MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemeritah Provinsi (Pemprov) NTT dan LLDikti Kupang memuji langkah Keuskupan Maumere yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dengan mendirikan Politeknik Cristo Re pada tahun 2020 lalu di mana angkatan pertama,yang berjumlah 24 orang dikukuhkan menjadi ahli madya atau D3 yang diwisuda berlangsung di Kherubim Center Hall (KCH) Jalan Soekarno Hatta Maumere, Sabtu (18/5/2024).
Pemprov NTT dan LLDikti menyampaikan apresiasi kepada pihak Keuskupan Maumere cq Cristo Re karena 8 dari 24 lulusan perdananya atau 33% langsung bekerja pada pelbagai perusahaan, termasuk salah satu perusahaan di Jakarta dan di Kalimantan Timur sebelum mereka dikukuhkan dalam acara wisuda.
Apresiasi Pemprov NTT itu disampaikan Sekda Provinsi NTT Kosmas Damianus Lana, dan Kepala LLDikti Wilayah XV Kupang Prof. Dr. Adrianus Anhekam S,T., M.Eng ketika menyampaikan sambutan pada momen wisuda Angkatan Pertama Cristo Re dalam Rapat Senat Terbuka di Kherubim Center Hall (KCH) Jalan Soekarno Hatta Maumere, Sabtu (18/5/2024).
Rapat dibuka oleh Direktur Cristo Re Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Dionisius Migo, S.Fil, M.Th. Lic. Th. Com didampingi Direktur Politeknis Cristo Re periode 2020-2023 RD. Rihardus Muga.

Hadir dalam acara wisuda angkatan pertama ini, Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu; Penjabat Bupati Sikka Adrianus F. Parera; Penjabat Sekda Sikka Femmy Bapa, utusan Forkopimda Sikka; Pejabat yang mewakili PT Triputra Edukasi Nusantara (TEN) Bobby; Ketua Pengurus Yayasan Cristo Re RD. Felicianus Dari,para dosen Cristo Re para pembina, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Sabinus Nabu; Wakil Rektor I Unipa Dr. Jonas K.G.D. Gobang; S.Fil. MA, RD. Laurens Noi, RD. Kanis Mbani, RD. Cesar; RD. Dedy, dan orang mahasiswa.
Sebelumnya, Direktur Cristo Re Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Dionisius Migo, S.Fil, M.Th. Lic. Th. Com dalam sambutannya selain menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak, ia juga menggarisbawahi bagaimana institusi yang dipimpinnya yang sedang bertumbuh itu memakai momen wisuda perdana itu sebagai kesempatan untuk bertolak ke tempat yang dalam melalui komitmen demi menghasilkan profil lulusan yang siap bekerja sesuai salah satu misi lembaga itu yakni lulusan yang kompeten, bermoral, unggul dalam teknologi berstandar internasional, inovatif dan mampu bersaing dalam dunia kerja, berdasarkan Pancasila dan imam Kristiani.
“Sebagai institusi yang sedang bertumbuh, kami memakai momen wisuda perdana itu sebagai kesempatan untuk bertolak ke tempat yang dalam melalui komitmen demi menghasilkan profil lulusan yang siap bekerja sesuai salah satu misi lembaga itu yakni lulusan yang kompeten, bermoral, unggul dalam teknologi berstandar internasional, inovatif dan mampu bersaing dalam dunia kerja, berdasarkan Pancasila dan imam Kristiani,” kata Romo Doni.

