LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2024, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, menyelenggarakan aneka kegiatan.
Pada tingkat Mabar, kegiatan memperingati HAN 2024 makan waktu 9 hari, 21-29 Juli 2024. Jumlah sekolah peserta 24, SD- SLTP dari 12 kecamatan di Mabar. Masing-masing sekolah mengirim 2 anak dengan guru pendamping masing-masing satu orang. Pusat kegiatan di Pondok SVD Ketentang Labuan Bajo.
Demikian Sekretaris DinsosP3A Mabar, Alvian Batara, kepada media ini di pusat kegiatan HAN 2024 tingkat Mabar di Pondok SVD Ketentang Labuan Bajo pada Selasa (23/7/2024).
Menurut Batara, HAN diperingati setiap tahun, yaitu tanggal 23 Juli, tidak terkecuali tahun 2024. Tema Hari Anak Nasional 2024 adalah Anak Terlindungi, Indonesia Maju.
Diungkapkan, di tingkat Mabar rangkaian kegiatan terkait HAN 2024, antara lain pembentukan forum anak dan kepengurusannya telah terpilih Selasa (23/7/2024) malam, dan akan dilantik pada 29 Juli 2024 mendatang.
Dalam forum anak ini, anak-anak saling memberi masukan dan saling melengkapi. Kemudian menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan anak.
Kegiatan lain, masih Batara, yakni pawai yng sedianya dilaksanakan pada 26 Juli 2024. Itu dilakukan supaya masyarakat tahu bahwa anak adalah tiang dari negara, sehingga anak harus memiliki masa depan yang baik.
Juga ada kegiatan deklarasi anak, stempel anak dan sebagainya. Anak memiliki komitmen terhadap pembangunan di Manggarai Barat.
Tanggal 29 ada upacara bendera di Kantor Bupati Mabar di Labuan Bajo dalam rangkaian Hari Anak Nasional 2024. Juga ada seminar anak yang dilakukan oleh anak sendiri, dan ini khusus oleh anak dari Kecamatan Lembor yang sudah didampingi Wahana Visi Indonesia (WVI).
Ada juga kegiatan pawai, dan ini khusus melibatkan anak-anak dalam kota Labuan Bajo dari TK-SLTA. Dalam pawai itu mereka menyampaikan 5 klaster indikator anak, ada orasi tentang apa yang menjadi harapan mereka, dorong mereka berbicara, ada program, ada spanduk-spanduk.
Dalam kegiatan ini, kata Batara, Dinsos P3A Mabar disuport oleh WVI Labuan Bajo.
Masih Batara, ke depannya forum anak tidak dibatasi pada anak sekolah tetapi anak-anak usia 18 tahun kebawah.
Mereka berasal dari berbagai organisasi yang menampung aktivitas anak, seperti OSIS, Remaja Mesjid, THS, Organisasi Futsal, dan sebagainya.
Tahun 2019 Forum Anak pernah dibentuk di Manggarai Barat tapi tidak berjalan karena bertepatan dengan Covid-19, dan sekarang baru hidup kembali, kata Batara.
Johanis Joseph Joni Dos, Kabid KP2HA pada DinsosP3A Mabar menambahkan, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan status Manggarai Barat sebagai kabupaten layak anak.
Forum anak ini juga, ungkap Joni Dos, kepengurusannya sampai ke tingkat kecamatan dan desa di Mabar. Di tingkat kabupaten ada gugus tugas, punya kewajiban mengurus klaster-klaster, seperti klaster kesehatan, pendidikan dan lain-lain.
Turut hadir pada kesempatan itu antara lain Yansen syahputra, Koordinator WVI Labuan Bajo. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










