ENDE, FLORESPOS.net-Peternak babi di Kabupaten Ende, Provinsi NTT mulai cemas karena pada awal tahun ini dalam rentang waktu Januari-Februari 2025 ratusan ekor babi sudah mati. Namun hingga saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Ende belum memastikan penyebab kematiannya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Ende, Gadir Dean yang dikonfirmasi Florespos.net, Selasa (11/2/2025) siang mengatakan pihaknya sudah menyikapi hal itu dengan menerjunkan dokter hewan dan petugas ke lapangan untuk melihat kondisi lapangan dan mengambil sampel.
Hingga saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende belum bisa memastikan penyebab kematian karena harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kita belum bisa pastikan itu ASF karena harus melalui pemeriksaan sampel di Lab Bali. Hingga saat ini kita masih tunggu hasil. Bisa juga penyebabnya hog cholera karena saat ini hujan dan kandang dalam kondisi lembab,” katanya.
Gadir mengatakan African Swine Fever (ASF) adalah virus bukan penyakit yang bisa dilihat dengan kasat mata. ASF harus diketahui atau dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium.
Ia mencontohkan seperti kejadian di Desa Wolotolo ada ternak babi yang hilang nafsu makan namun setelah diberikan obat kembali sehat.
“Jadi kita belum bisa pastikan. Bisa juga babi kena hog cholera karena saat ini musim hujan angin dan sanitasi kandang tidak diperhatikan,” katanya.
Dengan kondisi seperti ini, kata Gadir, penanganan yang harus dilakukan peternak babi yaitu menerapkan biosecurity atau menjaga kebersihan kandang.
“Pada intinya sanitasi kandang harus diperhatikan karena saat ini musim hujan dan kandang pasti lembab. Kita juga harus membentengi wilayah dengan tidak membeli babi dari luar,” katanya.
Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende sebanyak 808 ternak babi di Kabupaten Ende mati dalam rentang waktu Januari-Februari 2025.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










