Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang - FloresPos Net

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Edi Hardum, S.H., M.H.

BEBERAPA hari belakangan masyarakat tiga Manggarai (Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur ) Nusa Tenggara Timur (NTT) disuguhi berita yang menegangkan syaraf yakni ada perusahaan yang kembali hadir di Manggarai untuk menggali bahan tambang mangan.

Mengapa dikatakan menegangkan syaraf ? Karena kehadiran perusahaan tambang di Flores terutama di tiga Manggarai menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Pertama, masyarakat yang pro berpendapat bahwa dengan batu mangan digali oleh perusahaan tertentu maka masyarakat mendapatkan uang, fasilitas umum dibuat atau diperbaiki, fasilitas kendaraan umum dibeli, dan lain-lain.

Kedua, masyarakat yang kontra lebih berlandas argumentasi pada pengalaman masyarakat di tiga Manggarai yang lahannya sudah digali oleh perusahaan tambang mangan. Orang-orang di lingkaran tambang kehidupan ekonominya tidak beranjak bagus.

Pendidikan anak-anak mereka, cucu-cucu mereka juga tidak lebih baik daripada masyarakat yang tanahnya digali untuk tambang. Janji dan operasi pertambangan mangan di Manggarai (tiga Manggarai) disimpulkan sama sekali tidak membawa perubahan kehidupan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik. Janji-janji manis tak pernah terealisasi.

Baca Juga :  Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Seperti janji reboisasi atau pemulihan lahan karena tambang menjadi seperti danau, dipulihkan dan akan ditanami permohonan tak pernah terealisasi. Contoh di Mata Ropang, Desa Lante, Kecamatan Reok Barat. Bekas tambang seperti danau. Lahan tak akan bisa digunakan selamanya. Demikian janji bangun lapangan, jalan raya hanya omong kosong belaka.

Contoh nyata lainnya Kampung Wangkal, Kecamatan Reok Barat. Penggalian batu bangun tahun 1982-an membuat bekas galian tambang tidak bisa ditanami apa-apa sampai sekarang. Kehidupan masyarakat Wangkal tetap miskin sampai sekarang.

Ada pun beberapa orang yang kuliah sampai sarjana dari sana bukan karena hadirnya perusahaan tambang mangan, tetapi karena hasil kebun kopi, jambu mete dari tanah pertanian mereka.

Baca Juga :  Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Contoh nyata lainnya masyarakat di Torong Besi, Reok. Adakah yang kaya karena hadirnya perusahaan tambang di sana ? Atau di Sirise, Manggarai, Timur. Beberapa orang dari tempat saya yang jadi karyawan di perusahaan mangan Sirise, kehidupan ekonomi mereka sampai sekarang tidak lebih baik dari orang-orang di kampung saya yang kerjanya tanam kemiri, jambu, dll.

Bahkan, mohon maaf justru keadaan ekonomi yang bekerja di perusahaan tambang buruk alias miskin. Kenapa ? Karena mereka lupa menanam tanaman perdagangan seperti kemiri, coklat, dan lain-lain. Lupa garap sawah. Ada satu dua orang yang ekonomi bagus karena pandai menabung saat bekerja di perusahaan tambang.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 282 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA