Debat Kandidat BEM-BLM STIPAR Ende 2026: Simfoni Gagasan, Misi Perubahan, dan Demokrasi Kampus yang Menginspirasi - FloresPos Net

Debat Kandidat BEM-BLM STIPAR Ende 2026: Simfoni Gagasan, Misi Perubahan, dan Demokrasi Kampus yang Menginspirasi

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pelisita Imel Dapa Roka dan Klaudius Mosa Rapu

SABTU, 25 April 2026. Aula Mgr. Donatus Djagom tidak sekadar menjadi ruang pertemuan, melainkan panggung tempat gagasan diuji, arah ditentukan, dan masa depan kepemimpinan mahasiswa dirajut.

Dalam suasana khidmat yang diawali doa pembuka, lantunan Indonesia Raya, dan Himne STIPAR Ende, Debat Publik Calon Ketua dan Wakil BEM-BLM Periode 2026/2027 resmi dibuka.

Dipandu moderator Hedwin Pati dan disaksikan langsung oleh Dr. Remigius Misa (Kepala Unit Kemahasiswaan) serta Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan), acara ini menjadi cermin demokrasi kampus yang sehat, transparan, dan penuh makna.

Tiga pasangan calon Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) hadir dengan filosofi kepemimpinan yang berbeda, namun sama-sama berakar pada semangat pelayanan dan kolaborasi.
Paslon 01 (Matheo) mengusung moto “Intelektualitas yang Berintegritas, Kolaborasi untuk Mewujudkan Kemajuan STIPAR”.

Mereka menekankan bahwa kemajuan kampus bukanlah kerja individual, melainkan buah dari sinergi seluruh civitas akademika. Melalui pendekatan “bahasa cinta”, paslon ini berjanji menyampaikan suara mahasiswa secara utuh, jujur, dan tanpa filter kepada pimpinan kampus.

Paslon 02 (Paket Juarin) memilih jalan tegas: “Dari Aspirasi Menuju Aksi, untuk STIPAR yang Lebih Progresif”. Bagi mereka, aspirasi hanya bermakna jika diiringi langkah nyata. Komitmen “kami dengar, kami kerjakan, kami bawa perubahan” menjadi penanda bahwa kepemimpinan bukanlah soal janji manis, melainkan eksekusi yang terukur.

Paslon 03 (Paket Rosari) membawa nuansa spiritual dan kemanusiaan dengan moto “Dari Iman Menuju Karya, dari Kasih Menuju Kepemimpinan yang Berintegritas dan Berkolaborasi”.

Mereka mengingatkan bahwa kepemimpinan tanpa iman kehilangan arah, tanpa kasih kehilangan hati.

Mengibaratkan kepercayaan mahasiswa sebagai “beban yang terasa berat di punggung”, paslon ini mengajak mahasiswa untuk bercerita, berdiskusi, dan bergerak bersama, dengan menyoroti kepekaan perempuan dalam mendengarkan suara-suara yang sering terabaikan.

Di sisi eksekutif, ketiga paslon BEM juga tak kalah memikat dalam merumuskan arah organisasi.

Baca Juga :  Antar PSN ke Babak 8 Besar, Ini Kata Hiron Liko

Paslon 01 (Aruna: Alfianus Ruba & Yuliana Martina Mi) memimpikan BEM sebagai “episentrum sinergi mahasiswa” yang aktif, transparan, dan berintegritas.

Misi mereka berpusat pada tata kelola profesional, jembatan aspirasi yang responsif, kolaborasi inklusif antar UKM dan himpunan, serta penciptaan ekosistem kampus yang harmonis dan suportif bagi pengembangan minat dan bakat.

Paslon 02 (Marvilsedek: Maria Ernesta Mbe’o Leta & Eduardus Hordosius Juang) menempatkan pelayanan sebagai detak jantung organisasi.

Dengan visi mewujudkan BEM yang berintegritas, peduli, dan bermanfaat, mereka berkomitmen menginternalisasi nilai Kristiani yang inklusif, menghadirkan wadah seni, olahraga, dan kreativitas, meneladankan kedisiplinan, memperkuat solidaritas, serta menanamkan budaya ramah lingkungan sebagai gaya hidup kampus.

Paslon 03 (Hersin: Emerensiana Koja & Heronimus Nge’a) menawarkan visi organisasi yang aspiratif, terbuka, dan berwawasan ekologis. Melalui misi penyaluran aspirasi yang transparan, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik dan sosial, penguatan hubungan harmonis sivitas akademika, serta aksi nyata pelestarian lingkungan, mereka ingin menciptakan kampus yang maju, bertanggung jawab, dan peka terhadap keberlanjutan alam serta manusia.

