LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Prosesi lintas paroki dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu agenda panitia Festival Golo Koe (FGK) 2026.
Melalu momen ini, di antaranya mengajak, memobilisasi orang berwisata di Labuan Bajo dengan mengikuti FGK.
Festival Golo Koe adalah wisata religi Katolik. Dimotori Keuskupan Labuan Bajo. Festival Golo Koe adalah even tahunan, dan 2026 tahun kelima, selama 5 hari, 10-15 Agustus. Demi kesuksesan penyelenggaraan, berbagai pihak dan elemen di Mabar khususnya, dilibatkan.
Sehubungan dengan ini, para pihak berkerja kolaborasi dan koordinasi. Sebab, banyak manfaat didapatkan dari even besar ini, antara lain meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya warga Mabar, di antaranya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), disamping nilai religi bagi yang Katolik.
Tidak hanya itu, nilai toleransi juga terbangun, karena melibatkan berbagai pihak dan elemen. Ada unsur agama, budaya, tradisi dan lainnya bersatu dalam menyukseskan even berkelas nasional, bahkan global itu.
Romo Heribertus Ratu, Anggota Tim Publikasi dan Promosi Festival Golo Koe sekaligus KOMSOS Keuskupan Labuan Bajo, menjelaskan, Festival Golo Koe “Maria Assumpta Nusantara” merupakan festival religi-budaya yang berakar pada tradisi spiritual dan budaya masyarakat lokal. Ikon utama festival ini Bunda Maria Assumpta sebagai simbol pengharapan dan ziarah spiritual yang dijalankan secara komunal dalam semangat persaudaraan, sinodal, dan inklusif.
Ia menyampaikan itu pada acara Diskusi Kolaborasi bersama Media (DISKORIA) dan Bincang Kepariwisataan di Ruang Rapat Florata Lantai 1, Kantor Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di Labuan Bajo, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema: “Jelang Festival Golo Koe 2026, Kolaborasi Penguatan Produk Pariwisata dan Tata Kelola Destinasi yang Aman, Berkualitas, dan Berkelanjutan,” forum ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam menyambut penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026. Penyelenggara kegiatan adalah BPOLBF.
Lanjut pastor yang disapa Romo Erik tersebut, tema yang diusung pada FGK 2026 yakni “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Festival Golo Koe 2026 akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 dengan venue utama di Waterfront Kawasan Marina Labuan Bajo dan Gua Maria Golo Koe.
Berbagai kegiatan yang akan digelar, antara lain pameran ekonomi kreatif dan kuliner lokal, pentas seni budaya Nusantara, Kebangunan Rohani Katolik (KRK), edukasi ekologis dan aksi penanaman pohon, kegiatan sosial, karnaval budaya dan tari kolosal Maria Assumpta Nusantara, teater budaya Manggarai dan pertunjukan caci, dan lainnya.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