Romi Doni mengakui, dari 33 mahasiswa angkatan perdana lembaga itu, ada 24 di antaranya tercatat sebagai Ahli Madya (D3) yang merupakan lulusan angkatan perdana lembaga pendidikan itu.
“Dari 24 wisudawan angkatan perdana ini, ada 8 atau 33% di antaranya sudah bekerja di dunia kerja baik bekerja di Jakarta, di Kalimantan Timur maupun daerah lainnya di Indonesia,” katanya.
Apresiasi
Disaksikan media ini, Sekda Provinsi NTT Kosmas Damianus Lana, dan Kepala LLDikti Wilayah XV Kupang Prof. Dr. Adrianus Anhekam S,T., M.Eng berkali-kali menyampaikan apresiasi kepada pihak Keuskupan, Yayasan Cristo Re dan Direktur dan para dosen yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dengan tiga prodi yakni Prodi Teknologi Mesin, Prodi Pemeliharaan Mesin Otomotif, dan Prodi Ekowisata.
“Pemprov menyampaikan apresiasi atas didirikannya pendidikan vokasi di Cristo Re dan di mana sekitar 33 persen dari wisudawan angkatan pertama sudah terserap di dunia kerja, baik di Jakarta, maupun di Kalimantan Timur,” kata Sekda Kosmas Damianus.
Sementara Kepala LLDikti Wilayah XV Kupang Prof. Dr. Adrianus Anhekam S,T., M.Eng selain menyampaikan apreiasi atas fakta 33% lulusan angkatan pertama terserap di dunia kerja, ia juga dalam sambutannya menyebut Cristo Re merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi NTT yang menyelenggarakan Program Studi Ekowisata.
“Dari sekitar ratusan prodi yang diselenggarakan pelbagai perguruan Tinggi NTT, Cristo Re merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan Prodi Ekowisata,” kata Kepala LLDikti yang disambut aplaus sejumlah pejabat dan undangan yang hadir.
Sementara Perwakilan PT Triputra Edukasi Nusantara (TEN) Bobby dalam sambutannya antara lain menyampaikan kiat-kiat sukses dan motivasi bagi para tamatan perdana Cristo Re untuk terus melakukan pelbagai terobosan agar sukses dalam dunia kerja dan terus menjadi inspirasi bagi elemen warga lainnya.
Belajar untuk Kehidupan
Sementara Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu dalam sambutannya antara lain mengutip pepatah Bahasa Lati Non Scholae Sed Vitae Discimus (Kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup).
“Saya sangat tergugah untuk memberi makna hidup pada setiap gelar kehidupan akademik pada jenjang pendidikan. Non Scholae sed vitae discimus, sebuah pepatah Latin yang kaya makna pada bentangan ziarah hidup ini, ketika proses belajar kita yang sesungguhnya, bukan untuk gelar atau berkas ijazah, melainkan untuk sebuah kehidupan yang terus bergulir dan berputar pada setiap sejarah manusia,” kata Uskup Ewald.

Menurut Uskup Ewald, pepatah Bahasa Latin di atas, kerap hadir sebagai kritik yang sangat tajam pada praksis hidup pendidikan pada umumnya yang lebih mementingkan gelar dan berkas ijaah ketimbang memperjuangkan nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap gelar dan berkas ijazah itu.
Banyak orang, lanjut Uskup, akhirnya mengejar gelar yang dikukuhkan oleh administrasi ijazah, untuk dapat ikut ambil bagian dalam pengakuan publik pada jenis keahlian yang juga bedampak pada pengaturan kesejakteraan seperti gaji, dan tunjangan kehidupan lainnya.
“Sampai pada titik ini, kita menghormati perjuangan setiap orang untuk mencapai hidup yang sejahtera dan hidup yang lebih baik dengan tunjangan kesejahteraan yang layak. Pada pembelajaran kehidupan yang lebih dalam, gelar itu sendiri harus dipersembahkan pada totalitas pengurbanan dan pembaktian hidup tidak saja bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga padas sesama dan dunia yang membutuhkan uluran tangan kasih kita,” katanya.
Terima Kasih
Ketua Yayasan Cristo Re, RD. Felicianus Dari, S.Fil, S.Pd dalam sambutannya antara lain menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang dengan caranya masing-masing telah mendukung proses perkualihan Politeknik Cristo Re hingga diwisudanya lulusan pertama lembaga ini.
Ucapan terima kasih yang sama disampaikan Perwakilan Orang Tua yang disampaikan Marselus Moa Ito dan perwakilan wisudawan yang juga lulusa terbaik I Stanislaus Da Costa Bu’u Epe dengan IPK 3.81.
Sementara Ketua Panitia Wisuda Viktor A. Sareng dalam laporannya antara lain menjelaskan bahwa 24 wisudawan angkatan perdana ini berasal dari tiga prodi yakni Prodi Teknologi Mesin, Prodi Pemeliharaan Mesin Otomotif, dan Prodi Ekowisata. *
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando










