Pedagang Jualan di Tempat Parkir Pasar Inpres Ruteng Manggarai - FloresPos Net

Pedagang Jualan di Tempat Parkir Pasar Inpres Ruteng Manggarai

- Jurnalis

Senin, 18 Desember 2023 - 13:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Sepertinya tidak bisa ditertibkan pedagang yang berjualan di area parkir di Pasar Inpres Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga sekarang ini.

Pedagang sayuran dan ikan menempati area parkir hingga badan jalan jalan jalur di sebelah barat kompleks Pasar Inpres Ruteng.

Akibatnya, kendaraan sulit parkir baik milik pedagang sendiri maupun yang berbelanja.

Badan jalan pun menjadi sempit sehingga lalu lintas sulit pada jam tinggi aktivitas masyarakat.

Pada titik itu, lalu lintas kendaraan sering juga macet. Pengendara sering juga bersitegang dengan pedagang di area itu karena menjadi sumber kesemrawutan.

Baca Juga :  Di Manggarai, 39 Orang Dengan Gangguan Jiwa Masih Dipasung

Seorang warga, Sony Patuh mengatakan, sepertinya pedagang yang ada sudah tidak bisa diatur lagi. Jualan pedagang meluber ke badan jalan.

“Sudah tempati parkiran, lalu masuk ke badan jalan lagi. Aneh sekali perilaku pedagang di Pasar Inpres Ruteng ini,”katanya.

Keadaannya buruk sekali setiap hari. Jalan pasti macet ketika di tempat yang sama dibongkar itu muatan dari mobil pick up barang dagangan baik ikan maupun sayuran.

Lalu lintas tertutup dengan banyak mobil yang bongkar dagangannya pada area badan jalan itu.

Baca Juga :  Ketua KPU Ende Coblos di TPS 31 Mautapaga,  Banyak TPS Didandan Khas Valentine

Dikatakan, untuk penertiban tidak bisa lagi memakai pola persuasif. Harus dilakukan tindakan tegas dan keras agar pedagang bisa masuk ke dalam kompleks pasar.

Seorang warga lain, Dominikus Repu mengatakan, penertiban bukan tidak dilakukan selama ini. Bahkan sampai dipasang kawat duri.

“Tidak bisa pakai cara lain, ambil tindakan keras dan tegas. Tidak boleh ada toleransi demi kepentingan publik Manggarai ini,” katanya.

Untuk apa bangun los di pasar yang begitu banyak dengan menghabiskan banyak uang negara kalau akhirnya tidak digunakan alias mubazir. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA