RUTENG, FLORESPOS.net-Rakyat yang terkena bencana alam banjir dan tanah longsor di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT, meminta ke Pemkab Manggarai berupa intervensi Sembako.
Per telepon, Rabu (3/5/2023), Kades Mata Wae, Marten Don mengatakan, dampak bencana alam banjir bandang, akhir pekan lalu, berpengaruh buruk bagi masyarakat, terutama yang padinya tersapu banjir.
“Pendapatan hilang sama sekali. Karena itu, pemerintah desa bersama warga berharap agar ada intervensi sembako untuk bantu warga,” katanya.
Dikatakan, bantuan itu paling utama bagi para korban banjir bandang yang padinya terendam dan terkubur material longsor. Padi sawah yang menjadi korban itu keadaannya siap panen.
Lalu, ada juga penanganan untuk rumah warga yang terkena longsoran dan bantuan alat berat untuk membersihkan material longsor pada jalur cabang Kole – Cabang Nte’er.
Menurutnya, warga bersama pemerintah desa menginginkan segera ada perhatian, minimal kehadiran personel dari instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial untuk melihat langsung keadaan di lapangan.
Laporan lisan, demikian Kades Marthen, sudah disampaikan ke BPBD. Laporan tertulis dan rinci menyusul guna ditindaklanjuti. Dia berharap direspons secara cepat.
Sebelumnya, seorang pemilik sawah Kosmas Bos merasa terpukul dengan bencana yang menimpa sawahnya. Padinya siap panen.
“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Padi ini rencananya besok ngetam,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terjadi akhir pekan lalu di Desa Mata Wae dan sekitarnya.
Hujan berlebihan menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa lahan pertanian, sawah, dan sarana serta fasilitas umum.
Padi siap panen pada areal satu hektar hancur total karena terjangan banjir bandang. Para petani hanya bisa meratapi nasib pasca bencana itu.*
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










