Keuskupan Maumere Gelar Komuni Serentak di 37 Paroki, Ini Alasannya - FloresPos Net

Keuskupan Maumere Gelar Komuni Serentak di 37 Paroki, Ini Alasannya

- Jurnalis

Sabtu, 10 Juni 2023 - 17:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Keuskupan Maumere telah mengagendakan untuk menggelar Komuni Pertama Serentak pada 37 dari 39 Paroki yang ada di Keuskupan ini yang agendanya dilaksanakan pada Minggu (11/6/2023).

Pihak Keuskupan mengajukan dua alasan/pertimbangan utama untuk memutuskan pelaksanaan Komuni Pertama Serentak ini sebagaimana yang disampaikan Direktur Puspas Keuskupan Maumere, RD. John Eo Towa kepada Florespos.net Sabtu (10/6/2023).

Pertama, Pertimbangan Pastoral

Romo John Eo mengatakan, keputusan itu diambil setelah mendengar masukkan dan usul saran dari hasil SINODE II Keuskupan Maumere yang berproses dari tingkat KBG, Paroki dan Keuskupan mengenai masalah Pesta Pora.

Masalah ini, sesungguhnya telah ditemukan sejak Sinode I sebagai salah satu masalah pokok pastoral yang harus ditanggapi tetapi belum berubah dan masih membelenggu kehidupan umat serta masih menjadi keprihatinan yang semakin serius.

Sehingga harus ditanggapi lagi secara bersama-sama sesudah Sinode II Keuskupan itu, maka bapa uskup menyampaikan keputusan Perayaan Penerimaan Sakramen Komuni Pertama anaka-anak di semua Paroki dalam wilayah Keuskupan Maumere ini dilaksanakan serentak pada perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, mulai berlaku pada tahun 2023 ini, dan seterusnya.

Dengan perayaan Penerimaan Komuni Pertama serentak ini, lanjut Romo John Eo Towa diharapkan masalah pesta pora itu dapat dikurangi atau diatasi.

Dari segi biaya, diharapkan tidak terlalu besar dan lebih disederhanakan karena di mana-mana Komuni Pertama sehingga orang yang hadir akan sangat terbatas yakni hanya anggota keluarga dan komunitas dekat di masing-masing tempat.

Baca Juga :  Sambut Dies Natalis ke-45, Uniflor Tanam 15 Ribu Pohon di Kabupaten Ende

Dengan itu diharapkan juga pesta Komuni Pertama pelan-pelan diarahkan kembali menjadi pesta keluarga atau komunitas.

Dari segi waktu, peristiwa penerimaan Komuni Pertama itu hanya terjadi satu hari saja dalam setahun di semua Paroki dalam wilayah Keuskupan Maumere ini yakni pada hari Raya Tubuh dan Darah Kristus itu.

Karena itu tidak ada kesempatan lagi untuk perayaan penerimaan Komuni Pertama di gereja Paroki atau Stasi masing-masing pada waktu yang berbeda-beda sepanjang tahun. Hal ini akan berdampak pada pesta Komuni Pertama itu.

Orang akan menghadiri pesta Komuni Pertama hanya pada hari yang sama dalam setahun dan tidak setiap hari atau Minggu atau bulan yang berbeda di banyak keluarga/tempat sehingga menjadi suatu seri pesta Komuni Pertama yang berkepanjangan sepanjang tahun.

Kedua, Pertimbangan Pedoman Liturgi dan Tradisi Gereja Katolik

Peristiwa Penerimaan Komuni Pertama serentak pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sangat sesuai dengan anjuran dalam Pedoman Liturgi dan tradisi gereja Katolik selama ini.

Anak-anak Katolik yang telah dipersiapkan sepanjang tahundianjurkan untuk dapat menerima Komuni Pertama pada Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sbgi salah satu hari raya yg sangat bermakna dan penuh rahmat.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-80, DPD PSI Sikka Gandeng Kelurahan Madawat Gelar Lomba dan Pameran Produk UMKM

Selama ini kita melaksanakan peristiwa penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak pada hari/waktu yang berbeda-beda di setiap gereja Paroki dan Stasi dengan pertimbangan yang tidak terlalu tepat.

Dengan perayaan Komuni Pertama serentak pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus itu, Bapa uskup sesungguhnya mau mengajak umat Keuskupan Maumere ini dan menunjukkan kembali kepada kita tentang hari/waktu yang tepat, sangat bermakna dan penuh rahmat itu sesuai sesuai dengan anjuran pedoman Liturgi dan Tradisi Gereja Katolik itu.

Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak

Sementara Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu yang dihubungi terpisah menambahkan hal yang diharapkan dari pelaksanaan Komuni Pertama serentak itu agar biaya yang digunakan kegiatan pesta dihemat untuk kebutuhan anak-anak di kemudian hari.

“Kita tak melarang untuk mensyukuri anugerah yang diterima anak-anak kita, tapi perayaan yang melebihi kemampuan yang kemudian menyebabkan beban hutang itu yang perlu dihindari, sementara itu perayaan apa saja perlu diperhatikan.”

“Karena sesuai apa yang kita rekam, pendapat umat tentang pesta pora dalam Sinode dan jadi rencana kita untuk menghindari pesta pora. Sementara itu, bukan saja kita mampu sehingga kita sesuka hati buat pesta tapi kita harus hidupi sikap solidaritas di antara kita, prihatin dan membantu sesama yang berkekurangan,” kata Uskup Ewald.*

Penulis: Wall Abulat / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Cross Way Putus, Akses ke Tiga Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG Flores Timur, Ogie Silimalar: Cek Kesehatan Gratis, Pintu Masuk Deteksi Penyakit
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:05 WITA

Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:46 WITA

WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA