BAJAWA, FLORESPOS.net-Esensi dari kegiatan sosialisasi dan implementasi kebijakan Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat ini berfokus pada pembiasaan jam belajar bagi anak di rumah.
“Karena itu, keluarga dan perannya harus menguatkan posisinya sebagai pendidik dan pendidikan pertama dan utama yang dapat menciptakan budaya belajar di tengah masyarakat,” Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos.,MM, di aula SMA 1 Bajawa, Jumat (5/6/2026).
Dihadapan para Kepala Sekolah SMA/SMK se Kabupaten Ngada, Ambrosius mengatakan kebijakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat.
Kebijakan dengan tagline “Meja Belajar-Melki Joni Ajak Belajar” itu mewajibkan anak untuk fokus belajar di rumah dengan pendampingan penuh dari orang tua selama 1,5 jam setiap harinya dari jam 18.00 -19.30 WITA.
“Tujuannya meningkatkan mutu pendidikan, membangun karakter anak, serta mencegah pengaruh negatif akibat pergaulan bebas dan ketergantungan pada gawai mengingat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) para siswa SMA/SMK Provinsi NTT berada pada peringkat 3 dari terakhir di Indonesia,” katanya.
Ambrosius mengatakan, Generasi Z (GenZ) sangat berpengaruh pada penggunaan gadget yang berlebihan. Keluarga harus menguatkan posisinya sebagai pendidik dan pendidikan pertama dan utama yang dapat menciptakan budaya belajar di tengah masyarakat.
Ambrosius Kodo menekankan agar anak memperhatikan porsi waktu untuk belajar, membaca, atau mengulang pelajaran dari sekolah dalam suasana yang penuh kehangatan.
Kunjung Siswa Berprestasi
Kepala Dinas Dikbud NTT Ambrosius Kodo pada kesempatan itu juga mengunjungi Zavirra Agnecia Uge Pantaleo, siswi kelas XIA berprestasi yang punya cita-cita menjadi diplomat.
Zavirra memiliki passion pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan menjuarai event debat Bahasa Inggris tingkat SMA se Kabupaten Ngada dalam ajang Hardiknas 2026.
Ia menyambangi rumah kediaman Zavirra seorang anak yatim yang memiliki semangat belajar yang tinggi yang saat ini sedang mempelajari bahasa Korea dan bahasa Jepang secara otodidak.
Selain itu, Kadisdikbud juga berkesempatan mengunjungi siswi SMK Sanjaya Bajawa atas nama Josephine Putry Filomena Dhuangole Bria, siswi kelas X jurusan teknik elektro yang memiliki cita-cita mengambil jurusan elektromedis.
Putry merupakan salah satu siswi berprestasi atas kegigihan dan semangat juang menjadikannya pribadi yang siap bertumbuh walau di tengah kesulitan baik dalam hal pembiayaan dan juga tantangan perkembangan arus teknologi yang kita pesat.
Kadis Dikbud NTT, Ambrosius Kodo, juga mengunjungi SMAS Regina Pacis Bajawa.*
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










