RUTENG, FLORESPOS.net-Pasca dilaporkan detail tertulis dari Desa Mata Wae, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, telah turun ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor kemarin.
Kepada wartawan per telepon, Jumat (5/5/2023), Kepala Pelaksana BPBD Manggarai, Stefanus Tawar mengatakan, laporan tertulis telah diterima BPBD dari Desa Mata Wae.
Dia mengatakan, laporan itu telah diikuti dengan kegiatan pengecekan ke lokasi bencana alam, pekan lalu itu.
“Ya, laporan tertulis sudah diterima. Kita pun telah meresponsnya,” katanya.
Dikatakan, personel BPBD telah turun ke Desa Mata Wae kemarin untuk mengecek langsung keadaan di lapangan. Seperti apa kondisi riil bencana alam itu nanti akan diketahui dari tim yang turun ke lokasi bencana alam.
Menurutnya, tim itu melakukan identifikasi lapangan atas laporan bencana alam baik yang menimpa rumah, lahan perkebunan, lahan pertanian, hingga sarana dan fasilitas publik yang terkena bencana alam itu.
Sebelumnya, Kades Mata Wae, Marten Don mengatakan, pihaknya telah melaporkan secara tertulis kejadian bencana banjir bandang dan tanah longsor di desanya, kemarin dulu di Ruteng. .
“Laporan tertulis itu merupakan susulan atas laporan lisan langsung pasca bencana alam, Kamis (27/4/2023),” katanya.
Bencana yang terjadi, mantan wartawan itu menjelaskan, sangat berdampak bagi warga karena menerpa lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Yang paling buruk adalah sawah seluas satu hektar hancur tertutup banjir.
“Pengaruhnya ke ekonomi warga yang terkena bencana alam itu. Kita harapkan ada perhatian dan intervensi sembako ke Mata Wae,” katanya.
Bencana alam di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya, terjadi Kamis pekan lalu, akibat hujan lebat yang berlangsung berjam-jam di kawasan tersebut. Hujan menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.
Banjir meluap ke mana-mana, termasuk ke sawah dengan padi yang siap panen. Banjir yang menghanyutkan material menutupi kali-kali yang ada sehingga banjir mengalir ke jalan raya, kebun, dan sawah masyarakat. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










