LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga pekan ketiga September 2026 masih berlangsung di bawah tenda pasca gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026, karena gedung-gedung Puskesmas setempat mengalami rusak parah.
Demikian Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar, Tarsi Cai, menanggapi media ini di kantornya di Labuan Bajo, Selasa (22/9/2026). Bersamanya ada Program Pengelola Diare instansi bersangkutan, Lely.
Disebutkan Cai, Puskesmas-Puskesmas di Mabar yang masih melakukan pelayanan di bawah tenda di luar gedung, di antaranya di Puskesmas Warsawe Kecamatan Mbeliling, Puskesmas Terang Kecamatan Boleng, dan Puskesmas Golo Welu Kecamatan Kuwus.
“Selama pasca gempa, artinya sampai sekarang pelayanan kesehatan di Puskesmas-Puskesmas tersebut masih dilakukan di luar gedung. Karena gedung-gedung Puskesmas itu sudah rusak parah akibat gempa bumi Flores pada 15 Agustus lalu (2026),” kata Cai.
Menurut Cai, efek buruk gempa bumi Flores pada pertengahan Agustus 2026 lalu, banyak fasilitas kesehatan (Faskes) di Mabar mengalami rusak ringan, sedang dan rusak berat. Entah itu Pustu (Puskesmas Pembantu), Puskesmas, termasuk RSUD Komodo Labuan Bajo.
Namun untuk Faskes-Faskes yang tidak rusak berat, pelayanan kesehatan kembali dilakukan dalam gedung, termasuk di RSUD Komodo.
“Pertama-pertama pasca gempa, pelayanan sempat di luar di gedung, termasuk di RSUD Komodo. Tetapi kemudian kembali melakukan pelayanan dalam gedung karena kerusakan tidak parah,” kata Cai.
“Tetapi untuk beberapa Puskesmas, sampai sekarang pelayanan masih dilakukan di luar gedung. Puskesmas-Puskesmas yang tadi itu,” sambung Cai.
Seperti diketahui, gempa bumi dahsyat mengguncang Pulau Flores terjadi tanggal 15 Agustus 2026, kekuatan gempa M 7,7. Bencana alam tersebut memakan banyak korban, bangunan dan lain-lain, tak terkecuali manusia.*
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