Debat ini bukanlah monolog, melainkan ruang dialog yang dinamis. Dinamika mengemuka ketika Paslon 03 menantang Paslon 01 tentang mekanisme pengawalan aspirasi: bagaimana memastikan suara mahasiswa tidak hanya ditampung, tetapi benar-benar ditindaklanjuti?

Paslon 01 menjawab dengan penekanan pada kajian mendalam, analisis urgensi, dan pendekatan strategis kepada pimpinan kampus agar aspirasi tidak hanya berhenti sebagai arsip, melainkan terwujud dalam kebijakan nyata.

Paslon 02 turut menguji kedalaman pemahaman Paslon 01 terhadap konsep “episentrum sinergi” dan menuntut langkah konkret agar gagasan tidak berhenti di retorika, melainkan terwujud dalam struktur kerja yang terukur.

Pertanyaan dari audiens memperkaya diskusi dan menegaskan bahwa kepemimpinan kampus tidak boleh terpisah dari realitas sehari-hari. Febri menyoroti dilema klasik: benturan antara kegiatan non-akademik dan jadwal ujian. Aldi mengingatkan pentingnya keseimbangan pengembangan intelektual, jasmani, dan rohani sebagai satu kesatuan utuh.

Baca Juga :  SDK St Antonius Ende 2 Adakan MPLS Untuk Siswa Baru

Edwin membawa isu kemanusiaan yang mendesak: fenomena bunuh diri di luar kampus, serta peran mahasiswa dalam membangun komunitas yang peka, inklusif, dan responsif terhadap penderitaan sesama.

Di balik adu gagasan, terdengar suara bimbingan dari pimpinan kampus. Dr. Remigius Misa menekankan bahwa visi dan misi bukanlah semata-mata rumusan tertulis yang dipajang, melainkan janji yang harus dipikul dengan risiko dan tanggung jawab nyata.

Ia mengingatkan pentingnya melibatkan kaum awam dan menjaga inklusivitas agar organisasi tidak menjadi menara gading, melainkan ruang partisipasi yang terbuka.

Sementara itu, Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge mengapresiasi peningkatan kualitas debat dari tahun ke tahun, namun secara jujur mencatat bahwa beberapa pemaparan masih mengaburkan batas antara visi (arah tujuan jangka panjang) dan misi (langkah operasional untuk mencapainya).

Beliau menutup dengan pertanyaan reflektif yang menyentuh inti kepemimpinan: “Apa yang mendorong kalian berdiri di panggung ini?” Sebuah pengingat bahwa motivasi sejati bukanlah ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk melayani.

Debat ini sesungguhnya merupakan kelas kepemimpinan terbuka, tempat mahasiswa belajar menguji logika, menghargai perbedaan, dan merajut argumen yang berdasar pada integritas serta kepedulian. Dengan tata tertib yang ketat, waktu yang adil, dan moderator yang disiplin, seluruh paslon diberikan ruang untuk membuktikan kesiapan mereka.

Pemilihan yang akan digelar pada 30 April 2026 kini telah melampaui sekadar ritual pencoblosan nama, melainkan menjadi penentu arah perjalanan kampus.

Kepada seluruh sivitas akademika STIPAR Ende, mari gunakan hak suara dengan bijak. Pilihlah bukan berdasarkan popularitas, melainkan berdasarkan kedalaman gagasan, konsistensi komitmen, dan kesungguhan untuk membawa perubahan nyata.

Semoga dari aula yang penuh diskusi ini, lahir kepemimpinan yang tidak hanya memimpin, tetapi juga menginspirasi; tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkan. STIPAR Ende maju, karena mahasiswanya berani bermimpi, berdebat, dan bertindak. *

Berita Terkait

PKB Berperan Penting untuk Program Nasional
PKB Gelar Muscab Tiga Kabupaten di Bajawa–Ruang Merumuskan Gagasan dan Keputusan Strategis
Penjabat Sekda Ngada Minta Manfaatkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa Online dengan Baik
RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar
Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah
Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WITA

PKB Berperan Penting untuk Program Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 12:06 WITA

PKB Gelar Muscab Tiga Kabupaten di Bajawa–Ruang Merumuskan Gagasan dan Keputusan Strategis

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WITA

Debat Kandidat BEM-BLM STIPAR Ende 2026: Simfoni Gagasan, Misi Perubahan, dan Demokrasi Kampus yang Menginspirasi

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WITA

Penjabat Sekda Ngada Minta Manfaatkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa Online dengan Baik

Sabtu, 25 April 2026 - 19:27 WITA

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar

Berita Terbaru

Nusa Bunga

PKB Berperan Penting untuk Program Nasional

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:53 WITA