LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperpanjang 7 hari masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sebelumnya, masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura yang diputuskan oleh Penjabat Bupati Flores Timur berlaku sejak tanggal 10 Januari dan berakhir pada 24 Januari 2024.
Perpanjangan tanggap darurat 7 hari ke depan yang tertuang dalam Surat Keputusan Penjabat Bupati Flores Timur No: BPBD.300.2.1/005/BID.KL/I/2024 itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Heronimus Lamawuran kepada media, Rabu (24/1/2024.
Dalam Surat Keputusan Penjabat Bupati Flores Timur tentang Perpanjangan Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur Tahun 2024, disebutkan, perpanjang berlangsung selama 7 hari terhitung sejak tanggal 25 Januari sampai dengan 31 Januari 2024.
“Apabila masa tanggap darurat sebagaimana dimaksud telah selesai dan/atau memerlukan penanganan lebih lanjut, maka dapat diperpanjang sesuai kebutuhan berdasarkan hasil kajian,” demikian bunyi SK yang ditandatangani Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi.
Masih dalam SK yang sama, perpanjangan 7 hari masa tanggap darurat tersebut dilakukan karena memperhatikan laporan aktivitas Gunung Api oleh Pos Pos Pengamatan Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki tanggal 23 Januari 2024 yang menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level IV (Awas).
Selain itu, juga memperhatikan kajian penetapan perpanjangan status tanggap darurat penanganan bencana alam erupsi Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur tahun 2024 nomor: BPBD.300.2./23/Bid.KL/I/2024 tanggal 23 Januari 2024.
“Segala biaya yang dikeluarkan akibat ditetapkannya keputusan ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2024 dan/atau sumber dana lainnya yang sah dan tidak mengikat,” tulis Penjabat Bupati, Doris Alexander Rihi.
Awan Panas dan Lava Pijar
Sementara Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang melaporkan periode pengamatan Selasa (23/1/2024) pukul 18.00-24.00 Wita, secara visual teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke utara dan timur laut.
“Dari arah timur laut (Nurabelen) teramati guguran lava pijar sejauh lk 1000 meter dari pusat erupsi. Teramati aliran lava sejauh lk 3.370 meter dari pusat erupsi. Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV (Awas),” kata Anselmus Bobyson Lamanepa dalam rilis tertulis, Rabu (24/1/2024) pagi.
Sedangkan periode pengamatan Rabu (24/1/2024) pukul 06.00-12.00 Wita, secara visual teramati 5 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000-2.000 meter mengarah ke utara. Aliran lava kea rah timur laut sejauh 3.770 meter.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos PGA masih tetap merekomendasikan masyarakat di sekitar dan pengungjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan sektoral 6 km ke arah utara dan timur laut.
“Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV (Awas),” kata Herman Yosef S. Moro, Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Rabu (24/1/2024) siang. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










