Unicef Wilayah NTT Sosialisasi Pendekatan HCD dan KAP di Ngada - FloresPos Net

Unicef Wilayah NTT Sosialisasi Pendekatan HCD dan KAP di Ngada

- Jurnalis

Jumat, 3 Mei 2024 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Unicef (United Nations Children’s Fund) organisasi PBB Wilayah NTT melaksanakan kegiatan sosialisasi Pendekatan Human Centered Design (HCD) dan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Program Imunisasi kepada Puskesmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/5/2024), di Aula Setda Ngada secara resmi dibuka oleh Plt. Asisten II Setda Ngada Methodius Reo Maghi.

Hadir Kepala Unicef Wilayah NTT/NTB Yudhistira G.Yewangoe, Wakil Ketua PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) NTT, Gusti Brewon serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Hildigunda M.W. Cleopas.

Kepala Unicef Wilayah NTT/NTB Yudhistira G.Yewangoe mengatakan kegiatan sosialisasi yang dilakukan dipandang sangat strategis oleh Unicef.

Sebagai lembaga PBB yang fokusnya adalah pemenuhan hak-hak anak, Unicef telah bekerja di hampir 102 negara termasuk Indonesia.

Saat ini, katanya, Unicef Indonesia bekerja di satu kantor pusat di Jakarta dan 5 kantor lapangan, yakni Aceh, Surabaya untuk wilayah Jawa Timur/Jawa Tengah, Makassar, Kupang untuk wilayah NTT/NTB serta Jayapura untuk wilayah Papua.

Baca Juga :  Lukman Riberu-Zakarias Paun Serahkan Perbaikan Dokumen Dukungan Calon Independen Pilkada Flores Timur

Fokus Unicef dalam rangka pemenuhan hak anak dalam 5 bidang masing-masing kesehatan, pendidikan, gizi, perlindungan anak dan pembinaan sosial.

Perhatian yang dilakukan lewat kegiatan pendekatan HCD dan KAP yang artinya pendekatan yang berpusat pada manusia dan apabila keinginan tersebut diterima lewat pesan-pesan untuk masyarakat maka harus merancang kegiatan atau program sesuai kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Masyarakat Indonesia mempunyai kebutuhan yang sama namun pendekatan tentunya berbeda-beda yang disesuaikan tempat dan budaya masyarakat itu sendiri.

Unicef memberikan perhatian yang tinggi pada HCD. Kegiatan yang dilakukan ini fokus pada bidang kesehatan terutama bagaimana meningkatkan cakupan imunisasi.

Untuk Indonesia secara umum imunisasi lengkap anak usai Pandemi Covid-19 cenderung menurun sehingga butuh terobosan melalui pendekatan yang betul-betul memperhatikan apa yang dialami masyarakat.

Informasi yang diberikan harus tepat dan benar sehingga menggugah kesadaran tentang pentingnya imunisasi.

Sarana yang dipakai untuk menggugah orang tua maupun anak harus tepat. Pentingnya toko masyarakat dalam keterlibatan kegiatan imunisasi juga menurutnya sangatlah penting. Pengalaman, pengetahuan dan kebiasaan masyarakat sangatlah penting untuk penerapan HCD.

Baca Juga :  Sumur Bor di Lewobunga-Adonara, Boli: Terima Kasih Bunda Julie dan PT. TEP Indonesia

Ia berharap, ada strategi yang pas untuk masyarakat. KAP tidak sekedar menyampaikan data atau informasi bisa saja tidak serta merta dipercayai namun teknik penyampaian lewat komunikasi yang baik juga sangat penting.

Sementara Bupati Ngada Andreas Paru dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Asisten II Methodius Maghi mengajak dan memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Ngada memiliki akses terhadap imunisasi yang tepat dan tepat waktu.

Imunisasi bukan hanya tentang melindungi individu dari penyakit berbahaya, tetapi juga tentang memberikan sebuah generasi fondasi yang kuat untuk belajar dan bertumbuh dengan optimal, katanya.

Selain diikuti oleh utusan dari sejumlah Puskesmas di Kabupaten Ngada, juga dihadiri oleh kader posyandu, perwakilan tokoh masyarakat dan agama. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia
Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:13 WITA

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:25 WITA

Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:21 WITA

Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta

Berita Terbaru