Ratusan Ternak Babi di Ende Mati, Gadir: Kami Belum Bisa Pastikan Itu ASF - FloresPos Net

Ratusan Ternak Babi di Ende Mati, Gadir: Kami Belum Bisa Pastikan Itu ASF

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2025 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Ternak Babi di Ende Mati

Ratusan Ternak Babi di Ende Mati

ENDE, FLORESPOS.net-Peternak babi di Kabupaten Ende, Provinsi NTT mulai cemas karena pada awal tahun ini dalam rentang waktu Januari-Februari 2025 ratusan ekor babi sudah mati. Namun hingga saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Ende belum memastikan penyebab kematiannya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Ende, Gadir Dean yang dikonfirmasi Florespos.net, Selasa (11/2/2025) siang mengatakan pihaknya sudah menyikapi hal itu dengan menerjunkan dokter hewan dan petugas ke lapangan untuk melihat kondisi lapangan dan mengambil sampel.

Hingga saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende belum bisa memastikan penyebab kematian karena harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  PLN Belum Masuk ke Desanya, Warga Aelipo Malah Ancam Tutup Jalan, Ini Alasannya

“Kita belum bisa pastikan itu ASF karena harus melalui pemeriksaan sampel di Lab Bali. Hingga saat ini kita masih tunggu hasil. Bisa juga penyebabnya hog cholera karena saat ini hujan dan kandang dalam kondisi lembab,” katanya.

Gadir mengatakan African Swine Fever (ASF) adalah virus bukan penyakit yang bisa dilihat dengan kasat mata. ASF harus diketahui atau dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium.

Ia mencontohkan seperti kejadian di Desa Wolotolo ada ternak babi yang hilang nafsu makan namun setelah diberikan obat kembali sehat.

“Jadi kita belum bisa pastikan. Bisa juga babi kena hog cholera karena saat ini musim hujan angin dan sanitasi kandang tidak diperhatikan,” katanya.

Baca Juga :  Mendaftar Terakhir di PKS Ende, Stef Tani Temu: Saya Sedang Jajaki Figur Perempuan

Dengan kondisi seperti ini, kata Gadir, penanganan yang harus dilakukan peternak babi yaitu menerapkan biosecurity atau menjaga kebersihan kandang.

“Pada intinya sanitasi kandang harus diperhatikan karena saat ini musim hujan dan kandang pasti lembab. Kita juga harus membentengi wilayah dengan tidak membeli babi dari luar,” katanya.

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende sebanyak 808 ternak babi di Kabupaten Ende mati dalam rentang waktu Januari-Februari 2025.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita
20 Sekolah di Ende Ramaikan Liga Pelajar U-17 Piala Bupati Ende, Kick off 9 Juni
Guru dan Siswa SDN Wolomoni Kaget Alat Berat Serobot Gusur Lahan Sekolah untuk KDMP
Camat di Manggarai Barat Diminta Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan
Mosalaki dan Orangtua Tolak Penggunaan Lahan Sekolah SDN Wolomoni untuk KDMP
Bupati Sikka Minta PMKRI dan Kelompok Cipayung Terus Berikan Kritik Tajam dan Gagasan Konstruktif
Bupati Sikka Ajak PSMTI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Ketua DPD PAN Flores Timur: Muscab Pondasi Penting Melangkah Lebih Maju
Berita ini 517 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:20 WITA

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:35 WITA

20 Sekolah di Ende Ramaikan Liga Pelajar U-17 Piala Bupati Ende, Kick off 9 Juni

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:54 WITA

Guru dan Siswa SDN Wolomoni Kaget Alat Berat Serobot Gusur Lahan Sekolah untuk KDMP

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:38 WITA

Camat di Manggarai Barat Diminta Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:27 WITA

Bupati Sikka Minta PMKRI dan Kelompok Cipayung Terus Berikan Kritik Tajam dan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:20 WITA

Opini

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:05 WITA