Belalang Kembara Pemakan 502 Hektare Tanaman Padi Mabar Sudah Dikendalikan - FloresPos Net

Belalang Kembara Pemakan 502 Hektare Tanaman Padi Mabar Sudah Dikendalikan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Februari 2024 - 12:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT, sudah mengendalikan hama belakang kembara pemakan tanaman padi seluas 502 hektare (ha) di Kecamatan Lembor Selatan, di antaranya di Desa Repi, Desa Kakor, dan Desa Wae Mose.

Khusus di Desa Kakor luas areal 175 ha dan di Desa Wae Mose seluas 320 ha. Lahan sawah pada kedua Desa ini bagian dari irigasi Wae Cewo. Umur tanaman padi sekitar 1 bulan.

Wakil Bupati (Wabup) Mabar Yulianus Weng mengatakan itu kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Dilansir media ini sebelumnya, Mabar KLB serangan hama belalang kembara terhadap ratusan hektare tanaman jagung.

“Laporan yang saya terima dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Mabar tidak ada serangan hama belalang kembara terhadap tanaman jagung dan tidak ada KLB. Ini hanya serang padi saja,” kata Wabup Weng.

Menurut Wabup Weng, Dinas TPHP Mabar dapat laporan serangan hama belalang kembara terhadap tanaman padi di Desa Kakor dan Wae Mose 15 Januari 2024.

Langka diambil Pemkab Mabar melalui Dinas bersama masyarakat ke 2 desa, aparat desa, aparat kecamatan, serta Babinkamtibmas dan Babinsa setempat lakukan gerakan pengendalian secara bersama. Di lapangan juga dibangun posko pengendalian hama belalang kembara dimaksud.

Baca Juga :  Taman Parapuar, Ruang Kreasi Baru Labuan Bajo Flores

Pengendalian dengan 2 cara, yaitu mekanik dan kimiawi. Secara mekanik belakangnya ditangkap lalu dibakar mati, ada juga yang dikubur usai dimatikan. Sedangkan secara kimiawi yakni disemprot disinfektan, banyak belalang kembara itu yang mati.

Tetapi belalang kembara yang masih hidup diperkirakan sudah migrasi ke kabupaten tetangga Manggarai yaitu di Kecamatan Satar Mese.

Masih Wabup Weng, ratusan ha sawah di Desa Kakor dan Desa Wae Mose yang terserang hama belalang kembara itu tersebar pada 27 titik. Persawahan di irigasi Wae Cewo dimaksud milik 27 dari kelompok tani (Poktan), kondisi padi baru tumbuh.

Dinas TPHP Mabar sudah melaporkan ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Dan oleh Pemprov NTT diteruskan kapada Pemerintah Pusat (Pempus).

Pemprov juga sudah turun lapangan dan membantu  obat-obatan 200 liter. Provinsi juga meneruskan laporan ke Kementrian Pertanian RI Jakarta.

Meski serangan hama belalang kembara sudah diatasi tetapi Dinas teknis bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk terus memantau keberadaan belalang kembara tersebut dan hama-penyakit lainnya. Konon, biasanya kalau belalang kembara sudah berlalu, akan ada hama belalang sawah atau apalah.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Barat Minta TSI Kembalikan Komodo di Luar Negeri ke Habitatnya

“Saya sudah minta petugas untuk terus memantau perkembangan selanjutnya, termasuk dampak yang ditimbulkan akibat hama ini. Kalau ada segera lapor kepada Pemerintah Kabupaten supaya segera diambil langkah lanjutan,” kata Wabup Weng.

Ditanya apakah serangan hama belalang kembara tersebut dapat berpengaruh produksi padi setempat?

Wabup Weng mengatakan, pasti berpengaruh. Menurut mereka (petugas), tanaman padi yang sekarang yang daunnya dimakan belalang kembara akan tumbuh tunas baru, itu berarti masa panen lebih lama dari sebelumnya karena yang dipanen nanti merupakan padi dari tunas yang tumbuh baru.

Kemudian, padi yang dipanen itu juga semacam yang kedua, semacam “anakan”, bukan dari padi induknya lagi, karena padi induk sudah dimakan belalang di awal pertumbuhan. Tanaman padi yang dimakan belalang kali ini baru tumbuh.

“Kau tulis saja. Kau lihat saja, ini gambar/foto yang mereka kirim, seperti baru tumbuh,” kata Wabup Weng.

Dari gambar itu, tampak umur tanaman-tanaman padi tersebut sepertinya kurang lebih 1 bukan. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur
Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian
Kantor Kekarantinaan Kesehatan Kupang Kirim Mobil Ambulance dan Tim Layani Warga Terdampak Gempa di Weleng Manggarai Timur
Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama
Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:57 WITA

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:52 WITA

Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:14 WITA

Kantor Kekarantinaan Kesehatan Kupang Kirim Mobil Ambulance dan Tim Layani Warga Terdampak Gempa di Weleng Manggarai Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agu 2026 - 12:57 WITA