MAUMERE, FLORESPOS.net-Bertempat di Dusun Blawuk B Desa Watuomok, Kecamatan Talibura dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung Garuda.
Peletakan batu pertama dilangsungkan persis di sebelah selatan Kali Nangagete yang membelah wilayah induk Dusun Blawuk di sebelah selatan dan Kampung Wairbou, Desa Watuomok dan kampung Wailoke, Desa Baokremot di sebelah utaranya.
“Pembangunan jembatan ini menjawab kerinduan masyarakat yang sudah puluhan tahun mendambakan kehadiran sebuah jembatan,” ujar Dandim 1603 Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana di Desa Watuomok, Senin (30/3/2026).
Denny menyebutkan, hadirnya jembatan ini membuat sekitar 60 anak-anak sekolah di Kampung Wairbou dan Kampung Wailoke tidak perlu kesulitan lagi menyeberang Kali Nangagete untuk bersekolah di Dusun Blawuk.
Selain itu sebutnya, jembatan gantung ini memudahkan warga dua kampung di sebelah utara Kali Nangagete bisa melintas meski air Kali Nangagete sedang banjir akibat derasnya hujan.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo, Panglima TNI, Kasad, Pangdam dan Danrem atas dibangunnya Jembatan Gantung Garuda di Desa Watuomok,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat zoom meeting bersama Kasdam IX Udayana saat peresmian mengatakan, atas nama masyarakat Kabupaten Sikka dirinya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan segenap jajaran TNI AD yang menjawab kebutuhan warga lewat pembangunan jembatan gantung ini.
Juventus mengakui kehadiran jembatan gantung ini sangat bermanfaat khususnya bagi anak-anak sekolah agar tidak harus menyeberang melewati kali untuk ke sekolah apalagi saat musim hujan dan terjadi banjir di kali.
“Kami sudah mendiskusikan dengan Dandim 1603 Sikka agar kami bisa mengusulkan lagi beberapa lokasi.Kami berharap sekiranya bisa diterima dan mendapatkan dukungan pembangunan jembatan gantung,” ungkapnya.
Juventus menyebutkan pembangunan jembatan gantung sangat penting untuk membantu aksebilitas dan mobilitas masyarakat di wilayah desa yang notabene masyarakatnya merupakan para petani, masyarakat kecil yang sangat membutuhkan kehadiran jembatan gantung.
Lanjutnya, jembatan gantung penting sebagai jalur distribusi sebab rata rata wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan jembatan merupakan wilayah penyokong ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.
Sementara itu warga Kampung Wairbou Albinus Lese menyebutkan warga sangat merindukan kehadiran jembatan agar bisa memudahkan dalam mengangkut hasil kebun untuk dibawa ke Dusun Blawuk B supaya bisa naik angkutan untuk dijual di Kota Maumere.
Dirinya katakan selama ini warga kesulitan untuk membawa orang sakit dan ibu hamil untuk berobat ke Puskesmas Watubaing atau ke RS TC Hillers Maumere.
Alasannya, sebut Binus sapaannya, warga harus melintasi Kali Nangagete atau naik sepeda motor melewati jalan rusak ke Jembatan Iyanloeng baru menunggu angkutan di pertigaan Pospol Nebe.
“Kita harus bayar ojek Rp20 ribu ke pertigaan Jalan Negara Trans Flores Maumere-Larantuka terlebih dahulu baru bisa naik bus atau angkutan kota ke Maumere,” ujarnya.
Selain itu kata Binus, saat air Kali Nangagete banjir anak-anak sekolah meliburkan diri karena tidak bisa melintas Kali Nangagete.
Ia mengakui warga sangat bersyukur dengan dibangunnya jembatan gantung Garuda dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan TNI AD yang sudah menjawab kebutuhan warga pedalaman. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










