Nelayan Manggarai Timur Temukan Mayat di Perairan Laut Flores - FloresPos Net

Nelayan Manggarai Timur Temukan Mayat di Perairan Laut Flores

- Jurnalis

Jumat, 28 Juli 2023 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Jainudin, salah seorang nelayan asal Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, dikejutkan dengan sesosok mayat yang sedang terapung di pinggir sampan milik korban di perairan Laut Flores, Jumat (28/7/2023) pagi.

Kepada Florespos.net, Jumat  (28/7/2023) sore, Jainudin mengatakan pada Jumat sekitar pukul 06.00 Wita, dia bersama teman, Ishaka pergi memancing menggunakan perahu motor di perairan Laut Flores.

Mereka melihat sebuah perahu yang sedang terapung di tengah laut namun tidak melihat orang didalam perahu tersebut. Mereka mendekati perahu itu karena kebetulan mereka mengenali pemilik perahu tersebut.

Namun, menurut Jainudin, mereka tidak melihat sehingga mereka mencari korban di sekitar perahu dan menyelam ke dasar laut. Mereka menemukan korban yang saat itu posisinya telungkup di dasar laut di kedalaman sekitar 10 meter.

Baca Juga :  ASN Manggarai Barat Layak Kerja dari Rumah, Pemda Hanya Mengawasi Program Pempus

Jainudin langsung meminta Ishaka segera ke darat memberitahukan hal itu kepada saudara dan keluarga untuk membantu korban yang masih telungkup di dasar Laut.

Lalu, kata Jainudin, keluarga bersama anggota Polsek Lamba Leda Utara datang menggunakan perahu dan bersama mengangkat bersama korban menuju darat.

Sementara itu Kaposek Lamba Leda, Iptu Aris Ahmad membenarkan kejadian penemuan mayat di perairan Laut Flores tersebut.

Iptu Aris mengatakan, korban yang ditemukan bernama Yasin Tahir (58), pekerjaan nelayan asal Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihaknya, korban pada Kamis (27/2023) sekitar pukul 17.00 Wita pamit dari rumah dengan tujuan pergi memancing di perairan Laut Flores di depan Kampung Waso, Desa Satar kampas.

Baca Juga :  Empat Jabatan Lowong, Pemkab Manggarai Timur Gelar Seleksi Terbuka

Pada Jumat sekitar pukul 06.00 wita, korban ditemukan oleh nelayan lain yang pergi melaut.

Pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga korban terkait kejadian tersebut dan dari anggota Polsek Lamba Leda, Aipda Muhammad Nur dan Bahbinsa Serda Baharuddin bersama warga Kampung Waso pergi membantu dengan menggunakan perahu milik Ishaka membawa korban ke darat dan langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Waso.

Iptu Aris mengatakan, dari pemeriksaan Kepala Puskesmas Dampek, Adolfus Wangi tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, tangan korban terlilit tali senar.

Kata Iptu Aris, korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Istri dan keluarga korban ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan kehendak Tuhan.*

Penulis: Albert Harianto / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA