MBAY, FLORESPOS.net-Warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul dalam Rapat Akbar Generasi Muda di Lapangan Persebaya II Tonggurambang pada Sabtu (12/7/2025).
Acara ini dihadiri sekitar 300 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, tokoh pemuda, dan anak-anak usia sekolah. Acara dimulai dengan berdoa bersama dan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Rapat akbar ini merupakan sebuah aksi nyata generasi muda dalam mempertahankan hak-hak warga Tonggurambang atas tanah tempat tinggal mereka yang selama ini berada dalam ketidakpastian.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tonggurambang, Toa Mualaf memberikan apresiasi kepada generasi muda yang berani mengambil keputusan untuk mengadakan rapat akbar.
Dia juga mengingatkan pentingnya rasa solidaritas dan semangat kebersamaan.
“Negara kita pernah dikuasai oleh politik devide et impera. Kita warga Tonggurambang tidak boleh terjebak dalam politik adu domba ini. Semua harus bersatu di bawah motto To’o Sama Lako Sempeng,” kata Toa Mualaf.
Ketua Forum Masyarakat Tonggurambang (Format), Muhamad Dedi Ingga dalam sambutannya menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen kesolidaritan masyarakat mempertahankan hak atas tanah masyarakat Tonggurambang.
Selain itu, tegas dia, juga sebagai bentuk menyatakan sikap warga Tonggurambang dengan ikrar pemuda Tonggurambang.
“Mari satukan tekad, satukan niat untuk masyarakat Tonggurambang. Pertemuan hari ini adalah bentuk komitmen kesolidan masyarakat untuk mempertahankan hak atas tanah masyarakat Tonggurambang,” tegas Muhamad Dedi.
Pada kesempatan itu, generasi muda Tonggurambang kemudian membacakan ikrar di hadapan semua warga yang hadir. Ikrar ini merupakan pernyataan kesatuan dan tekad warga Tonggurambang untuk mempertahankan hak-hak mereka atas tanah leluhur dan membangun masa depan yang lebih baik.
Berikut ikrar generasi muda Tonggurambang;
1. Kami bersumpah bahwa tana watu ini adalah tanah nenek moyang kami,yang diperoleh mengklaimnya tanpa hak.
2. Kami menolak dengan tegas segala bentuk pengklaiman, penyerobotan, atau pengambilalihan yang tidak sah atas tana watu kami, baik oleh individu, kelompok, maupun pihak manapun yang bertindak sewenang-wenang.
3. Kami berjanji akan menjaga, melindungi, dan mempertahankan setiap jengkal tana watu ini, sebagaimana para leluhur kami dahulu menjaganya, dengan kehormatan, keberanian, dan kebersamaan.
4. Kami bersatu sebagai generasi penerus untuk tetap berdiri di atas tanah ini, membangun dan merawatnya sebagai bagian dari identitas, harga diri, dan masa depan kami.
5. Kami akan terus berjuang dengan penuh martabat, mengedepankan kebenaran dan hukum, demi menjaga hak kami atas tana watu yang sah menjadi hak milik kami. Tanah ini hidup kami.Tanah ini jiwa kami. Tanah ini warisan suci yang tak ternilai. Demi masa depan anak cucu kami, kami bersumpah tak akan mundur selangkah pun mempertahankan tanah watu kami! *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran










