
Ketika tangan kita terulur membagi kasih-Nya melalui apa yang Ia titip pada kita, kita tidak sekadar mewartakan tapi menghadirkan wajah Kerajaan Allah itu secara konkrer.
Salam sehat. Tuhan berkati. *










