Manggarai Barat yang Pertama di Dunia Mengukur Indeks Pariwisata Inklusif - FloresPos Net

Manggarai Barat yang Pertama di Dunia Mengukur Indeks Pariwisata Inklusif

- Jurnalis

Senin, 4 Maret 2024 - 14:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang pertama di dunia yang mengukur indeks pariwisata inklusif. Nilai yang didapat meningkat, yaitu 61,6 tahun 2023 dari sebelumnya 58,2 pada 2022.

Demikian kata Bupati Mabar Edistasius Endi pada suatu kesempatan di Labuan Bajo  ibu kota Mabar, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.

Diungkapkan, hasil dari pengukuran indeks tersebut akan menjadi rujukan dalam mengambil kebijakan yang berorientasi kebutuhan masyarakat, khusus klompok termarjinalisasikan, dalam hal ini masyarakat miskin, disabilitas dan perempuan.

Kunjungan wisatawan pasca pandemi Covid-19 di Mabar, masih Bupati Edi, mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2022 hanya 170.354 kunjungan, dan di 2023 naik menjadi 351,359 kunjungan.

Labuan Bajo pun jadi lokasi sejumlah event regional, nasional dan internasional. Ini menunjukan eksistensi ibu kota Mabar itu (Labuan Bajo) semakin mendapat perhatian dan sorotan nasional dan internasional.

Baca Juga :  Customer Gathering PLN 2024: Perkuat Sinergi Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Dukungan pemerintah pusat (Pempus), Mabar didandan sedemikian indah melalu pembangunan bebagai macam sarana-prasarana yang mendukung eksistensi Mabar sebagai destinasi super prioritas.

Keistimewaan ini tentu harus dijaga dengan memastikan Kabupaten Mabar sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi setiap orang yang datang untuk berpartisipasi dalam event ataupun berlibur dan menikmati suguhan berbagai macam obyek wisata yang ditawarkan.

Masih Bupati Edi, Manggarai Barat identik dengan keistimewaan kepariwisataan hingga ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Penempatan pariwiaata sebagai produk unggulan Mabar serentak memiliki konsekuensi untuk terbuka terhadap berbagai perspektif dan budaya baru yang masuk.

“Tetapi keterbukaan ini tidak boleh mencabut keberakaran kita dari budaya dan jati diri kita sebagai orang Manggarai. Kita harus tetap mengedepankan dan melestarikan budaya, norma dan nilai-nilai kemanggaraian kita,” tegas Bupati Edi.

Budaya beserta nilai-nilai yang ada di dalamnya merupakan aset yang hanya dimiliki oleh pemilik budaya tersebut.

Baca Juga :  Mayat Dalam Lubang WC Telah Diserahkan ke Keluarga Asal Kecamatan Satar Mese, Manggarai

Untuk itu, sebagai pewaris budaya, kita bertanggung jawab untuk memastikan kebudayaan Manggarai tetap hidup sampai kapanpun, dan tetap kokoh berdiri walaupun berhadapan dengan arus budaya manapun, tandas Bupati Edi.

Bupati Edi menambahkan, Manggarai Barat juga memperoleh nilai 44,60 atau kategori inovatif dalam pengukuran indeks inovasi daerah oleh Kementerian Dalam Negeri Tahun 2023.

“Terkait ini, saya dan Pak Wakil Bupati telah menegaskan agar setiap perangkat daerah ini wajib memiliki inovasi, khususnya untuk efektivitas dan efisiensi pelayanan publik” ujar Bupati Edi.

Ketua Partai Nasdem Mabar itu ingatkan semua pihak supaya mensyukuri seluruh keberhasilan Mabar selama ini sekecil apapun. Pada 25 Pebruari 2024 Mabar genap umur 21 tahun, ujar Bupati Edi yang juga eks Ketua DPRD Mabar itu. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Pesta Demokrasi Pilkades Aeramo, Arton Togo: Saya Terpanggil Meneruskan, Menjaga dan Merawat Warisan Leluhur
Disarpus Sikka Gandeng BILIK Siapkan Generasi Muda NTT Tembus Perguruan Tinggi
Omzet Turun Drastis, Sejumlah Pedagang Diduga Bangkrut dan Hengkang dari Pasar Batu Cermin
BBKSDA NTT Gandeng Warga Tanam Ratusan Anakan Pohon di Manggarai Timur
Melchias Marcus Mekeng Sangat Peduli dan Fokus Berjuang untuk Perbaikan Pendidikan
Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:50 WITA

Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:06 WITA

Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Pesta Demokrasi Pilkades Aeramo, Arton Togo: Saya Terpanggil Meneruskan, Menjaga dan Merawat Warisan Leluhur

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:32 WITA

Disarpus Sikka Gandeng BILIK Siapkan Generasi Muda NTT Tembus Perguruan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:22 WITA

Omzet Turun Drastis, Sejumlah Pedagang Diduga Bangkrut dan Hengkang dari Pasar Batu Cermin

Berita Terbaru