Ombudsman RI Beberkan 3 Penyebab Harga Beras Mahal - FloresPos Net

Ombudsman RI Beberkan 3 Penyebab Harga Beras Mahal

- Jurnalis

Selasa, 19 September 2023 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FLORESPOS.net-Ombudsman RI membeberkan tiga penyebab utama yang membuat harga beras mahal yakni permasalahan iklim, permasalahan di hulu, dan permasalahan di hilir.

Untuk permasalahan iklim dia menjelaskan, sebenarnya tidak terlalu berdampak signifikan terhadap kenaikan harga beras.

Sebab menurut dia, meskipun di suatu daerah ada yang mengalami penurunan produksi padi akibat kekeringan, maka produksinya masih bisa dipasok dari daerah lain.

“Sejauh apakah permasalahan iklim ini bisa disimpulkan. Misalnya saat ini nasional terjadi penurunan produksi padi karena iklim? kami tidak bisa jawab itu, namun kalau kita berbicara spesifik lokasi maka pengaruh iklim itu ada di lokasi tertentu. Apakah berlaku general di semua wilayah? belum tentu,” kata anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika dalam konferensi pers, di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (18/9/2023) seperti dikutip dari Kompas.com.

Faktor kedua, dijelaskan Yeka adalah permasalahan di hulu yang meliputi luas lahan pertanian yang menurun, keterbatasan sarana produksi pertanian, permasalahan benih, hingga permasalahhan subisidi pupuk.

Baca Juga :  Di NTT, Hanya Manggarai Timur dan TTU Miliki Raport Pelayanan Publiknya  Hijau

Yeka menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per tahunnya terdapat 200.000 hektare luas lahan pertanian di Indonesia mengalami penurunan.

Oleh sebab itu menurut dia, apabila tidak terjadi percetakan lahan baru dan tidak dilakukan inovasi untuk meningkatkan intensitas tanaman, maka luas lahan pertanian di Indonesia akan terus tergerus dan produksi pertaniannya pun menurun.

“Ada keterbatasan sarana produksi pertanian, ada permasalahan benih. Nah benih ini menarik, siapa di republik ini yang menjamin benih ini brkualitas? tidak ada, belum lagi persoalan subsidi pupuk. Itu permasalahan di hulu,” katanya.

Baca Juga :  Ombudsman Ajak Petani, Nelayan, Perternak Manggarai Barat Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Kemudian faktor yang terakhir adalah permasalahan di hilir yang meliputi komponen produki naik yang terdiri dari sewa lahan naik, pupuk naik, BBM naik.

Selain itu, permasalahan di hilir lainnya adalah berkurangnya pasokan gabah dari petani, penggilingan padi kecil mati, produksi beras menurun, ketidakpastian atau keterlambatan impor beras, sehingga pasokan beras menjadi tidak terantsipasi.

“Kalu permasalahan di hilirnya ada komponen produksi naik, sewa lahan naik, pupuk, BBM naik. Dari yang 2021 di luar sewa lahan Rp 8 juta sekarang naik Rp 12-16 juta per hektar per musik tanam di luar sewa lahan,” katanya. *

Redaksi

Berita Terkait

Persami Juara Piala Gubernur Soeratin U-17 di Maumere
HUT Pramuka ke-65, Gudep SMAN 8 Poco Ranaka Peduli Sampah
Dirut Bank NTT Apresiasi Langkah Partai Golkar Fasilitasi Sosialisasi Dana KUR
Gubernur NTT Minta Segenap Pihak Bantu Sosialisasi KUR Bank NTT
Menteri UMKM Apresiasi Gebrakan Partai Golkar NTT Lakukan Sosialisasi Penyaluran Dana KUR
NTT Diharapkan Bisa Mandiri secara Ekonomi dengan Mengolah Produk Sendiri
Bank NTT Cabang Maumere Siapkan Dana KUR Mencapai Rp15 Miliar di Tahun 2026
Sosialisasi KUR Bank NTT Wujud Kepedulian Partai Golkar Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Persami Juara Piala Gubernur Soeratin U-17 di Maumere

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:42 WITA

HUT Pramuka ke-65, Gudep SMAN 8 Poco Ranaka Peduli Sampah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WITA

Dirut Bank NTT Apresiasi Langkah Partai Golkar Fasilitasi Sosialisasi Dana KUR

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:20 WITA

Gubernur NTT Minta Segenap Pihak Bantu Sosialisasi KUR Bank NTT

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:03 WITA

NTT Diharapkan Bisa Mandiri secara Ekonomi dengan Mengolah Produk Sendiri

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Persami Juara Piala Gubernur Soeratin U-17 di Maumere

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:55 WITA

Pembina Pramuka SMAN 8 Poco Ranaka, Hedrik Jemi aktif mengangkut sampah bersama guru dan siswa, Jumat (14/8/2026).

Nusa Bunga

HUT Pramuka ke-65, Gudep SMAN 8 Poco Ranaka Peduli Sampah

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:42 WITA

Nusa Bunga

Gubernur NTT Minta Segenap Pihak Bantu Sosialisasi KUR Bank NTT

Jumat, 14 Agu 2026 - 11:20 WITA