MBAY, FLORESPOS.net-Lembaga Pendidikan SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae, melakukan “study tour” ke SMAN 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (14/9/24).
Study Tour ini dalam rangka menjalin tali persaudaraan antar Lembaga Pendidikan Menengah Atas sekaligus mengajarkan kepada para siswa untuk sama-sama belajar dan berbagi pengalaman dalam esensi utamanya yaitu meningkatkan kualitas pendidikan.
Belajar bersama yang dilakukan kedua sekolah menengah atas ini adalah belajar Bahasa Inggris (English Club), sekaligus sosialisasi tentang pembentukan PIK-R (Pusat Informasi Komunikasi Remaja) di SMANSA Mauponggo.
Fasilitator dalam sosialisasi ini adalah Duta GenRe (Generasi Berencana) Provinsi NTT asal Kabupaten Nagekeo, Nadya Ugha bersama Ricardho Falova.
Sosialisasi tentang Generasi Berencana ini menjadi pengaplikasian dan advokasi Program Kerja Duta GenRe Provinsi NTT 2024.
“Ini merupakan salah satu kesempatan berharga bagi siswa kita untuk bisa saling kenal, belajar, bertukar pikiran dan pengalaman, baik tentang GenRe ataupun pengetahuan mereka dalam English Club”.
“Kita harus bisa belajar dari orang lain, mengambil hal-hal positif dan berupaya menorehkan lebih banyak prestasi, khususnya bagi Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Nagekeo,” kata Ferdinandus Laki Nuwa, S.Pd, Kepala SMAN 1 Mauponggo.
Kegiatan ini dihadiri para Guru dan pegawai dari kedua sekolah, serta siswa yang tampak antusias mengikuti kegiatan. Antusiasme ini ditunjukkan dengan aktifnya para siswa pada saat menjawab pertanyaan dari para pemateri. Materi yang dibawakan adalah tentang GenRe, pengenalan diri, pentingnya gizi bagi pencegahan stunting, serta pencegahan Anemia.
Setelah pemaparan materi oleh Duta Genre, kegiatan berlanjut dengan English Club. Dalam momen English Club, para guru dan siswa memilih Pelabuhan Maumbawa sebagai tempat kegiatan selanjutnya.
Edel Witu, guru Bahasa Inggris dari SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae, berpendapat, mengenalkan Bahasa Inggris kepada para remaja harus dimulai dengan membuat mereka merasa nyaman dan senang untuk belajar.
Baginya belajar Bahasa Inggris itu tidak rumit, yang terpenting adalah bagaimana kita menanamkan dasar dan membuatnya menjadi menyenangkan untuk dipelajari.
Adanya permainan, bentuk kelompok dan yel-yel membuat kegiatan belajar mengajar seperti ini lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Para murid juga bisa belajar dan berinteraksi langsung di lingkungan luar.
Efektivitas pembelajaran yang mendukung semangat dan kreativitas murid menjadi hal penting dalam peningkatan mutu Pendidikan di Indonesia, khususnya Kabupaten Nagekeo. *
Penulis : Aldo de Rozari/Kontributor
Editor : Anton Harus










